Dikirimi Lagi 9.900 Vaksin PMK
LAMONGAN, Radar Lamongan – Kabupaten Lamongan kembali mendapatkan kiriman vaksin untuk ternak. Jika tahap pertama mendapatkan alokasi 7 ribu vaksin, maka tahap kedua kemarin (21/7) menerima 9.900 vaksin.
 
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan, M Wahyudi, menjelaskan, sasaran disesuaikan alokasi vaksinasi yang dikirim.
 
‘’Jadi setiap ternak akan mendapatkan jatah vaksinasi hingga dosis dua dengan jarak yang sudah ditetapkan oleh pemberi vaksinasi,” jelasnya.
 
Menurut dia, ternak betina yang sehat dan pedet menjadi sasaran penerima vaksin agar tidak mudah terpapar virus. Seperti diberitakan, total ada 117 ribu ternak di Lamongan. Di antaranya, 11 ribu sapi jantan anak, 20 ribu jantan muda, dan 9 ribu jantan dewasa. Kemudian 11 ribu betina anak, 20 ribu betina muda, dan 44 ribu betina dewasa.
 
Wahyudi mengatakan, ternak akan dilakukan skrining sebelum mendapatkan vaksinasi. “Kita dahulukan yang sehat supaya tidak mudah terpapar,” terangnya.
 
Hingga saat ini, perkembangan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Lamongan masih tinggi. Ada 2 ribu lebih sapi yang terpapar penyakit tersebut.
 
Skrining masif dan percepatan vaksinasi diprogramkan untuk meminimalisasi penularannya. Bahkan, daerah bisa menganggarkan belanja tidak terduga (BTT) untuk kebutuhan pengobatan dan skrining bagi ternak. Tujuannya, memutus penularan PMK. “Kita sudah mengusulkan tapi besarannya belum bisa diinfokan karena belum disetujui,” tuturnya. (rka/yan)
LAMONGAN, Radar Lamongan – Kabupaten Lamongan kembali mendapatkan kiriman vaksin untuk ternak. Jika tahap pertama mendapatkan alokasi 7 ribu vaksin, maka tahap kedua kemarin (21/7) menerima 9.900 vaksin.
 
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan, M Wahyudi, menjelaskan, sasaran disesuaikan alokasi vaksinasi yang dikirim.
 
‘’Jadi setiap ternak akan mendapatkan jatah vaksinasi hingga dosis dua dengan jarak yang sudah ditetapkan oleh pemberi vaksinasi,” jelasnya.
 
Menurut dia, ternak betina yang sehat dan pedet menjadi sasaran penerima vaksin agar tidak mudah terpapar virus. Seperti diberitakan, total ada 117 ribu ternak di Lamongan. Di antaranya, 11 ribu sapi jantan anak, 20 ribu jantan muda, dan 9 ribu jantan dewasa. Kemudian 11 ribu betina anak, 20 ribu betina muda, dan 44 ribu betina dewasa.
 
Wahyudi mengatakan, ternak akan dilakukan skrining sebelum mendapatkan vaksinasi. “Kita dahulukan yang sehat supaya tidak mudah terpapar,” terangnya.
 
Hingga saat ini, perkembangan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Lamongan masih tinggi. Ada 2 ribu lebih sapi yang terpapar penyakit tersebut.
 
Skrining masif dan percepatan vaksinasi diprogramkan untuk meminimalisasi penularannya. Bahkan, daerah bisa menganggarkan belanja tidak terduga (BTT) untuk kebutuhan pengobatan dan skrining bagi ternak. Tujuannya, memutus penularan PMK. “Kita sudah mengusulkan tapi besarannya belum bisa diinfokan karena belum disetujui,” tuturnya. (rka/yan)
PT. Bojonegoro Intermedia Pers Digital
Jl. Ahmad Yani No.39 Bojonegoro
Mobile: 0851 5618 4830 (WA)
Telp: 0353-892000

source