SURYA.co.id, LAMONGAN – Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke – 71 di Lamongan diramaikan dengan acara jalan sehat, Jumat (24/6/2022)
Sebanyak 1.307 bidan yang tergabung dalam IBI Cabang Lamongan terlibat diacara ini, start di depan Kantor IBI Ruko Demangan Regency Lamongan jalan Pahlawan.
Peserta jalan santai juga dimanjakan dengan ratusan hadiah yang bisa didapatkan dengan cara diundi.
Dibalik keceriaan ribuan  bidan yang tugas di Lamongan ini, mereka dituntut tugas berat yakni target menurunkan angka stunting  di bawah 14 persen pada tahun 2024, mengingat, prevelensi stunting di Lamongan pada tahun 2021 diangka 20,5 persen.
Lebih meluas lagi, peran IBI sangatlah diharapkan dalam rangka menekan angka kematian bayi.
Upaya IBI Lamongan dalam berkontribusi menurunkan stunting dan menekan angka kematian ibu dan bayi selama ini diapresiasi Wakil Bupati Lamongan, Abdul Rouf yang diungkapkan saat memberangkatkan peserta jalan sehat.
Ia mengajak peran aktif para bidan yang selama ini langsung bersentuhan dengan masyarakat dalam memberikan pelayanan kesehatan.
“Peran Bidan tidak ringan, bidan merupakan garda terdepan dalam menyelamatkan kesehatan dan kelahiran generasi bangsa ini,” ungkap Rouf.
Kolaborasi penanganan stunting  tidak bisa ditangani satu sektor atau dinas saja tapi dilakukan bersama sama secara kolaboratif. 
Ditambahkan, berbagai kegiatan pendampingan juga terus dilakukan untuk menekan angka stunting.
Diantaranya, Pemkab Lamongan telah membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebanyak 1.038 tim dengan jumlah anggota sebanyak 3.108 orang yang terdiri dari tenaga kesehatan, kades PKK dan kader KB.
Pendampingan ini ditujukan kepada calon pengantin (catin), ibu hamil dan ibu yang memiliki anak dibawah usia dua tahun (baduta)  yakni usia 0-23 bulan agar percepatan penurunan stunting berjalan efektif dan tepat sasaran.
Tak hanya persoalan stunting, HUT IBI yang  bertemakan, Perjalanan Panjang Profesi Bidan Mewujudkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Maju, juga diharapkan Rouf sebagai pelecut untuk menekan angka kematian ibu dan bayi di Lamongan.
Ia berharap agar jumlah kasus kematian ibu dan bayi di Lamongan terus menurun melalui peran IBI.
“Kesehatan ibu dan bayi masih menjadi persoalan yang terus dihadapi. Dimana terdapat 23 kasus atau 148,29 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Sementara jumlah kasus kematian bayi ada 80 kasus atau 5,16 per 1000 kelahiran hidup di Kabupaten Lamongan,” pungkasnya

source