Merdeka.com – Misi Haji Indonesia yang diwakili Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Hilman Latief, bertemu dengan Misi Haji Malaysia yang dipimpin Ketua Tabung Haji Malaysia Dato’ Sri Syed Saleh Syed Abdul Rahman.
Dalam pertemuan itu, kedua negara berdiskusi soal penyelenggaraan ibadah haji 2022. Sekaligus bertukar pikiran untuk pelayanan haji yang lebih baik.
“Kita hari ini mendapat tamu kehormatan, Misi Haji Malaysia. Kita mendiskusikan penyelenggaraan haji 2022, memperbincangkan proses pelaksanaan haji tahun ini, evaluasi, bertukar pikiran, bertukar pendapat, dan saling memberikan informasi terkait layanan haji,” ujar Hilman saat memberikan keterangan pers usai pertemuan di Kantor Daerah Kerja Makkah.
Baik Indonesia maupun Malaysia, kata Hilman, memiliki komitmen yang sama agar pelayanan haji di tahun berikutnya semakin baik.
“Ada beberapa isu yang akan didiskusikan di waktu mendatang. Kedua negara punya komitmen untuk memperbaiki layanan jemaah haji di negaranya masing-masing,” sambungnya.
Hilman menambahkan, hal penting lainnya yang menjadi fokus pembahasan adalah soal kenaikan biaya Masyair (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Sebelumnya, biaya Masyair sekitar 1.800 Riyal. Tahun ini naik signifikan menjadi 5.656 Riyal. Kenaikan ini diberlakukan ke negara-negara pengirim jemaah haji, termasuk Indonesia dan Malaysia.
Dalam pertemuan itu, lanjut Hilma, kedua negara tidak keberatan dengan kenaikan yang ditetapkan. Asal, benar-benar sebanding dengan fasilitas yang diberikan pada jemaah agar lebih nyaman. Kenaikan biaya Masyair, katanya, tentu juga akan berdampak pada pendanaan haji di masa selanjutnya.
“Kita evaluasi bersama dan sepakat biaya yang dibayarkan harus sebanding dengan layanan yang kita terima. Dan kita ingin biaya sepadan dengan layanan dan tidak memberatkan jemaah,” jelas Hilman.
Untuk itu, kata Hilman, kedua pihak sepakat untuk bisa masuk secara lebih detail dalam membahas bujet yang ditetapkan, keperluan untuk apa saja.
“Kita bangun fairness untuk jemaah, petugas, dan penyelenggara di Arab Saudi,” harapnya.
Advertisement
Dalam kesempatan yang sama, Dato’ Sri Syed Saleh Syed Abdul Rahman berharap pertemuan serupa rutin digelar. Pertemuan seperti ini, katanya, sangat penting dilakukan negara-negara pengirim jemaah haji untuk saling bertukar pandangan dan memberi masukan agar seluruh jemaah yang melaksanakan ibadah haji mendapatkan fasilitas terbaik.
“Saat pulang ke Tanah Air, setelah evaluasi, kita akan bertemu lagi untuk melihat potensi kerja sama dalam rangka meningkatkan layanan jemaah haji, aspek kesehatan bimbingan ibadah haji dan juga yang penting yang perlu ditangani dengan baik dari segi kenaikan biaya haji,” jelasnya.
“Kita sepakat untuk menindaklanjuti perbincangan ini tentang bagaimana menangani kenaikan biaya agar tidak membebani jemaah di masa mendatang,” ucap Syed Saleh.
Syed Saleh mengklaim layanan haji yang diterima jemaah asal Malaysia lebih baik pada tahun ini. Tetapi dia merasa masih perlu meneliti lebih terperinci terkait kenaikan biaya Masyair yang dibayarkan peruntukannya untuk apa saja.
“Pengumuman haji tahun ini mendesak. Kita tidak banyak waktu untuk berdiskusi. Ke depan dengan waktu lebih panjang kita bisa berdiskusi terkait untuk apa saja yang diberikan terkait kenaikan biaya,” pungkas Syed Saleh.
Baik Hilman maupun Syed Saleh sepakat untuk terus menjalin komunikasi soal pelaksanaan haji. Dalam beberapa waktu ke depan, keduanya berencana bertemu kembali.
