Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menutup seluruh gerai Holywings di Jakarta dinilai jadi langkah manuver politiknya jelang Pemilu 2024.
Pengamat Politik Adi Prayitno mengatakan, Anies Baswedan memiliki kecondongan hubungan dengan suara kelompok Islam.
Terlebih namanya belakangan ini selalu menempati posisi tiga besar sebagai figur yang potensi maju sebagai Calon Presiden versi beberapa lembaga survei.
“Stigma itu enggak hilang, penutupan Holywings ini justru menunjukkan bahwa Anies afiliasi politiknya ke kelompok Islam,” kata Adi saat diskusi politik bersama Total Politik di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Minggu (3/7/2022).
Tak hanya itu, Adi juga mengatakan kalau langkah Anies menutup gerai Holywings memiliki tujuan untuk menyenangkan massa pendukungnya.
Pada pandangan politik, menurut Adi, keputusan Anies bisa disebut sebagai cara berkomunikasi kepada massa pendukungnya bahwa dia masih berada dalam kelompok yang sama seperti pada Pemilu 2019.
Baca juga: Holywings Digugat 2 Warga Kota Tangerang ke Pengadilan: Ini Alasannya
“Kan itu sederhana aja penjelasannya, ini entitas menyebut Muhammad dan Maria. Ini jadi sensitif menyangkut agama. Anies misalnya menyenangkan pendukungnya, ya oke. Tapi ini juga menebalkan keyakinan Anies begitu dekat dengan kelompok agama itu,” tuturnya.
Sebab kata dia, jika memang langkah penutupan Holywings itu didasarkan pada izin operasi, kenapa hal tersebut tidak dilakukan oleh Pemprov sejak lama.
“Kalau soal izin, kenapa gak dari dulu dilarang? Kan sudah ada beberapa kali soal pelanggaran PPKM, soal menjual miras, kenapa baru sekarang,” kata dia.
Baca juga: Wali Kota Bobby Nasution Tegaskan Tidak Akan Ikut-ikutan Menutup Holywings Medan

source