TIMESINDONESIA, SURABAYASMP dan SMA Islam Shafta mengukuhkan wisudawan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Prosesi wisuda dan pelepasan siswa berlangsung di Graha Unesa, Minggu (26/6/2022). 
Wisuda juga dihadiri jajaran Rektorat Unesa, Ketua Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim dan perwakilan Pemprov Jatim. 
Ketua Yayasan Al Insan Kamil Surabaya, Ahmad Nashruddin menjelaskan jumlah lulusan tahun ini sebanyak 210 siswa. Terdiri dari 64 siswa SMA Islam Shafta dan 46 siswa SMP Islam Shafta. 
"Dalam rangkaian wisuda dan pelepasan ini, kami akan mengembalikan kepada wali murid untuk dibina kembali dan dilanjutkan kembali terutama yang SMA melanjutkan ke jenjang perkuliahan ke Perguruan Tinggi yang mereka inginkan," katanya. 
Wisuda ini sekaligus menjadi ajang promosi bagi lembaga pendidikan tersebut. Berbagai kegiatan mengawali acara. Mulai istighotsah, wisuda tahfidz 4-7 juz, dan tilawah Al Quran. 
"Alhamdulillah murid-murid kami ustadz dan ustadzah di kampungnya di rumahnya," ujarnya.
Wisuda-SMP-dan-SMA-Islam-Shafta-a.jpg
Fakta ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi pihak sekolah. Karena Shafta memang memberikan jaminan kualitas pendidikan agama antara lain mengaji dan tahfidz. 
Ahmad juga berharap tahun ini SMP dan SMA Islam Shafta bisa membuka kelas tahfidz khusus. 
"Ini yang menjadi keinginan kami," tandasnya. 
Selain ilmu agama, siswa-siswi juga memiliki prestasi baik akademik maupun non akademik lainnya. Seperti dalam bidang olahraga Kejuaraan Futsal Piala Kampus Unesa dan Pagar Nusa Juara Nasional Nusantara Cup mewakili Jatim untuk tingkat SMP. 
Lulusan ini sekaligus memotivasi untuk memberikan kontribusi kepada negara maupun sekolah.
Sebagai lembaga pendidikan berpaham Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), Sekolah Islam Shafta siap mencetak kader penerus Nahdlatul Ulama khususnya di Jatim. 
"Kami sebagai pengurus ingin mensosialisasikan Islam rahmatan lil alamin," kata Ahmad. 
Sementara itu bebarengan dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), lulusan SMP Islam Shafta banyak yang melanjutkan ke SMA Islam Shafta. Termasuk alumni dari sekolah lain.
Wisuda-SMP-dan-SMA-Islam-Shafta-b.jpg
Ahmad Nashruddin juga mencatat animo tinggi pada pendaftaran siswa baru tahun akademik 2022/2023.
"Sekarang sudah sampai empat kelas untuk SMP dan SMP. Insya Allah kita akan tutup di pertengahan Juli. Kita nanti akan ada seleksi awal kemudian nanti kita umumkan, baru kita akan ada ospek," terangnya lagi.
Pihak sekolah sendiri menargetkan 10 kelas. Dengan rincian 6 kelas untuk tingkat SMA dan 4 dari SMP. 
"Kelasnya memang kita limitkan untuk menunjang kualitas juga. Karena takutnya terlalu banyak kita tidak bisa memantau bagaimana kualitasnya atau outputnya," ucap Ahmad. 
SMP dan SMA Islam Shafta memiliki berbagai fasilitas penunjang aktualisasi bakat minat siswa. Seperti asrama, pondok pesantren di rumah pengurus, lapangan futsal, lapangan basket, mushola, koperasi sebagai aktualisasi entrepreneurship, aula, dan Tim IT di lobby serta Shafta TV untuk aktualisasi dalam bidang digital. 
Ke depan, sekolah juga akan memfasilitasi proses magang bagi siswa tingkat akhir. Karena selama ini ia melihat hampir 50 persen lebih lulusan sekolah langsung masuk dunia kerja. 
"Mungkin karena salah satunya di Shafta ini ada program beasiswa yatim dan beasiswa sosial lainnya. Anak-anak ini kebanyakan malah ingin kerja," ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Fatwa MUI Jatim Makruf Khozin, mengatakan Sekolah Islam Shafta merupakan lembaga pendidikan modern di Surabaya Barat. 
Para siswa telah dibekali penggunaan dan pemanfaatan alat-alat digital. Tidak sekedar keahlian memegang alat tersebut. Namun juga bekal konten bermanfaat. 
KH Makruf juga memberi pesan kepada para siswa yang baru lulus terutama siswa tingkat akhir. Karena jenjang pendidikan berikut memberi kesempatan pergaulan lebih luas. 
"Yang telah menjadi pedoman di Shafta terutama siddiq, amanah, fathonah benar-benar harus menjadi penjiwaan," pesannya. 
Jika melanjutkan pendidikan di lingkungan kampus, KH Makruf menyarankan agar memilih sesuai bakat dan minat masing-masing. 
"Tetapi jangan lupa ketika di kampus itu cari komunitas yang nyambung dengan Shafta," katanya.
Misal bergabung dengan komunitas shalawat, tahlil dan kajian Islam lain secara selektif. 
"Jangan kajian Islam yang mengkafirkan, jangan yang membid'ahkan, bahaya. Itu akan mengarah pada radikal dan intoleran. Kita mencari yang secara prinsip Aswaja," ujarnya saat menghadiri acara wisuda siswa-siswi SMP dan SMA Islam Shafta(*) 
**) Dapatkan update informasi pilihan setiap hari dari TIMES Indonesia dengan bergabung di Grup Telegram TI Update. Caranya, klik link ini dan join. Pastikan Anda telah menginstal aplikasi Telegram di HP.
10/11/2021 – 09:39
Copyright 2014 – 2022 TIMES Indonesia. All Rights Reserved.
Page rendered in 1.5542 seconds. Running in Unknown Platform

source