Pengasuh Ponpes Shiddiqiyyah KH Muhammad Mukhtar Mukthi sempat viral setelah meminta Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat tak menangkap putranya, Moch Subchi Azal Tsani (MSAT). Pria yang kerap disapa Mas Bechi ini merupakan DPO kasus pencabulan.
Kasus ini sudah bergulir beberapa tahun, korban pun menanti keadilan bisa ditegakkan. Korban mengaku cukup lelah atas lambannya penanganan kasus ini.
“Korban saat ini sudah sangat lelah menunggu proses hukum yang tidak selesai-selesai,” kata pendamping korban, Nun Sayuti, kepada detikJatim, Senin (4/7/2022).

Mas Bechi merupakan warga Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. Sehari-hari, ia disebut menjabat pengurus pondok pesantren milik ayahnya. Sebagai putra kiai, ia cukup disegani para pengikut sang ayah.
Dari informasi yang dihimpun detikJatim, kejadian pencabulan ini telah dilakukan sejak 2017. Korban mengaku modus Mas Bechi ialah mengadakan wawancara seleksi tenaga kesehatan untuk kliniknya. Sejumlah santriwati mengikuti seleksi ini.
Namun, di tengah seleksi, para santriwati mendapat kekerasan seksual dari Mas Bechi. Akhirnya pada 2018, ada santri yang berani melapor ke Polres Jombang. Laporan ini atas dugaan pencabulan, pemerkosaan, hingga kekerasan seksual pada tiga santriwati.
Pada Oktober 2019, Polres Jombang menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan. Ini karena pelapor dianggap tidak memiliki bukti lengkap.
Setelah penolakan laporan korban karena tak cukup bukti, akhirnya korban lain pun melaporkan MSAT ke Polres Jombang. Laporan ini juga dilakukan pada 2019. Hingga akhirnya, pada Januari 2020, penyidikan kasus ini resmi diambil alih Polda Jatim.
Saat itu, penyidikan kasus ini dilakukan Ditreskrimum Polda Jatim. Pengambilalihan penyidikan ini karena ada beberapa hal yang perlu dilakukan backup. Selain itu, status Mas Bechi telah ditetapkan sebagai tersangka.
Kendati telah menjadi tersangka, Mas Bechi tak kunjung ditahan. Bahkan dia kerap mangkir dari panggilan polisi. Polisi juga sempat mengancam akan menjemput paksa pelaku jika tak memenuhi panggilan.
Sementara itu, saat melakukan aksinya, Mas Bechi memiliki sejumlah modus, salah satunya berjanji akan memperistri korban. Mas Bechi juga disebut mengancam korban agar mau disetubuhi.

Hal ini diketahui penyidik dari laporan korban. Dirreskrimum Polda Jatim saat itu, Kombes Pitra Ratulangi, menyebut korban sempat merasa ketakutan.
“Ketika terlapor melakukan pencabulan terhadap pelapor dengan cara korban dibujuk rayu akan dijadikan istri,” ungkap Pitra di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Rabu (22/1/2020).
Polisi jemput paksa. Baca halaman selanjutnya.

source