KAREBA-TORAJA.COM, RANTEPAO — Wakil Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong meminta Puskesmas-puskesmas (PKM) yang ada di Toraja Utara melahirkan inovasi-inovasi yang bisa memperbaiki layananan kesehatan kepada masyarakat.
Tidak hanya Puskesmas, Dedy, begitu sapaan akrab Frederik Victor Palimbong, juga meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Toraja Utara, melakukan hal yang sama.
“Contohilah Puskesmas Laang Tanduk. Di masa pandemi Covid-19 mereka bisa melahirkan dua inovasi yang berhasil menyabet penghargaan dari Menteri Kesehatan. Ini contoh yang baik, yang mesti ditiru oleh semua Puskemas maupun OPD,” tegas Dedy, saat berkunjung ke PKM Laang Tanduk, Jumat, 25 Juni 2022.
Dedy mengatakan, kunjungannya ke PKM Laang Tanduk bertujuan untuk memberikan apresiasi dan menyemangati Kepala Puskesmas serta jajarannya agar tak puas dengan penghargaan yang ada tetapi terus melakukan inovasi dan meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyakat.
“Tentu kita sangat apresiasi kinerja mereka (PKM Laang Tanduk). Dan semoga ini bisa jadi inspirasi bagi kita semua, PKM, OPD, Camat, Lurah, dan Lembang untuk melahirkan inovasi-inovasi yang bisa membuat kehidupan masyarakat lebih baik,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, Puskesmas Laang Tanduk, Toraja Utara mendapat penghargaan dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia atas prestasi sebagai Puskesmas dengan Indeks Keluarga Sehat (IKS) tertinggi di Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2021.
BERITA TERKAIT: IKS Tertinggi, Puskesmas Laang Tanduk Dapat Penghargaan dari Menteri Kesehatan
Kepala Puskesmas Laang Tanduk, dr Ranlis H. Tangaran mengatakan apreasiasi dan penghargaan dari Menteri Kesehatan tidak lepas dari dua inovasi yang dilakukan di PKM tersebut.
Kedua inovasi tersebut, masing-masing “Teman si Hebat” yakni TEam peMANtau paSIen Hipertensi beroBAt Teratur. Kemudian, “Laang Tanduk BERSATU”, yaitu BElajaR SAmpai TUntas.
“Dari dua inovasi ini, kami bisa mendapat predikat Puskesmas dengan Indeks Keluarga Sehat (IKS) tertinggi di Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2021,” urai dr Ranlis.
Lebih lanjut dr Ranlis menjelaskan, kedua inovasi tersebut muncul saat masa pandemic Covid-19 dimana masyarakat takut datang ke sarana pelayanan kesehatan, termasuk Puskesmas.
“Sehingga kami petugas selaku “TEMAN” melakukan kunjungan ke rumah-rumah di wilayah kerja puskesmas untuk melakukan memantau dan mengintervensi sesuai indikator PIS-PK (Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga),” jelasnya. (*)
Penulis: Desianti
Editor: Arthur

No More Posts Available.
No more pages to load.

source