BLANGPIDIE – Paket Penyediaan Obat Esensial untuk Pelayanan Kesehatan Primer senilai Rp 2. 111.802.519 pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Barat Daya (Abdya) batal ditender.
Kabag Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Muhammad Rizal mengatakan, paket tersebut sengaja dibatalkan oleh Dinkes Abdya lantaran ada satu item obat yang tidak diusulkan.
“Jadi dulu pembatalan paket itu berdasarkan surat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) nomor 01/PPK/Dinkes/2022 tanggal 21 Juni 2022. Pembatalan itu dikarenakan ada satu item obat yang tidak diusulkan,” jelas Rizal saat dihubungi anteroaceh.com, Sabtu (30/7/2022).
Namun paket itu kembali dilelang pada tanggal 22 Juni 2022, dan sebanyak enam perusahaan pun memasukan penawaran, yaitu PT. Jaya Sempurna Sejahtera, Reksa Tarnindo Aliva.
Selanjutnya, PT. Tamaro Jaya Indonesia, PT. Rajawali Nusindo, PT. Destha Multi Informa dan PT. Rajawali Nusindo.
“Setelah dilakukan lelang kedua, paket ini akhirnya dimenangkan oleh PT. Jaya Sempurna Sejahtera. Sementara pagu anggaran paket ini senilai Rp Rp 2. 111.802.519 dengan rincian HPS Rp 2.085.510.300 dan nilai kontrak Rp 1.589.075. Setelah di lelang ulang maka paket ini semuanya sudah selesai,” katanya.
Sedangkan persoalan mengapa di website LPSE belum berubah dan masih berstatus batal, menurut Rizal itu karena saat pelelangan kedua tidak ditimpa atau dibuat di paket yang pertama dengan nomor 3093625.
Sebelumnya diberitakan, paket Penyediaan Obat Esensial untuk Pelayanan Kesehatan Primer di bawah satuan kerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Barat Daya (Abdya) senilai Rp 2.111.802.519 batal ditender.
Paket dengan nomor kode tender 3093625 itu bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Abdya tahun 2022.
Dilihat anteroaceh.com di LPSE Abdya, Sabtu (30/7/2022), pembatalan tender itu berdasarkan Surat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinkes Abdya Nomor, 01/PPK/Dinkes/2022 tanggal 21 Juni perihal pembatalan tender Penyediaan Obat Esensial untuk Pelayanan Kesehatan Primer.
© 2018-2022 ANTEROACEH.com Powered by GampongIT.com.