BPJS Kesehatan dan Kementerian Agama Kabupaten Jombang mengadakan sosialisasi BPJS Kesehatan kepada Pengurus Pondok pesantren, Madrasah Diniyah (Madin) dan Lembaga Pendidikan Al-Quran (LPQ). Kegiatan yang dilaksanakan secara bertahap ini diharapkan mewujudkan perlindungan kesehatan melalui Jaminan Kesehatan Nasional dan mendukung percepatan capaian Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Jombang.
“Setiap Penduduk perlu memiliki Jaminan Kesehatan karena tarif biaya pelayanan kesehatan terus mengalami kenaikan. Sosialisasi ini dihadiri sekitar 400 orang perwakilan dari pegawai Pekerja Penerima Upah (PPU) dan Pekerja Bukan Penerima Upah Kolektif (PBPU Kolektif) bagi para santri dan santriwati dibawah lingkup kerja Kementrian Agama Kabupaten Jombang,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Jombang, Rizky Camelia Bibi
.
Bibi menjelaskan, jumlah Penduduk Kabupaten Jombang yang telah terdaftar sebagai peserta JKN sejumlah 1.095.533 atau 81,07% dari jumlah total penduduk di Kabupaten Jombang. Dengan kolaborasi yang dilakukan, diharapkan bisa menghasilkan output positif dalam mendukung percepatan UHC dengan mendaftarkan pekerja segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) dan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Kolektif.
Selain itu, Bibi berharap dengan hadirnya inovasi BPJS Kesehatan berbasis digital di masa Pandemi Covid-19 dapat diketahui seluruh peserta. Terutama dengan adanya kanal-kanal layanan bagi peserta, sehingga dapat memperoleh layanan tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan.
“Dengan adanya penyebarluasan informasi ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang Program JKN dan mengakses secara digital seperti aplikasi Mobile JKN, PANDAWA, Chat Assistant JKN (CHIKA) dan BPJS Kesehatan Care Center 165, sehingga peserta dapat lebih memahami hak dan kewajiban sebagai peserta serta,” ungkap Bibi.
Pada Kesempatan yang sama, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Taufiqurrohman, menyampaikan apresiasi dan terimakasih bahwa kegiatan ini sangat penting dilakukan, dalam upaya untuk mengetahui tata cara memanfaatkan pelayanan kesehatan bagi pegawai dan keluarganya.
“Kami akan selalu mendukung program yang mulia ini, selalu mengingatkan dan evaluasi setiap bulan kepada lembaga-lembaga Pendidikan maupun non-pendidikan untuk memastikan peserta dan anggota keluarganya untuk segera didaftarkan kepesertaannya dalam mencapai UHC,” tutup Taufiq.
BPJS Kesehatan dan Kementerian Agama Kabupaten Jombang mengadakan sosialisasi BPJS Kesehatan kepada Pengurus Pondok pesantren, Madrasah Diniyah (Madin) dan Lembaga Pendidikan Al-Quran (LPQ). Kegiatan yang dilaksanakan secara bertahap ini diharapkan mewujudkan perlindungan kesehatan melalui Jaminan Kesehatan Nasional dan mendukung percepatan capaian Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Jombang.
“Setiap Penduduk perlu memiliki Jaminan Kesehatan karena tarif biaya pelayanan kesehatan terus mengalami kenaikan. Sosialisasi ini dihadiri sekitar 400 orang perwakilan dari pegawai Pekerja Penerima Upah (PPU) dan Pekerja Bukan Penerima Upah Kolektif (PBPU Kolektif) bagi para santri dan santriwati dibawah lingkup kerja Kementrian Agama Kabupaten Jombang,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Jombang, Rizky Camelia Bibi
.
Bibi menjelaskan, jumlah Penduduk Kabupaten Jombang yang telah terdaftar sebagai peserta JKN sejumlah 1.095.533 atau 81,07% dari jumlah total penduduk di Kabupaten Jombang. Dengan kolaborasi yang dilakukan, diharapkan bisa menghasilkan output positif dalam mendukung percepatan UHC dengan mendaftarkan pekerja segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) dan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Kolektif.
Selain itu, Bibi berharap dengan hadirnya inovasi BPJS Kesehatan berbasis digital di masa Pandemi Covid-19 dapat diketahui seluruh peserta. Terutama dengan adanya kanal-kanal layanan bagi peserta, sehingga dapat memperoleh layanan tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan.
“Dengan adanya penyebarluasan informasi ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang Program JKN dan mengakses secara digital seperti aplikasi Mobile JKN, PANDAWA, Chat Assistant JKN (CHIKA) dan BPJS Kesehatan Care Center 165, sehingga peserta dapat lebih memahami hak dan kewajiban sebagai peserta serta,” ungkap Bibi.
Pada Kesempatan yang sama, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Taufiqurrohman, menyampaikan apresiasi dan terimakasih bahwa kegiatan ini sangat penting dilakukan, dalam upaya untuk mengetahui tata cara memanfaatkan pelayanan kesehatan bagi pegawai dan keluarganya.
“Kami akan selalu mendukung program yang mulia ini, selalu mengingatkan dan evaluasi setiap bulan kepada lembaga-lembaga Pendidikan maupun non-pendidikan untuk memastikan peserta dan anggota keluarganya untuk segera didaftarkan kepesertaannya dalam mencapai UHC,” tutup Taufiq.
PT Mojokerto Intermedia Pers
Jl R A Basuni No 96 Jampirogo
Sooko Mojokerto 61361
Email: radar.mojokerto@jawapos.com

source