SURABAYA (Suarapubliknews) – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Alun-Alun Contong, yang terletak di belakang Kantor Gubernur Jawa Timur, menjadi saksi sejarah bahwa ayahanda Presiden pertama RI Ir. Soekarno, yakni Soekemi Sosrodihardjo pernah mengajar sebagai guru sekolah dasar pribumi pada 1901. SDN Alun-Alun Contong tepatnya terletak di Jalan Sulung Sekolahan No. 1. Soekemi yang semula menjadi guru sekolah dasar pribumi di Singaraja, Bali, menerima surat pindah tugas ke Surabaya dari pemerintah kolonial Belanda dan mengajar di sekolah itu. Ia bersama istrinya, Ida Ayu Nyoman Rai, tinggal di rumah kecil Pandean Gang IV No. 40. Jaraknya sekitar 2 kilometer dengan SDN Alun-Alun Contong.
SURABAYA (Suarapubliknews) – Ada pepatah bijak mengatakan, Lebih baik melepaskan 1.000 orang bersalah daripada menahan atau memenjarakan satu orang tidak bersalah, ternyata masih saja muncul berbagai kasus salah tangkap hingga salah vonis masih terus terjadi. Kasus kopi sianida dengan “tersangka” Jessica Wongso pada tahun 2016 silam masih terus meninggalkan tanda tanya. Jessica hingga kini terus menunggu datangnya keadilan mengingat kejelasan perkara ini masih “abu-abu”. Menyikapi fenomena tersebut, Nusakom Pratama Institue bekerjasama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Timur menggelar diskusi terbatas dengan tema “Peninjauan Kembali (PK), Mengapa Dibatasi?” Dalam acara yang digelar di Aula PWI Provinsi Jawa Timur, Sabtu (11/6),
SURABAYA (Suarapubliknews) – Semangat yang muncul dengan adanya Presidensi G20 oleh Indonesia, harus diiringi dengan berbagai percepatan dan sinkronisasi program. Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menutup Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan IV Tahun 2022 di Provinsi Jatim bertempat di Jatim Coorporate University BPSDM Prov Jatim “Alhamdulillah, Pemprov Jatim mendapatkan apresiasi dari Kementerian Dalam.Negeri RI sebagai Provinsi dengan Kinerja Terbaik untuk Standar Pelayanan Minimum (SPM) dengan menjadi Peringkat Pertama di Indonesia dengan nilai 99,36%,” katanya. Sehingga menurut Gubernur Khofifah menjaga marwah pelayanan dengan standar nilai tersebut sangatlah tidak mudah. Artinya kinerja ASN di Jawa Timur membutuhkan
SURABAYA (Suarapubliknews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menutup Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan IV Tahun 2022 di Provinsi Jatim bertempat di Jatim Coorporate University BPSDM Prov Jatim, Jumat (10/6). Di hadapan seluruh peserta PKN, Gubernur Khofifah meminta percepatan penerapan inovasi birokrasi menuju birokrasi berkelas dunia dengan standar kompetensi, talent, efektifitas serta produktifitas serta kekuatan kepemimpinan pada birokrasi. Ia mengusulkan agar secara nasional pencapaian SDG’s di i tegrasikan pada pembangunan bahkan sebagai arus utama pembangunan. Sehingga setiap pembangunan akan memiliki keterkaitan dengan 17 tujuan pembangunan berkelanjutan serta untuk Intuk Indonesia ditamvah menjadi 18 terkait akses pemberdayaan desa. “Karena
JAKARTA (Suarapubliknews) – Kurang dari lima bulan sejak sinergi uji coba komersial diluncurkan, pemesanan layanan GoRide Electric mengalami kenaikan hingga dua kali lipat. Sejalan dengan permintaan yang tinggi, lebih dari 70% mitra yang bergabung dalam uji coba komersial mengalami peningkatan pendapatan bersih hingga Rp 46.000 per hari. Direktur Utama Electrum Pandu Sjahrir mengatakan pihaknya sangat antusias melihat pencapaian yang cukup memuaskan dari uji coba komersial penggunaan motor listrik yang sedang berlangsung. “Target jarak tempuh 1 juta kilometer sebelumnya kami tetapkan untuk tercapai pada akhir tahun 2022. Berkat dukungan dan antusiasme masyarakat, target ini dapat terwujud hanya dalam waktu tiga bulan,”
SURABAYA (Suarapubliknews) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menutup Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan IV Tahun 2022 di Provinsi Jatim bertempat di Jatim Coorporate University BPSDM Prov Jatim, Jumat (10/6).
