KLATEN, suaramerdeka-solo.com – Jumlah anak yang mengalami stunting di Indonesia masih cukup besar.
Angka stunting di Indonesia mencapai 27 persen, jumlah itu cukup memprihatinkan karena termasuk yang tertinggi di dunia.
“Saat ini, angka stunting di Indonesia masih 27 sampai 29 persen, dan menjadi salah satu yang tertinggi di dunia. Ini perlu upaya bersama agar generasi muda Indonesia tidak stunting,” kata Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo SPi MM, Kamis (21/7/22).
Baca Juga: Seolah Hilang Ditelan Bumi, Sosok Bharada E Tak Pernah Muncul ke Publik, Kemana?
Hal itu diungkapkan Anggota Fraksi PDIP DPR RI itu di sela-sela acara Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja di Rest Area Ngembong, Desa Gatak, Kecamatan Ngawen, Klaten.
“Acara ini salah satu upaya kita untuk menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi, bahwa stunting menjadi PR kita bersama. Angkanya masih 27 persen, ini menjadi tantangan kita, butuh gotong royong semua pihak mulai dari pusat sampai RT/RW,’’ ujar dia.
Baca Juga: Kebo Bule Keturunan Kiai Slamet Keraton Solo Mati Jelang Kirab Malam 1 Sura, Pertanda Apa?  
Menurutnya, stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak yang terjadi kekurangan gizi, menjadi musuh bersama. Kondisi stunting akan mempengaruhi kualitas generasi muda, karena tumbuh kurang optimal.
“Angka stunting harus diturunkan sesuai target presiden yakni pada tahun 2024 angka stunting harus turun sampai 14 persen. Penurunan yang cukup tinggi, namun saya yakin dengan gotong royong bisa dilakukan. Kita gak ikhlas generasi muda terkena stunting,’’ tegas Rahmad.
Baca Juga: Pilot Sakit. Pesawat Citylink Tujuan Surabaya-Ujung Pandang Mendarat Darurat. Begitu Mendarat Pilot Meninggal
Editor: Heru Susilo
Jalan Dr Moewardi 34 Purwosari, Laweyan, Solo

0812-3002-4029
solo@suaramerdeka.com
©2022 ProMedia Teknologi

source