Anda belum login
Anda belum login
Sign InorSign Up
Email
Password
Nama
Email
Password
Ulangi Password
Email
Password
Nama
Email
Password
Ulangi Password
Pencarian
INVESTOR.id
ilustrasi harga minyak sumber: Antara
JAKARTA, investor.id – Tim Research and Development ICDX mengatakan, pergerakan harga minyak pagi ini terpantau masih bergerak tertekan dibebani oleh beberapa sentimen antara lain proyeksi harga minyak dari EIA, rencana perilisan tambahan minyak oleh AS, dan berita kemunculan kasus Covid di kota Wuhan. Meski demikian, laporan stok minyak dari API membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Dalam laporan terbaru yang dirilis oleh grup industri, American Petroleum Institute (API) menunjukkan stok minyak mentah AS dalam sepekan merosot turun sebesar 4.04 juta barel. Untuk stok bensin juga turun sebesar 1.06 juta barel. “Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang bullish di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan angka resmi versi pemerintah yang akan dirilis malam nanti oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA),” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Rabu (27/7/2022).
Baca juga: Pemotongan Pasokan Gas ke Eropa Mendukung Harga Minyak
Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menambahkan, dalam laporan prospek energi jangka pendek bulan Juli yang dirilis hari Selasa, EIA menurunkan proyeksi harga minyak mentah jenis Brent untuk tahun 2022 dari sebelumnya US$ 107,37 per barel menjadi US$ 104,05 per barel. EIA juga memangkas perkiraan harga untuk tahun 2023 dari US$ 97,24 per barel menjadi US$ 93,75 per barel. “Adapun yang menjadi faktor pemicu pemangkasan harga tersebut karena EIA memperkirakan akan terjadi kenaikan persediaan minyak global pada akhir 2022,” tambah Tim Research and Development ICDX.
Masih dari AS, Tim Research and Development ICDX menyebut, pemerintahan Biden pada hari Selasa mengatakan akan merilis tambahan 20 juta barel minyak dari Cadangan Minyak Strategis. Sejauh ini AS telah merilis sebanyak 125 juta barel dari cadangan dan hampir 70 juta barel sudah dikirim ke pembeli, ungkap seorang pejabat senior pemerintah. Di saat yang sama, Departemen Energi AS juga akan segera merilis aturan terkait rencana pengembalian minyak ke cadangan strategis, yang saat ini levelnya telah turun menjadi 475,5 juta barel, terendah sejak Juni 1985.
Baca juga: Minyak Naik US$ 2 Karena Greenback Melemah
Tim Research and Development ICDX mengatakan, turut membebani pergerakan harga lebih lanjut, pemerintah kota Wuhan menutup sementara beberapa bisnis dan transportasi umum di distrik Jingxia mulai hari Rabu, pasca otoritas kesehatan pada hari Selasa mendeteksi dua kasus infeksi baru saat pengujian rutin dan dua kasus lainnya saat pemeriksaan individu yang melakukan kontak dekat dengan infeksi. kemunculan kembali kasus Covid di kota yang menjadi tempat pandemi pertama kali muncul di Tiongkok itu meningkatkan kekhawatiran akan pemberlakuan pembatasan yang lebih ketat termasuk lockdown, yang akan mendorong penurunan permintaan minyak di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.
“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 100 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 90 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.
Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)
Sumber : Investor Daily
Berita Terkait
Pemotongan Pasokan Gas ke Eropa Mendukung Harga Minyak
Minyak Naik US$ 2 Karena Greenback Melemah
Minyak Meredup Dibebani Ancaman Wabah Cacar Monyet di Tengah Lonjakan Covid-19
Minyak AS Jatuh di Bawah US$ 95
Terpopuler
01
Mulai Lagi, Dirut Samudera Indonesia (SMDR) Top-up Saham Perseroan
Selasa, 26 Juli 2022 | 12:32 WIB
02
Investor Asing Crossing Beli Saham Smartfren (FREN) Rp 1,5 Triliun
Selasa, 26 Juli 2022 | 17:02 WIB
03
WIR Asia (WIRG) Mulai Pamerkan Konsep Metaverse Indonesia
Senin, 25 Juli 2022 | 22:14 WIB
04
Ekonomi Terus Membaik, Laba Bersih Emiten Ikut Naik
Selasa, 26 Juli 2022 | 14:02 WIB
05
Saham-saham Ini Kasih Cuan Besar, ARKO Tertinggi
Selasa, 26 Juli 2022 | 11:46 WIB
Terkini
Demand Naik Armada Kurang, Blue Bird (BIRD) Percepat Belanja Kendaraan Rp 1,2 Triliun
Rabu, 27 Juli 2022 | 16:44 WIB
Kawasan Industri Cikarang Tumbuh, Lippo Cikarang (LPCK) Diuntungkan
Rabu, 27 Juli 2022 | 16:35 WIB
Kupon Obligasi dan Sukuk XL Axiata (EXCL) Dipatok Hingga…
Rabu, 27 Juli 2022 | 16:26 WIB
Rayakan Hari Anak Nasional, KlikDokter Adakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Rabu, 27 Juli 2022 | 16:17 WIB
Kementerian Kominfo Sambut Inisiatif BNI Kembangkan Industri Game
Rabu, 27 Juli 2022 | 16:13 WIB
Copyright ©2022 Investor Daily. All Rights Reserved

source