JawaPos.com – Singapura menemukan 6 kasus baru pasien Covid-19 terinfeksi subvarian Omicron BA.2.75 atau dijuluki Centaurus. Varian tersebut menginfeksi secara lokal atau orang ke orang.
Artinya, 6 kasus baru itu menambah 2 kasus infeksi impor sebelumnya yang terdeteksi pada 14 Juli. Semua individu sudah diisolasi setelah dites positif.
“Pasien memiliki gejala ringan,” kata Kementerian Kesehatan seperti dilansir dari Straits Times, Minggu (24/7).
Menurut pembaruan harian Kemenkes Singapura, 2 jiwa meninggal karena Covid-19, sehingga totalnya menjadi 1.468 jiwa. Sebanyak 758 pasien Covid-19 dirawat di rumah sakit pada Jumat, dengan 14 dalam perawatan intensif dan 68 membutuhkan dukungan oksigen. Tingkat infeksi minggu ke minggu adalah 1,02 pada hari Jumat (22/7).
Mengenal Centaurus
Kasus sub-varian pertama kali terdeteksi di India, pada awal Mei. Menurut para ilmuwan, sub-varian BA.2.75 dapat menyebar dengan cepat dan menghindari kekebalan dari vaksin dan infeksi sebelumnya.
Subvarian ini telah menyebar ke negara-negara di Asia, Eropa, Amerika Utara dan Australia. BA.2.75 adalah galur sub-garis keturunan dari subvarian Omicron BA.2.
Laporan Channel News Asia, menurut statistik yang disediakan oleh database GISAID dan A*STAR, BA.2.75 memiliki total 9 mutasi baru pada protein lonjakannya dibandingkan dengan induknya BA.2. Ini mengacu pada bagian virus yang menempel pada reseptor pada sel manusia.
“Meskipun ada beberapa perubahan lonjakan lebih banyak dibandingkan dengan varian dominan dan lainnya saat ini, mereka masih dari keluarga garis keturunan yang sama,” kata Direktur Eksekutif Institut Bioinformatika A*STAR dr. Sebastian Maurer-Stroh.
WHO menetapkan subvarian ini masuk dalam radar pemantauan. Penyakit ini dinilai lebih menular dan mampu lolos dari antibodi.
JawaPos.com – Singapura menemukan 6 kasus baru pasien Covid-19 terinfeksi subvarian Omicron BA.2.75 atau dijuluki Centaurus. Varian tersebut menginfeksi secara lokal atau orang ke orang.
Artinya, 6 kasus baru itu menambah 2 kasus infeksi impor sebelumnya yang terdeteksi pada 14 Juli. Semua individu sudah diisolasi setelah dites positif.
“Pasien memiliki gejala ringan,” kata Kementerian Kesehatan seperti dilansir dari Straits Times, Minggu (24/7).
Menurut pembaruan harian Kemenkes Singapura, 2 jiwa meninggal karena Covid-19, sehingga totalnya menjadi 1.468 jiwa. Sebanyak 758 pasien Covid-19 dirawat di rumah sakit pada Jumat, dengan 14 dalam perawatan intensif dan 68 membutuhkan dukungan oksigen. Tingkat infeksi minggu ke minggu adalah 1,02 pada hari Jumat (22/7).
Mengenal Centaurus
Kasus sub-varian pertama kali terdeteksi di India, pada awal Mei. Menurut para ilmuwan, sub-varian BA.2.75 dapat menyebar dengan cepat dan menghindari kekebalan dari vaksin dan infeksi sebelumnya.
Subvarian ini telah menyebar ke negara-negara di Asia, Eropa, Amerika Utara dan Australia. BA.2.75 adalah galur sub-garis keturunan dari subvarian Omicron BA.2.
Laporan Channel News Asia, menurut statistik yang disediakan oleh database GISAID dan A*STAR, BA.2.75 memiliki total 9 mutasi baru pada protein lonjakannya dibandingkan dengan induknya BA.2. Ini mengacu pada bagian virus yang menempel pada reseptor pada sel manusia.
“Meskipun ada beberapa perubahan lonjakan lebih banyak dibandingkan dengan varian dominan dan lainnya saat ini, mereka masih dari keluarga garis keturunan yang sama,” kata Direktur Eksekutif Institut Bioinformatika A*STAR dr. Sebastian Maurer-Stroh.
WHO menetapkan subvarian ini masuk dalam radar pemantauan. Penyakit ini dinilai lebih menular dan mampu lolos dari antibodi.
Penerbit : PT Surakarta Intermedia Pers
Alamat : Jalan Kebangkitan Nasional Nomor 37 Surakarta