Jakarta, InfoPublik – Kehamilan yang tidak direncanakan merupakan fenomena global yang menjadi perhatian dan diangkat dalam laporan situasi kependudukan dunia 2022.
Hal itu dijelaskan Deputi Bidang Pengendalian Penduduk, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Bonivasius Prasetya Ichtiarto, dalam Peluncuran Laporan Situasi Kependudukan Dunia 2022 UNFPA dan disaksikan secara daring dari Jakarta, Jumat (29/7/2022).
“Secara global hampir setengah dari semua kehamilan terjadi secara tidak direncanakan, yaitu sekitar 121 juta kehamilan setiap tahunnya,” katanya.
Disampaikan, Laporan Situasi Kependudukan Dunia 2022, bertajuk Melihat yang Tak Terlihat: Waktunya untuk Bertindak dalam Krisis Kehamilan Tidak Direncanakan ini memperingatkan bahwa krisis hak asasi manusia ini berdampak serius terhadap masyarakat, perempuan dan anak perempuan, juga kesehatan global.
Sementara data yang dihimpun dari hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), mencatat sebanyak 7 persen perempuan pada usia 15 sampai 41 tahun tidak menginginkan anak, dan 8 persen kelahiran anak tidak sesuai dengan yang direncanakan keluarga.
Terkait itu, ia menegaskan pentingnya memperhatikan hak-hak reproduksi perempuan. “Hak-hak reproduksi perempuan harus diperhatikan apakah dia ingin hamil dan mempunyai anak. Itu perlu direncanakan secara baik dan matang,” tutupnya.
Foto: Istimewa
62 Kali

Copyright © 2018 InfoPublik. All rights reserved.

source