Di hadapan seluruh peserta PKN, Gubernur Khofifah meminta percepatan penerapan inovasi birokrasi menuju birokrasi berkelas dunia dengan standar kompetensi, talent, efektifitas serta produktifitas serta kekuatan kepemimpinan pada birokrasi.
Ia mengusulkan agar secara nasional pencapaian SDG’s di i tegrasikan pada pembangunan bahkan sebagai arus utama pembangunan. Sehingga setiap pembangunan akan memiliki keterkaitan dengan 17 tujuan pembangunan berkelanjutan serta untuk Intuk Indonesia ditamvah menjadi 18 terkait akses pemberdayaan desa.
“Karena kita ini beragam suku, agama, adat maka saya ingin penerapan SDGs pada seluruh program inovasi dan kepemimpinan pada birokrasi tidak meninggalkan dan tidak membuat ada yang tertinggal atau ada yang merasa ditinggalkan pada tiap prosesnya,” ungkapnya.
Kesetaraan dalam upaya memajukan kesejahteraan menjadi hal yang mendasar dalam menjalankan 17 program SDGs. Bahkan, mengacu Pancasila dan UUD 1945, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa poin-poin di dalamnya bisa berseiring dengan program SDGs. “Kalau 7724 desa di Jatim ini sejahtera, tentu akan mengungkit kesejahteraan pula bagi tingkat atasnya,” katanya.
Sementara itu, mengacu data IMD World Talent Ranking 2019, pada Global Talent Ranking ASEAN, Indonesia berada pada peringkat 41. Sehingga menurutnya penting untuk membangun penguatan dan sinergitas dari seluruh kerja-kerja yang telah dilakukan birokrasi pemerintahan baik kerjasama secara horisontal maupun vertikal.
“Misalnya di PKN Tingkat II selanjutnya kunjungan ke negara tetangga khususnya Singapura dan Malaysia yang rangking global talent, efektifitas maupun daya saingnya cukup tinggi. Kalau ada yang bisa memberikan sudut pandang baru bisa dicoba untuk diimplementasikan. Kalau memang kurikulumnya belum bisa masuk secara nasional, mungkin bisa diterapkan bagi Jawa Timur dulu,” jelasnya.
Dari seluruh sinergitas yang telah terbentuk, Kepala Dinas harus mengkomunikasikan dengan Bupati/Walikota agar lebih terbuka dengan seluruh hal yang memicu efektivitas, produktivitas, sinergi dan manfaat yang lebih besar. “Terbuka menerima ide kreatif dan inovatif untuk kemajuan perkembangan pembangunan di daerah masing-masing juga penting,” sebut Gubernur Khofifah.
Selanjutnya, berdasarkan data Indeks Kemakmuran Dunia, Indonesia berada pada peringkat 5 ASEAN. Indikator kemakmuran dilihat dari 8 sektor yakni ekonomi, keamanan, kesehatan, pendidikan, modal sosial, pemerintahan, kebebasan individu dan kesempatan kerja wirausaha.
“Kekuatan masyarakat kita sangat luar biasa. Social capital ini menjadi modal untuk bersinergi dengan program strategis yang kita siapkan. Kita dalam mempersiapkan program juga harus melihat sesuatu yang bisa kita capai melalui ragam ide kreatif kita,” lanjutnya..
Oleh sebab itu, Ia berharap dan secara khusus meminta seluruh kepala OPD untuk lebih membuka jejaring dan memperluas kerjasama dengan berbagai pihak. Harus selalu berpikir ke depan, menstrukturkan seluruh ide kreatif dengan keadaan dan manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat.
“Kita butuh referensi secara imperatif untuk mengarusutamakan SDGs agar menyatu dengan seluruh program. Kalau memang kita merasa kurang maksimal dalam satu hal, tidak apa-apa kita berbenah. Tapi jangan dibatasi staf kita untuk berkreasi memunculkan ide kreatif tetap inovatif,” paparnya. (Q cox, tama dini)
Dev by Jasawebsite