Merdeka.com – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengatakan kasus Covid-19 di Indonesia terus terkendali. Meskipun, Lebaran Idulfitri 2022 telah berlalu.
“Secara fakta, terhitung empat minggu setelah Lebaran, kasus Covid-19 terus terkendali,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam konferensi pers, Kamis (2/6).
Kendati kasus Covid-19 terus terkendali, Wiku memastikan pemerintah tetap berhati-hati. Pemerintah juga terus melakukan pemantauan terhadap kasus Covid-19.
“Pemerintah Indonesia menyatakan tetap melakukan pengendalian sebelum status pandemi benar-benar dinyatakan berakhir oleh badan yang berwenang yaitu WHO,” ucapnya.
Wiku mengatakan di tengah pengendalian dan kesiapsiagaan terhadap Covid-19, aktivitas masyarakat tetap berjalan. Tidak ada pembatasan yang menghambat aktivitas masyarakat.
“Bahkan seperti sedia kala sebelum pandemi Covid-19 melanda,” imbuhnya.
Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra menilai Indonesia belum bisa bebas 100 persen dari pandemi Covid-19. Ada sejumlah hal yang membuat Indonesia masih harus membatasi aktivitas masyarakat.
Pertama, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 harian meningkat. Bahkan, data Kementerian Kesehatan pada 24 Mei 2022 menunjukkan, penambahan kasus positif Covid-19 mencapai 345, lebih tinggi dari pasien sembuh hanya 288.
“Walaupun kenaikan ini tidak lebih besar daripada perjalanan mudik, nataru, tahun sebelumnya. Tapi fakta bahwa kasus itu naik kembali,” kata Hermawan saat dihubungi merdeka.com, Rabu (25/5).
Kedua, vaksinasi Covid-19 baik untuk dosis lengkap maupun booster belum mencapai target. Data saat ini, baru 80 persen atau sekitar 167 juta orang telah mendapatkan vaksinasi lengkap dari target 208 juta orang.
Artinya, masih ada 103 juta orang yang belum divaksinasi lengkap dari total penduduk Indonesia 270 juta orang. Sementara untuk vaksinasi booster baru mencapai 21 persen atau sekitar 44 juta orang.
Padahal, kata Hermawan, vaksinasi booster sangat penting karena vaksin hanya efektif selama empat bulan. Pada bulan kelima atau keenam akan terjadi penurunan proteksi dari vaksinasi.
“Nah sementara kita menuju vaksin booster ini lambat prosesnya dan cenderung melambat pada bulan-bulan terakhir. Selama April dan Mei. Nah ini catatan bahwa kita dari segi vaksin juga belum hebat-hebat banget,” ucapnya.
Ketiga, kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan sangat menurun. Terlebih setelah Presiden Joko Widodo mengizinkan masyarakat lepas masker di area terbuka. Menurut Hermawan, kebijakan ini disalahpahami.
Seharusnya, lepas masker diperbolehkan dengan syarat tertentu, misalnya tidak terjadi kerumunan dan tak berada di antara orang dengan kelompok rentan. Sedangkan kelompok masyarakat dengan kondisi kesehatan khusus harus tetap menggunakan masker.
“Cuma diterjemahkan oleh masyarakat luas kan berbeda. Seolah-olah ini pure kemerdekaan. Ini situasi ini yang justru diwaspada,” tegasnya.
Advertisement
Menurut Hermawan, pemerintah perlu mengevaluasi situasi penularan Covid-19 di Indonesia hingga tiga bulan mendatang. Selama proses evaluasi berjalan, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) masih harus diterapkan.
“Saat ini belum tepat timingnya untuk kita 100 persen bebas (dari pandemi Covid-19) atau WFO (work from office) 100 persen, itu belum tepat,” ujarnya.
Hermawan menjelaskan, transisi dari pandemi menuju endemi sebetulnya berbicara tiga konteks. Konteks pertama transisi epidemiologi. Artinya secara epidemiologi, kasus Covid-19 harus terkendali secara penuh.
Namun kenyataannya hingga hari ini kasus Covid-19 belum terkendali. Masih terjadi kenaikan kasus positif Covid-19 meskipun positivity rate di bawah 3 persen.
Kedua, transisi penyakit lain. Dia mengingatkan, saat ini muncul penyakit lain selain Covid-19, seperti hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya, cacar monyet, hingga penyakit mulut dan kuku. Wabah baru ini berpotensi mengganggu kesehatan dan pencegahannya tak berbeda dengan Covid-19, yakni protokol kesehatan.
“Konteks berikutnya adalah kemandirian. Vaksin yang masih belum optimal, testing, semua itu harus mandiri. Produksi dalam negeri, anak bangsa untuk juga kemajuan bangsa ke depan,” jelasnya.
Terakhir kesiapan regulasi. Menurut Hermawan, pemerintah harus hati-hati dalam membuat regulasi. Pemerintah juga harus mampu memprediksi potensi-potensi wabah berikutnya sekaligus mengedukasi masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat
“Juga waspada, (edukasi masyarakat) taat terhadap protokol kesehatan,” tandasnya.