Baca juga:
Jika Kuota Normal: Masa Tunggu Haji Indonesia 43 Tahun, Malaysia 141 Tahun
Cara Penjual Al-Qur’an di Makkah saat Tawarkan ke Orang Indonesia, Pakai Bahasa Sunda
Uang Jemaah Haji yang Hilang Sudah Diganti Pihak Hotel, Youtuber Minta Maaf
Wajah Semringah Jemaah Haji Indonesia Tak Sabar Tiba di Madinah
Tiga Jemaah Embarkasi Medan Meninggal saat Ibadah Haji 2022
Tiba di Madinah, Jemaah Haji Indonesia Bersiap Laksanakan Arbain
Jemaah Haji Asal Jabar Kehilangan Rp14 Juta di Kamar Hotel di Mekkah
Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami
OJK Terbitkan Aturan Soal Bisnis Pinjol, Harus Punya Modal Rp25 Miliar
Mengenal Tifoid Dalam Kasus Kematian Korban Perundungan di Tasikmalaya
Fakta-Fakta soal Ditariknya Es Krim Haagen Dazs dari Pasar
Nasib Junta Militer Myanmar, Perang Saudara yang Tak Bisa Dimenangkan
Anies Diusulkan Duet dengan Puan, PDIP: Sebut 7 Prestasinya, Pasti Bingung Jawabnya
Kasus Korupsi Kredit Macet BTN Medan, Direktur Perusahaan Swasta Ditahan
Update Kasus Meme Jokowi: Roy Suryo Tersangka dan Masih Jalani Pemeriksaan sejak Pagi
Empat Tembakan Tidak Membuatnya Roboh, Ini Kesaksian Pencuri Motor di Pasuruan
Autopsi Ulang Jasad Brigadir J, Polisi: Semakin Cepat Semakin Baik
Hampir 24 Jam Diperiksa Penyidik, Nikita Mirzani Tak Mau Berpisah dari Anak
Sebelum Dibunuh, Calon Kades di Ogan Ilir Sempat Adu Mulut dengan Seseorang
Polri: Kasus Dugaan Pembunuhan Berencana Brigadir J Naik Penyidikan
Lima Tersangka Penyelewengan Solar Bersubsidi di Bekasi Ditangkap, Begini Modusnya
Kuasa Hukum Minta Proses Hukum Nikita Dihentikan atau Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
Komnas HAM Kantongi Catatan Detail Luka di Tubuh Brigadir J
Update Covid-19 22 Juli 2022: Kasus Positif Bertambah 4.834
Jika Kuota Normal: Masa Tunggu Haji Indonesia 43 Tahun, Malaysia 141 Tahun
Kasau Sambut Baik Tawaran Kerjasama Perluasan Informasi Publik dengan Emtek Group
Soal Kursi Menpan RB, PDIP: Ada Ganjar, Olly dan Hasto
Masih Berduka, Airlangga Sebut Koalisi Belum Bahas Pengganti Tjahjo Kumolo
Mengenang Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo, Sosok Kakek yang Hangat dan Dekat dengan Cucu
Daftar PR Menteri Baru Jokowi
Luhut Bongkar Rahasia, Kisah di Balik Jokowi Sering Merotasinya Sebagai Menteri
Momen Jokowi Lupa Sapa Zulkifli Hasan dan Hadi Tjahjanto di Sidang Kabinet Paripurna
Daftar PR Menteri Baru Jokowi
Cerita Reshuffle Kabinet Jokowi
CEK FAKTA: Tidak Benar Jokowi Dipilih Jadi Pemimpin Satgas Penanganan Krisis Global
Momen Jokowi Ditawari Warga Menginap Gratis di Labuan Bajo
Dapat Atensi Jokowi, Ini Harapan Pihak Keluarga Brigadir J kepada Polri
Jokowi akan Jadi Presiden Pertama Kunjungi China Sejak Olimpiade Musim Dingin
Update Covid-19 22 Juli 2022: Kasus Positif Bertambah 4.834
Kasus Covid-19 Meningkat, Menkes Minta Masyarakat Tidak Khawatir
Pemerintah Pertimbangan Vaksinasi Dosis 4 Akibat Pandemi Covid-19 Berkepanjangan
Mantan Sekda Samosir Dituntut 7 Tahun Penjara terkait Korupsi Dana Covid-19
Jepang Laporkan Kasus Covid-19 Harian Tertinggi Sejak Februari
Update Covid-19 Nasional Hari Ini 21 Juli 2022: Kasus Positif Bertambah 5.410
Pemprov DKI Tutup Sementara SMPN 85, Ini Alasannya
Kasus Covid-19 Tembus 5.000 Sehari, IDI Nilai Level PPKM Belum Perlu Dinaikkan
Aturan Terbaru, Jemaah Haji Wajib Tes Antigen saat Tiba di Tanah Air
Masih Pandemi, Petugas Diminta Terus Ingatkan Jemaah Disiplin Prokes dan Pakai Masker
Belasan Orang Terpapar Covid-19 saat di Debarkasi, Jemaah Haji Diminta Tetap Tenang
Kasus Covid-19 di Depok Melonjak dalam 2 Pekan jadi 230, Pemicunya Omicron BA.5
Petugas di China Paksa Masuk Rumah Warga untuk Buru Kontak Dekat Pasien Covid-19
Seluruh Jemaah Haji yang Pulang ke Indonesia Diwajibkan Jalani Skrining Kesehatan
13 Jemaah Haji Debarkasi Surabaya Positif Covid-19
Beberapa Positif Covid saat Tiba di Indonesia, Jemaah Haji Diminta Taat Prokes
Pandemi Covid-19 Perburuk Kualitas Hidup Perempuan
Selama Pandemi Banyak Warga Australia Sakit Mata, Ternyata Ini Penyebabnya
Update Covid per 19 Juli 2022: Kasus Positif Bertambah 5.085
Banyak Jemaah Haji Positif, Menkes Perkirakan Puncak Gelombang Covid-19 Bisa Berubah
Jokowi Tanya Potensi BBM Naik jika APBN Tak Kuat Subsidi, Ini Jawaban Pedagang Pasar
Menghapus Subsidi BBM yang Tinggal Janji
Ini Jawaban Kremlin Tanggapi Isu Putin Sedang Sakit
Rusia Perluas Operasi Militer, Ingin Rebut Wilayah Lain di Ukraina
Advertisement
Advertisement
Nasib Junta Militer Myanmar, Perang Saudara yang Tak Bisa Dimenangkan
Fakta Dimulainya Penghapusan NPWP Diganti Menjadi NIK
Kini Dicopot, Ini Deretan Pernyataan Kapolres Jaksel soal Kasus Brigadir J

source