atau cari berdasarkan hari
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 13 April 2022. Menteri Agama dan Komisi VIII DPR RI menyepakati Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) 1443 H/2022 yang dibebankan kepada jemaah haji sebesar Rp39.886.009 per orang. TEMPO/M Taufan Rengganis
TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Agama menetapkan 1 Syawal 1443 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 2022 jatuh pada Senin, 2 Mei 2022. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan keputusan ini diambil dalam sidang Isbat yang diikuti oleh ormas Islam dan perwakilan negara tetangga.
“Secara mufakat sidang isbat tadi menetapkan, 1 Syawal 1443 Hijriah jatuh pada hari Senin tanggal 2 Mei 2022 Masehi,” ujar Yaqut Cholil Qoumas, Ahad, 1 Mei 2022.
Pelaksanaan sidang isbat diawali penjelasan posisi hilal oleh Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag, dilanjutkan dengan informasi hasil rukyatul hilal yang digelar di 99 titik di seluruh Indonesia. Selanjutnya ditetapkan awal Syawal 1443 H dengan mempertimbangkan hasil hisab dan hasil rukyat, serta masukan dari peserta sidang.
Pakar astronomi dari Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kementerian Agama Cecep Nurwendaya sebelumnya menjelaskan, berdasarkan perhitungan, posisi bulan pada hari ini yang bertepatan dengan 29 Ramadan 1443 Hijriah sudah berada dalam Kriteria Baru MABIMS (Menteri-Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapore).
“Berdasar hisab kriteria baru MABIMS (3-6,4), baik menggunakan elongasi toposentrik maupun geosentrik di Indonesia sudah memenuhi syarat kriteria minimum tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat, disingkat 3-6,4,” ujar Cecep.
Dalam paparannya, Cecep mengungkapkan, pada 29 Ramadan 1443 H yang bertepatan pada 1 Mei 2022, ketinggian hilal di Indonesia berada pada rentang 3,79 derajat sampai 5,56 derajat. Sementara, rentang elongasi geosentrik berkisar antara 5,2 derajat sampai dengan 7,2 derajat. “Ini menunjukkan semua daerah telah memenuhi tinggi Kriteria Baru MABIMS,” tutur Cecep.
Perhitungan hisab ini lantas diperkuat dengan
hasil pengamatan langsung (rukyatul hilal) sebagai
konfirmasi. Kemenag telah menetapkan 99 titik rukyatul hilal awal Syawal 1443 Hijriah. Dan hasil laporannya menunjukkan hilal sudah terlihat.
Dengan demikian sidang isbat memutuskan Idul Fitri jatuh pada 2 Mei. Sehingga, tahun ini, tidak ada perbedaan Hari Raya Idul Fitri. Pengurus Pusat Muhammadiyah sebelumnya telah lebih dulu menetapkan 1 Syawal 1443 H jatuh pada 2 Mei 2022, sebagaimana tertuang dalam Maklumat Nomor 01/MLM/I.0/E/2022 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1443 H.
DEWI NURITA
Baca Juga: Idul Fitri 2022, Bos PLN Prediksi Total Beban Puncak Listrik Capao 34,27 GW
Dapatkan ringkasan berita eksklusif dan mendalam sesuai dengan topik pilihan Anda dengan membaca newsletter pilihan Tempo
Pilih Topik
Formula E Jakarta akhirnya akan berlangsung di utara ibu kota. Berikut aneka catatan Ajang Jakarta E-Prix, termasuk daftar lengkap para sponsor.
Tempo Media Group © 2017