Yogyakarta
Selanjutnya
Tutup
Stunting merupakan permasalahan global yang tidak bisa dianggap remeh [1]. Balita dengan kondisi stunting mengalami kekurangan gizi kronis sehingga pertumbuhannya terhambat [2]. Berbagai penelitian mengemukakan bahwa balita yang menderita stunting akan mengalami penurunan konsentrasi, kerusakan memori, penurunan daya belajar, prestasi sekolah dan fungsi kognitif, serta menggangu pertumbuhan anak [3]. Bahkan stunting  disinyalir sebagai penyebab kematian dari 1 Juta anak setiap tahunnya di dunia [1]. Secara global maupun nasional stunting dapat mengancam pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP) [1]. Oleh karena itu Pemerintah Republik Indonesia melalui Kemetrian Kesehatan berupaya menangani stunting dengan intervensi pemberian gizi pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK) dengan pelibatan posyandu secara aktif [4].

Posyandu Sumber Waras dusun Jatirejo, kalurahan Jatirejo, kapanewon Lendah Kulon Progo, menghadapi permasalahan mengenai upaya pencegahan stunting. “Terdapat 2 balita dari 35 balita di dusun Jatirejo yang menderita stunting, namun partisipasi masyarakat khususnya ibu-ibu dusun Jatirejo mengotrolkan anaknya ke posyandu akhir-akhir ini semakin menurun.” terang Ibu Rini Widyatuti, Ketua Posyandu Sumber Waras (15/6). Selain itu permasalahan pengetahuan dan kemampuan teknis yang dimiliki kader posyandu serta terbatasnya peralatan yang dimiliki oleh posyandu untuk melakukan pemantauan (pengukuran) pertumbuhan balita merupakan kendala teknis tersendiri yang dirasakan. Namun hal itu tidak menurutkan 6 kader posyandu Sumber Waras untuk melaksanakn tugasnya. ” Kita akui, meskipun perlatan kami terbatas dan kami hanya ada 6 kader, namun InsyaAlloh pelayanan tetap kami dilaksanakan secara rutin” imbuh Ibu Rini. Berangkat dari permasalahan tersebut dan mengingat pentingnya upaya pencegahan stunting maka Tim Pengabdi melalu Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KKN PPM UMY), tergugah untuk berkontribusi menyelesaikan permasalahan yang dihadapi Posyandu Sumber Waras. “Fokus pengabdian kami adalah membangkitkan kesadaran masyarakat dusun Jatirejo dan memberikan penguatan pengetahuan dan kemampuan teknis kepada kader posyandu mengenai stunting dan upaya pencegahannya.” Kata Parwoto, Ketua Tim KKN PPM UMY. 

Ceremoni penyerahan bantuan peralatan.dokpri
Ceremoni penyerahan bantuan peralatan.dokpri

Kegiatan KKN PPM UMY dengan mitra Posyandu Sumber Waras dilaksanakan sejak Januari hingga awal Juni 2022, dengan melibatkan 3 orang dosen dan 7 orang mahasiswa lintas program studi (Prodi) di UMY. “3 orang Dosen UMY yang terlibat yaitu Parwoto dari Prodi Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah, saya sendiri (Sri Handari) dari Prodi Manajemen, dan Bapak Bambang Edi Susyanto dari Prodi Kedokteran. Sementara 7 mahasiswa yang terlibat adalah Irfan Roofiif Budiono dan Ghea Izzatunnisa dari Prodi Agribisnis, Dini Nurfitri dari Prodi Manajemen, Azhar Rafiuddin dan Riandini Septiani dari Prodi Ekonomi, Azahra Nadya Brahmaputri dari Prodi Ilmu Komunikasi, dan mohammad Satrio Wahyu Adi P dari Prodi Hukum” terang ibu Sri Handari. “Kegiatan peningkatan kapasitas yang berhasil dilaksanakan dalam Program KKN-PPM ini, yaitu 1) Penyuluhan/Edukasi tentang pentingnya stunting dan pencegahannya, 2) Penyuluhan tentang Gizi Seimbang, 3) stimulant bantuan peralatan: thermogun, handsanitizer, timbangan bayi & digital, stature meter, dan piring makan balita, 4) Pelatihan dan pendampingan teknis bagi kader posyandu: pengukuran, penimbangan, administrasi dokumen, dan panduan gizi seimbang.” jelas Parwoto yang juga menjabat sebagai Manager Sertifikasi dan Standarisasi LSP UMY, diruang kerjanya (15/6).

Suasana Pelatihan & Pendampingan Teknis.dokpri
Suasana Pelatihan & Pendampingan Teknis.dokpri


“Kami atasnama seluruh anggota dan pengurus Posyandu Sumber Waras mengucapkan terimakasih kepada seluruh Tim KKN PPM dan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UMY atas penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan peralatan yang diberikan kepada kami” ucap Ibu Rini saat acara penutupan Pendampingan. Ketua Divisi Pengabdian UMY, Dr. Ir. Novi Caroko, S.T., M.Eng, menyampaikan bahwa Program KKN PPM merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma UMY kepada mayarakat.

Sumber Pustaka:
[1]       N. F. Rahmawati, N. A. Fajar, and H. Idris, “Faktor sosial, ekonomi, dan pemanfaatan posyandu dengan kejadian stunting balita keluarga miskin penerima PKH di Palembang,” J. Gizi Klin. Indones., vol. 17, no. 1, p. 23, 2020, doi: 10.22146/ijcn.49696.
[2]       A. D. N. Yadika, K. N. Berawi, and S. H. Nasution, “The Influence of Stunting on Cognitive Development and Learning Achievement,” J. Major., vol. 8, no. 2, pp. 273–282, 2019.
[3]       K. R. I. Yanti Dwi, Betriana Feni, “Faktor Penyebab Stunting pada Anak: Tinjauan Literatur,” Real Nurs. J., vol. 3, no. 1, pp. 1–10, 2020, [Online]. Available: https://ojs.fdk.ac.id/index.php/Nursing/article/view/447.

source