Anda belum login
Anda belum login
Sign InorSign Up
Email
Password
Nama
Email
Password
Ulangi Password
Email
Password
Nama
Email
Password
Ulangi Password
Pencarian
INVESTOR.id
Paul Cormier, President & CEO Red Hat
JAKARTA, investor.id – Seperti tahun-tahun sebelumnya, Red Hat sebagai perusahaan penyedia solusi open source di dunia selalu mengajak para partner bisnisnya untuk membahas isu-isu penting seputar dunia open source dalam acara Red Hat Summit.
Untuk tahun 2022 ini, Red Hat Summit belum lama ini juga menyajikan banyak topik dan isu menarik di dalamnya. Salah satunya adalah inovasi seputar komputasi edge, keamanan, dan dunia otomatisasi.
Acaranya sendiri di adakan di Boston, Amerika Serikat dan dilakukan secara online. Dalam kesempatan tersebut Paul Cormier, President & CEO Red Hat banyak memberikan informasi kapada para pelanggannya.
Baca juga Red Hat Gelar Partner Synergy Awards Asean 2022
“Ada banyak inovasi yang kami miliki untuk bisnis di masa depan. Pandemi memang membuat banyak keputusan bisnis berubah. Era new normal membuat open source dipandang penting. Bahkan solusi open source menjadi solusi ideal di tengah era kerja hybrid,” ujar Paul Cormier dalam keterangannya baru-baru ini.
Dari acara ini, Red Hat pun menginformasikan perkembangan solusi open source miliknya, terutama untuk memenui kebutuhan digital perusahaan di masa depan. Salah satu contohnya adalah solusi perangkat lunak OpenShift yang banyak digunakan perusahaan.
Dari acara tersebut ada beberapa poin menarik yang diantarkan Red Hat untuk para pelanggannya. Ke 10 poin tersebut adalah:
1.Hadirnya Red Hat Enterprise Linux 9A
Sistem operasi Red Hat Enterprise Linix (RHEL) sudah mencapat versi 9. RHEL 9 menjanjikan pengalaman yang lebih konsisten di seluruh cloud hybrid terbuka, dari server bare-metal hingga cloud publik dan tepi jaringan perusahaan. Pelanggan akan memiliki kemampuan untuk memilih arsitektur yang mendasari, vendor aplikasi atau penyedia cloud, menurut perusahaan.
2. Kemampuan RHEL 9 yang Telah Ditingkatkan
RHEL 9 sendiri menawarkan manajemen edge computing dalam bentuk layanan. Layanan ini memungkinkan pengguna untuk mengawasi bisnis dari jarak jauh dengan tingkat keamanan yang baik dan fungsi kontrol lebih bagus dari sebelumnya.
“Versi RHEL terbaru juga akan memiliki rollback kontainer otomatis dengan teknologi manajemen kontainer terintegrasi Podman. Podman dapat secara otomatis mendeteksi jika wadah yang baru diperbarui gagal untuk memulai, kemudian mengembalikan wadah ke versi kerja sebelumnya,” katanya.
3. Fitur Keamanan RHEL 9
Solusi RHEL 9 ini dapat melindungi sistem dari kerentanan keamanan, misalnya pada Spectre dan Meltdown. Sistem operasi memang memiliki kemampuan untuj membantu banyak proses di dalamnya, terutama dalam hal membuat area memori yang tidak dapat diakses oleh kode berbahaya. RHEL 9 menciptakan cara baru bagi penggina untuk mendeteksi dan memodifikasi infrastuktur jahat.
Baca juga Red Hat Memperluas Platform Kubernetes
4. RHEL Mendukung Otomatisasi
Versi baru RHEL akan memiliki serangkaian peran sistem yang diperluas yang dapat menyediakan alur kerja otomatis untuk konfigurasi tertentu. RHEL 9 akan menawarkan peran sistem untuk Postfix, cluster ketersediaan tinggi, firewall, Microsoft SQL Server, konsol web, dan banyak lagi. Bahkan, Patch dari konsol web RHEL akan memungkinkan tim operasi TI untuk menerapkan pembaruan di seluruh penerapan sistem terdistribusi yang besar.
