Sekitar 25 juta anak di seluruh dunia telah melewatkan imunisasi rutin terhadap penyakit umum seperti difteri. Indonesia termasuk yang mengalami penurunan cakupan cukup besar.
Guru dan petugas dari puskesmas membujuk seorang siswa untuk imunisasi Td guna mencegah penyakit tetanus di SD Santo Antonius Dari Padua, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (18/11/2019).
JAKARTA, KOMPAS — Sekitar 25 juta anak di seluruh dunia telah melewatkan imunisasi rutin untuk penyakit umum seperti difteri. Ini menjadi penurunan cakupan vaksin tertinggi selama 30 tahun terakhir. Hal ini disebabkan karena pandemi Covid-19 telah mengganggu layanan kesehatan dan memicu informasi yang keliru soal vaksin.
Demikian laporan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia dan Unicef yang dikeluarkan pada Jumat (15/7/2022). Laporan ini menunjukkan adanya tren penurunan cakupan imunisasi anak yang dimulai sejak 2019.
Harian Kompas adalah surat kabar Indonesia yang berkantor pusat di Jakarta. Kompas diterbitkan oleh PT Kompas Media Nusantara yang merupakan bagian dari kelompok usaha Kompas Gramedia (KG), yang didirikan oleh P.K. Ojong (almarhum) dan Jakob Oetama sejak 28 Juni 1965.
Mengusung semboyan “Amanat Hati Nurani Rakyat”, Kompas dikenal sebagai sumber informasi tepercaya, akurat, dan mendalam.