Puskesmas Tanjung Rajin Beri Pemahaman Tentang Kesehatan Jiwa
Polres Bangkalan Ringkus Pelaku Pencurian Laptop di UTM
R2 Tanpa Helm SNI Dan Mobil Tanpa Safety Belt Favorit Pelanggaran
DPRD Sampang Menggelar Paripurna Penetapan Panja LHP BPK RI tahun 2021
H Tohir : Awas Harap Tetap Menjaga Kekompakan

SAMPANG – Puskesmas Tanjung berkomitmen memberi pelayanan komprehensif dalam program kesehatan jiwa salah satu bentuk pelayanan komprehensif yang dilakukan kesehatan jiwa, Kamis (16/6/2022).
Kepala Puskesmas Tanjung, Dr. Yunita Wulandansari mengatakan, kegiatan ini merupakan hal yang penting dijaga bagi manusia, selain kesehatan fisik, salah satu bentuk pelayanan komprehensif yang dilakukan adalah Megapro.
“Megapro merupakan singkatan dari mencegah, merawat, dan mengobati gangguan jiwa yang proaktif menjadi produktif. serta salah satu inovasi program jiwa yang tercipta akibat tingginya angka kekambuhan yang disebabkan oleh pengobatan yang tidak teratur,” ujarnya.
Yunita mengaku, Kegiatan ini (kepedulian keluarga yang kurang dalam merawat pasien) pihaknya memfasilitasi pasien dan keluarga dalam mendapatkan pengobatan secara rutin yang melibatkan keluarga untuk berperan aktif dalam perawatan pasien dan memberdayakan pasien yang sudah sembuh untuk lebih produktif.
“Dalam kegiatan ini juga melibatkan lintas program dan lintas sektor seperti Perangkat Desa dan Kecamatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, Babinsa, Babinkamtibnas, Dinas Kesehatan dan KB, dan Dinas Sosial selain itu juga membantu pasien jika membutuhkan rujukan,” terangnya.
Menurutnya, tujuan akhir dari inovasi ini adalah pasien mendapatkan pengobatan secara teratur dan keluarga menjadi mampu dan mau dalam merawat pasien dengan gangguan jiwa.
“Program inovasi yang tercipta sejak awal tahun 2020 ini telah membantu 35 ODGJ ringan  dan 23 pasien lepas pasung untuk hidup lebih produktif melalui deteksi dini, dengan kunjungan rumah, posyandu jiwa, pembebasan pasung, pendampingan pasien jiwa pasung, dan evaluasi pasca pasung. Megapro juga meningkatkan presentase anggota keluarga yang mendampingi minum obat dan keluarga yang aktif dalam perawatan,” ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator program Kesehatan Jiwa, Yusi Agustiningrum menyampaikan bahwa kedepannya berharap tidak ada lagi pasien jiwa yang dipasung dan keluarga lebih kooperatif terhadap perawatan dan pengobatan pasien jiwa apabila sedang kambuh.
“semoga ada pemberdayaan dari Dinas Sosial dan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan terkait kewirausahaan, serta ada pendampingan religi oleh tokoh agama seperti Kyai atau Ustadz,” harapnya. (hari)
© 2020, Advokasi.co. All rights reserved

source