5. Mitra Edge Baru
Red Hat OpenShift 4.10, dirilis pada bulan Maret, memiliki penyediaan zero-touch, yang bertujuan untuk memungkinkan pengaturan sistem edge yang berulang dan otomatis. Penyediaan tanpa sentuhan (ZTP) mencakup alur kerja pabrik untuk produsen peralatan asli (OEM). Pembaruan OpenShift lainnya termasuk manajemen topologi dengan Red Hat Advanced Cluster Management.
Baca juga Red Hat Beri Penghargaan kepada Partner di APAC
Pengguna dapat mengelola cluster OpenShift single-node, node pekerja jarak jauh dan cluster kompak tiga-node, menurut Red Hat. Satu kluster hub Manajemen Cluster Lanjutan dapat menerapkan dan mengelola 2.000 kluster OpenShift node tunggal.
6. Pola Validasi yang Baru
Red Hat Edge menerima pola (pattern) baru yang divalidasi untuk tim TI yang perlu membangun arsitektur edge dengan cepat. Hal ini termasuk adalah pola diagnosis medis yang menggunakan operasi Git (GitOps) untuk membantu penyedia layanan kesehatan mencerna, menganalisis, dan bertindak berdasarkan gambar dan data medis.
7. Update untuk Ansible
Platform Ansible memiliki visualisasi otomatisasi yang baru agar bisa menunjukkan kepada pengguna dimana ototmatisasi bisa berjalan, Dengan update ini, pengguna bisa menskalakan kapasitas terutama saat lingkungan Edge sedang tumbuh, sehingga bisa membawa otomatisasi lebih dekat dengan Edge.
Arsitektur ulang Ansible Automation Platform baru-baru ini juga dapat menyederhanakan penerapan otomatisasi dalam skala besar di seluruh cloud hybrid dan lingkungan edge.
Editor : Imam Suhartadi (imam_suhartadi@investor.co.id)
Terpopuler
01
Ini Dia Jajaran Saham-saham Cetak Untung Besar
Selasa, 14 Juni 2022 | 11:46 WIB
02
Saham Batubara Berguguran, Dipimpin ADRO dan ADMR sampai ARB
Rabu, 15 Juni 2022 | 11:42 WIB
03
Mantan Bos Bursa: ‘Beruang’ Datang, Siapkan Jurus Penakluk!
Selasa, 14 Juni 2022 | 21:05 WIB
04
Cerita Lo Kheng Hong saat Beli Saham Baru, Tapi Harganya Langsung Naik: Tidak Saya Kejar
Selasa, 14 Juni 2022 | 16:33 WIB
05
Laba Melesat, Temas (TMAS) Bagikan Dividen Lagi Rp 375 Miliar, Begini Jadwalnya!
Selasa, 14 Juni 2022 | 07:11 WIB
Terkini
Begini Arah Bisnis Unilever Indonesia (UNVR) ke Depan
Rabu, 15 Juni 2022 | 21:52 WIB
Kobexindo (KOBX) Bagikan Dividen dan Angkat Komisaris Independen
Rabu, 15 Juni 2022 | 21:35 WIB
Kurun 3 Tahun, Kinerja Sektor Pertanian Mengkilap Berkat Jurus 5 Cara Bertindak
Rabu, 15 Juni 2022 | 21:26 WIB
Indodax Jalin Kerjasama dengan BUMN Kliring
Rabu, 15 Juni 2022 | 21:24 WIB
Mei 2022, Ekspor Pertanian Tumbuh 20,32 Persen YoY
Rabu, 15 Juni 2022 | 21:23 WIB
Copyright ©2022 Investor Daily. All Rights Reserved