MAKKAH – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bicara soal tantangan layanan kesehatan di area Jamarat, Mina tempat lempar jumrah.
Dalam laporan yang diterima Menag, tim kesehatan tidak bisa bergerak leluasa di area Jamarat karena ada aturan dari otoritas Arab Saudi. Umumnya jamaah mengalami kelelahan, dehidrasi hingga sakit jantung. Sebab jarak dari tenda ke area Jamarat kurang lebih 5 kilometer (km) pergi pulang (PP).

“Karena banyak aturan yang sebenarnya secara harfiah justru menghambat pergerakan pelayanan kesehatan cepat misal ambulance enggak boleh masuk, transportasi apapun enggak boleh masuk, kursi roda kosong enggak boleh masuk, ini kah susah,” kata Gus Men sapaan akrabnya di Pos Kesehatan Haji Indonesia di Mina, Sabtu (9/7/2022) malam.
Namun hal tersebut masih bisa diatasi dengan pergerakan petugas kesehatan seperti P3JH hingga EMT secara mobile. Tim kesehatan di Mina juga udah mempunyai cara yang efektif agar tetap melayani jamaah haji di area Jamarat.
“Teman-teman akali caranya bawa kursi roda dengan diisi beberapa barang supaya bisa masuk ke terowongan sana. Sulitnya lagi tidak dikasih space jadi kalau terjadi sesuatu di terowongan misalnya untuk lakukan evakuasi atau pertolongan sementara harus dipinggir dan tidak bisa lama-lama diusir sama askar sini harus bersilat lidah dulu,” ujarnya.

Menurut Menag, tim kesehatan di area Jamarat salah satu kunci sukses pelayanan jamaah haji. “Sekali lagi kerja teman-teman tenaga kesehatan luar biasa kerja sangat membantu jemaah,” katanya.
Di area Jamarat ada empat pos kesehatan yang dijaga P3JH, EMT hingga Linjam. “Mudah-mudahan sampai haji selesai tidak terjadi hal-hal mengkhawatirkan kalau pun ada, bisa teratasi,” tukasnya.

Sebelumnya, Gus Men meminta seluruh jamaah haji Indonesia tetap menjaga kesehatan bagi yang kemarin usai menjalankan ibadah wukuf dan hari ini mulai melakukan lempar jumrah.

“Pertama, jamaah harus jaga stamina, jangan lakukan kegiatan yang tidak diperlukan,” ujarnya.

 BACA JUGA:Tak Sanggup Lempar Jumrah, 65 Jamaah Haji Dirawat Terbanyak Sakit Jantung hingga Dehidrasi

Selain itu, jamaah juga diminta tetap mengikuti arahan petugas dan pembimbing haji.

“Jangan ambil inisiatif-inisiatif sendiri. Ikuti saja. Karena di Mina ini puncak kebutuhan fisik, jamaah sangat membutuhkan kekuatan fisik. Saya harap jamaah tetap jaga stamina dan ikuti pembimbing ibadah,” ujarnya.

1
2

Sebelumnya, Gus Men meminta seluruh jamaah haji Indonesia tetap menjaga kesehatan bagi yang kemarin usai menjalankan ibadah wukuf dan hari ini mulai melakukan lempar jumrah.
“Pertama, jamaah harus jaga stamina, jangan lakukan kegiatan yang tidak diperlukan,” ujarnya.
 BACA JUGA:Tak Sanggup Lempar Jumrah, 65 Jamaah Haji Dirawat Terbanyak Sakit Jantung hingga Dehidrasi
Selain itu, jamaah juga diminta tetap mengikuti arahan petugas dan pembimbing haji.
“Jangan ambil inisiatif-inisiatif sendiri. Ikuti saja. Karena di Mina ini puncak kebutuhan fisik, jamaah sangat membutuhkan kekuatan fisik. Saya harap jamaah tetap jaga stamina dan ikuti pembimbing ibadah,” ujarnya.
Berita Terkait
Bagikan Artikel Ini
Berita Lainnya
© 2007 – 2022 Okezone.com,
All Rights Reserved

source