Penjelasan Kemenkes dan IDI soal Pesan Berantai Larangan "Nyate"
KOMPAS.com – Pesan berisi larangan memasak sate daging kurban kaitannya dengan merebaknya wabah penyakit kuku dan mulut (PMK), beredar luas di aplikasi WhatsApp.
Larangan tersebut diklaim berasal dari hasil rapat dinas kesehatan.
Disebutkan dalam pesan berantai tersebut, dibandingkan memasak sate, warga diimbau untuk memilih masakan yang direbus lebih dari 30 menit.
Baca juga: Beredar Pesan Berantai Larangan Nyate karena Wabah PMK, Ini Kata Kemenkes dan IDI
Alasannya untuk mencegah terjadinya penularan wabah PMK dari hewan ke manusia.
Berikut isi pesannya berantai yang menyebar di WhatsApp:
Rapat di Dinkes kemarin ada titipan pesan himbauan buat masyarakat untuk perolehan daging qurban agar tidak dimasak sate, baiknya dimasak yang menggunakan perebusan lebih dari 30 menit.
Mencegah penyakit mulut dan kuku yang menyerang pada hewan ternak, meskipun telah dilakukan pemeriksaan pada hewan tersebut sebelum dipasarkan.
Berkaca pada kasus penyakit SARS dan MERS yang sangat berbahaya yang disebabkan virus yang bersifat zoonosis yaitu ditularkan dari hewan ke manusia. Harus berhati-hati dan jangan sampai terjadi lagi.
Pencegahan lebih baik dari pengobatan.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi di Kantor Kemenkes, Kuningan, Jakarta, Kamis (21/4/2022).Terkait beredarnya pesan tersebut, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menegaskan, informasi tersebut tidak benar.
“Hoaks,” kata Nadia saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (9/7/2022).
Menurutnya, sampai saat ini belum ada laporan penularan kasus PMK dari hewan ke manusia, apalagi manusia ke manusia.
Baca juga: Cara Makan Daging Kambing untuk Penderita Hipertensi secara Aman
Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban di Kantor IDI, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2020)
Penegasan serupa juga diungkapkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Ketua Dewan Pertimbangan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB-IDI) Zubairi Djoerban membantah isi pesan berantai tersebut.
Pihaknya menjelaskan, potensi penularan PMK dari hewan ke manusia sangat kecil.
“Ini pun sebagian kecil terjadinya juga karena cara memasaknya kurang tepat. Namun walau cara masaknya kurang tepat juga tetap rendah,” kata Zubairi terpisah, Sabtu (9/7/2022).
Zubairi menyebut larangan memasak sate saat Idul Adha kali ini tidak bisa dibenarkan.
Baca juga: Mitos atau Fakta: Daging Kambing Picu Darah Tinggi atau Hipertensi?
Tips agar Daging Kambing Tak Bau “Prengus” Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Kunjungi kanal-kanal Sonora.id
Motivasi
Fengshui
Tips Bisnis
Kesehatan
Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi Kompas.com
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.