Jakarta, InfoPublik – Pemerintah memberikan informasi ke publik mengenai upaya peningkatan produk laptop dalam negeri di berbagai Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah (K/L/PD) untuk pengadaan Tahun Anggaran 2022. Upaya itu telah menghasilkan efisiensi anggaran yang cukup signifikan.
Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Odo R. M. Manuhutu, mengungkapkan pihaknya  bersama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan Kementerian Keuangan mengadakan Konferensi Pers tentang  pemberian informasi ke publik mengenai upaya peningkatan produk laptop dalam negeri
“Sebelumnya saya mengapresiasi kinerja LKPP yang telah melakukan konsolidasi terhadap pengadaan barang dan jasa dalam negeri untuk belanja berbagai K/L/PD. Saat ini, LKPP telah berhasil melakukan konsolidasi pada pengadaan laptop produk dalam negeri,” ungkap  Odo R. M. Manuhutu dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (29/7/2022).
Kepala LKPP Abdullah Azwar Anas mengatakan, pemerintah di bawah arahan Presiden Joko Widodo telah melakukan konsolidasi pengadaan laptop dan juga melakukan efisiensi atau penghematan dalam pengadaan barang dan jasa.
“Program konsolidasi belanja laptop (TIK) senilai Rp6,33 triliun dan berhasil mencapai efisiensi sebesar Rp1,8 triliun,” jelasnya.
Pemerintah melakukan konsolidasi belanja TIK dengan nilai belanja total Rp6,33 triliun, terdiri atas TIK Pendidikan Rp3,42 triliun dan TIK Administrasi Perkantoran Rp2,92 triliun.
Hasil dari kosolidasi ini pemerintah berhasil melakukan efisiensi Rp1,8 triliun, terdiri atas efisiensi Rp951,3 miliar untuk Laptop TIK Pendidikan dan efisiensi Rp867,2 miliar untuk laptop Administrasi Perkantoran.
“Hal itu merupakan salah satu upaya pemerintah untuk melakukan efisiensi, sehingga tidak ada lagi anggaran yang terbuang-buang. Bukan hanya menguntungkan efisiensi negara, tetapi ini menjadi langkah pemerintah untuk mendorong industri dalam negeri untuk terus berkembang,” tambahnya.
Sementara Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi, dan Teknologi Informasi Kementerian Keuangan Sudarto menambahkan, konsolidasi pengadaan barang dan jasa itu juga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi.
“Semua itu menjadi langkah awal bagi pemerintah untuk dapat terus berinovasi untuk membuat birokrasi pemerintah semakin efisien, serta membantu produsen dalam negeri kita dapat meningkatkan kualitasnya untuk melakukan ekspor,” ujarnya.
Kemenkeu sebelumnya sudah menetapkan apa yang menjadi kebutuhan dan spesifikasi dari kriteria laptop dalam negeri yang akan dijual di pasaran. Sudah ditetapkan sebelumnya, bahwa laptop yang termasuk ke dalam produk dalam negeri adalah laptop yang mempunyai sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 25 persen.
“Program itu berjalan sesuai dengan arahan Presiden dan akan segera kita arahkan kepada berbagai industri lainnya seperti alat kesehatan, alat pertanian, dan lainnya,” jelasnya.
Deputi Odo menambahkan bahwa pemerintah saat ini sudah melakukan berbagai perubahan dan bergerak secara cepat untuk memajukan Indonesia, salah satunya melalui sektor industri dalam negeri.
“Konsolidasi yang telah dilakukan saat ini merupakan implementasi dari Inpres Nomor 2 Tahun 2022 terkait Afirmasi Gerakan Bangga Buatan Indonesia. Oleh karena itu, ke depannya kita perlu berkolaborasi, berinovasi, dan bergerak cepat bersama-sama,” tegasnya.
Foto: Twitter LKPP
119 Kali

Copyright © 2018 InfoPublik. All rights reserved.

source