Bisnis.com, JAKARTA — Simak data lengkap perbandingan kinerja 8 emiten sektor kesehatan sebagaimana dirangkum DataIndonesia.id dari laporan kinerja triwulan I/2022 di sini.
Data yang dirangkum antara lain perbandingan pendapatan, perbandingan pertumbuhan pendapatn, perbandingan laba, perbandingan pertumbuhan laba, perbandingan aset, liabilitas, serta ekuitas, dan data penting lainnya.
Simak data dan visualisasi selengkapnya pada laporan berjudul Tekanan Emiten Jasa Kesehatan Menuju Endemi Covid-19 melalui DataIndonesia.id di sini.
Kinerja emiten yang tergabung dalam subsektor penyedia jasa kesehatan terpantau tertekan sepanjang tiga bulan pertama tahun ini.
Kondisi itu terjadi seiring dengan melandainya kasus Covid-19 di Indonesia.
Berdasarkan data yang dihimpun Dataindonesia.id, ada delapan dari 13 emiten yang telah mempublikasikan laporan keuangannya pada kuartal I/2022.
Dari jumlah itu, rata-rata emiten penyedia jasa kesehatan mencatatkan penurunan, baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih.
Secara rinci, rata-rata pendapatan emiten penyedia jasa kesehatan turun 10,59%.
Sementara itu, rata-rata laba bersih yang dapat diatribusikan ke entitas induk terkoreksi tajam hingga 53,01%.
Dari delapan emiten, hanya PT Sarana Mediatama Metropolitan Tbk. (SAME) yang mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 6,22% (yoy) dari Rp329,00 miliar menjadi Rp349,47 miliar.
Sementara itu, tujuh emiten lainnya mencatatkan penurunan pendapatan dengan PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) paling tertekan. 
Seluruh emiten penyedia jasa kesehatan kompak mencatatkan penurunan keuntungan.
Penurunan laba bersih terdalam dialami PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (SRAJ) hingga 86,96% (yoy) dari Rp68,14 miliar menjadi Rp8,89 miliar.
Penurunan laba PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) merupakan yang paling tipis di antara yang lainnya.
Nilainya tercatat sebesar Rp269,37 miliar atau turun 14,85% (yoy) dari sebelumnya Rp316,34 miliar. 
Adapun, terdapat tiga emiten yang belum menyampaikan kinerja kuartal I/2022. Mereka adalah PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk. (DGNS), PT Royal Prima Tbk. (PRIM), dan PT Metro Healthcare Indonesia Tbk. (CARE).
Simak data dan laporan selengkapnya di sini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Sumber : DataIndonesia.id
Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

source