Baca juga:
Update Covid Hari Ini 2 Juni 2022
Kejar Target Dosis Booster di Jateng, BIN Lengkapi Vaksinasi di 26 Kota & Kabupaten
Update Covid Hari Ini 1 Juni 2022: Kasus Positif Terus Meningkat, Kematian 3
Update Kasus Covid-19 di Indonesia Hari Ini per 31 Mei 2022
Kemenkes: Hampir 95 Persen Jemaah Haji Sudah Vaksinasi Covid-19 Lengkap
Tiga Syarat harus Dipenuhi untuk Transisi Pandemi Menuju Endemi
Presiden Jokowi Minta Vaksinasi Booster Digiatkan Lagi meski Covid-19 Menurun
Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami
Profil Dirdik Anyar KPK Kombes Asep Guntur, Polisi Pernah Bantu Keluarga Rebus Batu
Inggris: Cacar Monyet Dipastikan Menular dari Manusia ke Manusia
Resmi, Pemerintah Hapus Tenaga Honorer Mulai 28 November 2023
Wagub DKI Luruskan Kabar 8 Warga Cipete Terpapar Virus dari Tikus
Kompolnas: Sidang Kode Etik AKBP Brotoseno Sebelum Era Kapolri Jenderal Listyo Sigit
Erick Jawab Pujian Surya Paloh: Banyak Disanjung Kepleset, Kita Nginjek Tanah Terus
Mendagri Wajibkan APBD Mencantumkan Belanja 40 Persen Produk Dalam Negeri
Catatan Perjalanan Haji: Bergetar Hati Menapak Kaki di Tanah Suci
2 Pembunuh Pria Dibuang di Danau Gawir Ditangkap, Motif Sakit Hati Kakak Dilecehkan
Istri Ridwan Kamil: Ril, Mamah Pulang Dulu ke Indonesia Ya..
Gibran Kesal Dua CPNS Mundur Alasan Gaji Kecil: Kurang Ajar!
Koper Jemaah Calon Haji Embarkasi Solo Mulai Berdatangan
Momen M Taufik Cipika Cipiki dengan Riza Patria Usai Dicopot dari pimpinan DPRD DKI
Menag Soal Penyelewengan Dana Pesantren: Orang Lain Berpesta, Saya Mencuci Piring
Kemlu RI: Pencarian Hari Ketujuh Eril Diintensifkan di Darat, Perahu Maupun Drone
Update Covid Hari Ini 2 Juni 2022
Koalisi Golkar, PAN dan PPP Bahas Paket Capres-Cawapres Lusa Nanti
Lansia akan jadi Prioritas Haji Tahun Depan jika Tak Ada Pembatasan Umur
Istri Ridwan Kamil: Ril, Mamah Pulang Dulu ke Indonesia Ya..
Kemlu RI: Pencarian Hari Ketujuh Eril Diintensifkan di Darat, Perahu Maupun Drone
Pemerintah Swiss Pastikan Pencarian Anak Ridwan Kamil Jadi Prioritas
Interpol Telah Terbitkan Yellow Notice Hilangnya Anak Ridwan Kamil di Swiss
Bersahabat Dekat, Ini 5 Potret Cantik Putri Tanjung di Acara Resepsi Maudy Ayunda
Maudy Ayunda Gelar Resepsi di Bali, Intip Potret Dekorasinya Curi Perhatian
Deretan Foto Maudy Ayunda di Momen Resepsi, Dipuji Cantik Bak Bidadari
Potret Detail Resepsi Pernikahan Maudy Ayunda di Bali yang Dihiasi Bunga nan Indah
Istri Ridwan Kamil: Ril, Mamah Pulang Dulu ke Indonesia Ya..
Kemlu RI: Pencarian Hari Ketujuh Eril Diintensifkan di Darat, Perahu Maupun Drone
Pemerintah Swiss Pastikan Pencarian Anak Ridwan Kamil Jadi Prioritas
Selain Polisi, Komunitas Sungai juga Dilibatkan Cari Anak Ridwan Kamil
Update Covid Hari Ini 2 Juni 2022
Elon Musk ke Karyawan Tesla: Masuk Kantor Lagi atau Mengundurkan Diri
Update Covid Hari Ini 1 Juni 2022: Kasus Positif Terus Meningkat, Kematian 3
Jokowi Soal Harga BBM: Subsidi APBN Gede Sekali, Tahan Sampai Kapan?
Pemerintah Beri Sinyal Akan Naikkan Harga Pertalite dan Solar
Joe Biden Setuju Persenjatai Ukraina dengan Rudal Jarak Jauh Senilai Rp 10 Triliun
Ukraina Tetapkan 600 Lebih Orang Rusia sebagai Tersangka Kejahatan Perang
Advertisement
Advertisement
Gaduh Musda Partai Demokrat
Tiga Bulan Perang, Kemana Saja Perginya Jutaan Pengungsi Ukraina?
Hoaks Seputar Cacar Monyet Diciptakan di Lab dan Klaim Lainnya Terbantahkan