Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Pimpinan Komisi IV DPRD Maluku mempertanyakan kinerja manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haulussy Ambon.
Manajemen rumah sakit di kawasan Kuda Mati Ambon ini, dinilai belum memiliki pola manajemen pengelolaan keuangan dan informasi publik.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Maluku Rovik Akbar Afifuddin kepada wartawan menyebut, tiga indikasi buruknya manajemen rumah sakit milik provinsi ini.
Pertama; masih ada hutang piutang Rp. 30 Miliar kepada pihak ketiga.
Kedua; jajaran direksi belum memiliki Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM-RS) sebagaimana amanat Peraturan Kemenkes No 82 tahun 2013
Ketiga; alokasi anggaran Rp 1,7 miliar untuk pembuatan SIM-RS tahun 2021 dibatalkan.
“Kami tekankan Pak Kadis Kesehatan (Zulkarnain) supaya pembuatan SIM-RS Haulussy bisa dibicarakan dengan Pak Gubernur (Murad Ismail) dan Sekda (Sadali Le),” pinta Rovik Afifuddin, Kamis (21/7/2022).
Komisi IV DPRD Maluku setidaknya mengawasi, mengalokasikan anggaran dan membuat perda untuk 10 subotoritas di pemerintahan provinsi.
Jaksa Periksa Lagi Dokter RSUD dr M Haulussy terkait Korupsi Makan Minum Nakes Covid-19
Sepuluh subotoritas level provinsi itu terbagi tiga domain;

source