Thursday, 17 Zulqaidah 1443 / 16 June 2022
Thursday, 17 Zulqaidah 1443 / 16 June 2022

Rabu 15 Jun 2022 19:02 WIB
Red: Nora Azizah
Sejumlah ilmuwan sebut virus cacar monyet terdeteksi di sperma pasien.
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sedang mendalami laporan tentang temuan virus cacar monyet dalam cairan sperma pasien, kata pejabat WHO, mengutip reuters, Rabu (15/6/2022). Pendalaman itu dimaksudkan untuk melihat kemungkinan apakah cacar monyet bisa ditularkan secara seksual.

WHO masih meyakini bahwa virus tersebut terutama ditularkan lewat kontak dekat antar manusia. Namun dalam beberapa hari terakhir, para ilmuwan telah mendeteksi DNA virus dalam cairan sperma sejumlah pasien cacar monyet di Italia dan Jerman.

Baca Juga

“Kita benar-benar perlu fokus pada cara penularan yang paling sering terjadi dan kita dengan jelas melihat bahwa (penularan) itu berkaitan dengan kontak kulit,” kata Catherine Smallwood, manajer insiden cacar monyet di WHO Eropa, dalam jumpa pers.

Lebih dari 1.300 kasus cacar monyet telah dilaporkan oleh sekitar 30 negara, terutama di Eropa, sejak awal Mei. Sebagian besar kasus dilaporkan menimpa laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki.

Sementara itu, Uni Eropa akan menandatangani perjanjian dengan sebuah produsen untuk membeli sekitar 110.000 dosis vaksin cacar monyet. “Vaksin akan dikirimkan mulai akhir Juni,” kata komisaris kesehatan EU Stella Kyriakides, dilansir reuters, Selasa (14/6/2022).

Namun, Uni Eropa enggan menyebutkan nama produsen pembuat vaksin. Kyriakides tidak mengungkap nama pembuat vaksin itu. Para pejabat Komisi Eropa mengatakan namanya akan segera diumumkan. Di sela-sela pertemuan para menteri kesehatan EU di Luksemburg pada Selasa, Kyriakides mengatakan vaksin itu akan dibeli dengan dana EU dan dikirim ke negara-negara EU.

Regulator obat EU mengatakan bulan ini pihaknya sedang dalam pembicaraan dengan perusahaan biotek Denmark Bavarian Nordic mengenai data percobaan yang dapat mendukung perluasan penggunaan suntikan Imvanex yang disetujui di luar cacar termasuk cacar monyet. Imvanex dikenal sebagai Jynneos di Amerika Serikat, Regulator AS telah menyetujui vaksin cacar Bavaria untuk digunakan melawan cacar monyet.

 
WHO masih meyakini bahwa virus tersebut terutama ditularkan lewat kontak dekat antar manusia. Namun dalam beberapa hari terakhir, para ilmuwan telah mendeteksi DNA virus dalam cairan sperma sejumlah pasien cacar monyet di Italia dan Jerman.

“Kita benar-benar perlu fokus pada cara penularan yang paling sering terjadi dan kita dengan jelas melihat bahwa (penularan) itu berkaitan dengan kontak kulit,” kata Catherine Smallwood, manajer insiden cacar monyet di WHO Eropa, dalam jumpa pers.

Lebih dari 1.300 kasus cacar monyet telah dilaporkan oleh sekitar 30 negara, terutama di Eropa, sejak awal Mei. Sebagian besar kasus dilaporkan menimpa laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki.

Sementara itu, Uni Eropa akan menandatangani perjanjian dengan sebuah produsen untuk membeli sekitar 110.000 dosis vaksin cacar monyet. “Vaksin akan dikirimkan mulai akhir Juni,” kata komisaris kesehatan EU Stella Kyriakides, dilansir reuters, Selasa (14/6/2022).

Namun, Uni Eropa enggan menyebutkan nama produsen pembuat vaksin. Kyriakides tidak mengungkap nama pembuat vaksin itu. Para pejabat Komisi Eropa mengatakan namanya akan segera diumumkan. Di sela-sela pertemuan para menteri kesehatan EU di Luksemburg pada Selasa, Kyriakides mengatakan vaksin itu akan dibeli dengan dana EU dan dikirim ke negara-negara EU.

Regulator obat EU mengatakan bulan ini pihaknya sedang dalam pembicaraan dengan perusahaan biotek Denmark Bavarian Nordic mengenai data percobaan yang dapat mendukung perluasan penggunaan suntikan Imvanex yang disetujui di luar cacar termasuk cacar monyet. Imvanex dikenal sebagai Jynneos di Amerika Serikat, Regulator AS telah menyetujui vaksin cacar Bavaria untuk digunakan melawan cacar monyet.

Beberapa negara EU, termasuk Jerman dan Spanyol, telah memesan sendiri vaksin cacar monyet. Kyriakides mengatakan, EU telah mencatat 900 kasus cacar monyet.

Beberapa negara EU, termasuk Jerman dan Spanyol, telah memesan sendiri vaksin cacar monyet. Kyriakides mengatakan, EU telah mencatat 900 kasus cacar monyet.

Dapatkan Update Berita Republika
Pasien yang Kepercayaannya Larang Transfusi Darah Akhirnya Bisa Jalani Operasi Jantung
Kontaminasi ‘Forever Chemicals‘ dalam Air Minum Tingkatkan Risiko Hipertensi
Dokter: Penderita Serangan Jantung Bisa Diselamatkan
Epidemiolog: Subvarian BA.4 dan BA.5 Dikhawatirkan Bisa Menghindar dari Antibodi
Ponsel tak Pernah Mati? Coba Matikan Sepekan Sekali, Ini Manfaatnya
Bisnis Global

Para personel BTS akan fokus pada proyek individu untuk sementara waktu.
Politik

Pemilu 2024 yang akan datang agar dilakukan tanpa tekanan.
Jabodetabek Nasional

Apeksi menilai penghapusan serentak honorer bisa membuat pelayanan publik lumpuh.
Asia

Australia menginginkan kerja sama yang luas dan mendalam dengan Jepang
Jawa Tengah Diy

PT TWC akan melakukan uji coba kunjungan Borobudur begitu SOP disetujui
3 PHOTO
4 PHOTO
5 PHOTO
4 PHOTO
6 PHOTO
Kamis , 16 Jun 2022, 00:01 WIB
Rabu , 15 Jun 2022, 18:32 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved

source