Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022
Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

Sabtu 25 Jun 2022 19:52 WIB
Red: Friska Yolandha
Warga mendapatkan suntikan vaksinasi COVID-19 di Mal Alam Sutera, Tangerang, Banten, Kamis (24/2/2022). Vaksinasi penguat (booster) COVID-19 adalah penting bagi warga lanjut usia untuk menjaga kesehatan mereka dalam jangka panjang.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Vaksinasi penguat (booster) COVID-19 adalah penting bagi warga lanjut usia untuk menjaga kesehatan mereka dalam jangka panjang. Pemberian vaksin penguat bagi kelompok usia 60 tahun ke atas bisa diberikan dalam interval minimal tiga bulan setelah mendapat vaksin primer lengkap (dosis pertama dan kedua). 
“Studi dari WHO menunjukkan pada usia lanjut, vaksinasi COVID-19 dapat menurunkan kejadian penyakit berat, masuk rumah sakit dan kematian,” kata Ketua Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Prof Sri Rezeki Hadinegoro dalam webinar ‘Perjalanan Vaksinasi COVID-19: Pentingnya Vaksinasi Booster di Masa Pandemi’, Sabtu (25/6/2022).
Vaksinasi booster bisa dilakukan secara homolog atau heterolog dengan regimen vaksin yang tersedia di lapangan, yang sudah mendapatkan izin penggunaan darurat dari BPOM dan sesuai dengan rekomendasi ITAGI. 
Vaksinasi booster homolog adalah vaksin penguat menggunakan vaksin yang sama dengan jenis platform vaksin primer. Misalnya vaksin pertama dan kedua menggunakan AstraZeneca, kemudian vaksin booster juga dengan AstraZeneca.
Sementara booster heterolog, individu diberikan vaksin yang berbeda platform atau vaksin platform yang sama, namun, berbeda merek. Contohnya, vaksin pertama dan kedua menggunakan Sinovac, sementara booster dengan AstraZeneca.
Vaksin booster dipandang perlu untuk menghadapi virus corona yang terus bermutasi. Kajian kesehatan soal vaksin COVID-19 menunjukkan antibodi menurun dalam kurun waktu enam bulan setelah vaksinasi primer.
“Booster ini bisa meningkatkan antibodi, sangat signifikan,” kata Sri.
Selain lansia, kelompok yang perlu mendapatkan vaksin booster ialah orang yang memiliki penyakit komorbid dan orang yang mengidap defisiensi imun.
Pada orang dengan penyakit komorbid, vaksin bisa diberikan selama penyakit terkontrol. Misalnya, vaksin booster bisa diberikan kepada penderita diabetes sepanjang belum ada komplikasi akut. Masyarakat disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum vaksin jika memiliki penyakit komorbid.
Sekitar 76 persen masyarakat Indonesia belum mengikuti vaksinasi booster. Data surveilans Kejadian Ikutan Pascaimunisasi (KIPI) menunjukkan vaksin COVID-19 viral vektor aman digunakan baik untul vaksin primer maupun penguat.
“Hingga saat ini, data surveilans KIPI menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 viral vektor aman sebagai (vaksin) primer atau booster. Manfaat yang diperoleh juga jauh lebih besar daripada risiko yang mungkin terjadi,” kata Ketua Komisi Nasional KIPI, Prof Hinky Hindra Irawan Satari dalam webinar yang sama.
Laporan yang masuk ke Komnas KIPI, efek samping akibat vaksinasi tergolong ringan dan bisa disembuhkan, seperti demam, mual dan pegal.
Dapatkan Update Berita Republika
Apresiasi Kondektur yang Lindungi Penumpang, Erick Thohir: Tindak Tegas Pelaku Pelecehan
Bio Insuleaf, Jamu Herbal Alami Penurun Gula Darah Rekomendasi Ustaz Wijayanto
Meeting Terakhir Task Force ESC B20 Indonesia Hasilkan Rancangan Kebijakan Transisi Energi
Luhut: PeduliLindungi Jadi Alat Pantau Distribusi Minyak Goreng Curah
Antam Bagikan Dividen 50 Persen dari Laba 2021
Kajian Alquran

Hidup di dunia adalah nikmat Allah yang harus disyukuri.
Info Sehat

Seprai bisa menjadi habitat baik tungau debu apabila tidak sering diganti.
Arena Olahraga

Honda berharap Espargaro sepenuhnya fit untuk balapan selanjutnya.
Dunia Kampus

Rangkap jabatan Rektor UIII dinilai langgar statuta
Fatwa

Rasulullah sendiri kerap berjabat tangan apabila berjumpa dengan para sahabat.
3 PHOTO
3 PHOTO
3 PHOTO
4 PHOTO
9 PHOTO
Ahad , 26 Jun 2022, 00:25 WIB
Sabtu , 25 Jun 2022, 15:54 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved

source