Sunday, 20 Zulqaidah 1443 / 19 June 2022
Sunday, 20 Zulqaidah 1443 / 19 June 2022

Ahad 19 Jun 2022 15:04 WIB
Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih
Pekerja kota membagikan makanan dan air kepada orang-orang yang terkena banjir. Badai musiman di Bangladesh dan India menyebabkan banjir yang menewaskan 41 orang. Ilustrasi.
REPUBLIKA.CO.ID, DHAKA — Badai musiman di Bangladesh dan India menewaskan sedikitnya 41 orang dan menimbulkan banjir yang menjebak juta orang. Banjir kerap mengancam jutaan orang yang tinggal di dataran rendah Bangladesh.
Namun pakar berpendapat perubahan iklim meningkatkan frekuensi, kekuatan, dan ketidakpastian bencana. Hujan yang tak kunjung berhenti selama satu pekan merendam daerah utara Bangladesh. Tentara berusaha mengevakuasi warga dari rumah mereka.
Sekolah-sekolah menjadi tempat penampungan sementara bagi warga yang desanya terendam banjir. Dalam hitungan jam, air di sungai-sungai tumpah. “Seluruh desa terendam banjir pada Jumat (17/6/2022) pagi dan kami terjebak,” kata seorang warga Lokman yang keluarganya tinggi di Desa Companiganj, seperti dikutip Aljazirah, Ahad (19/6/2022).
“Setelah menunggu di atas atap rumah kami seharian, seorang tetangga menyelamatkan kami dengan perahu darurat. Ibu saya mengatakan ia tidak pernah melihat banjir seperti itu selama hidupnya,” tambah perempuan 23 tahun itu.
Asma Akter juga berhasil diselamatkan ketika air mulai meninggi. Ia mengatakan keluarganya tidak bisa makan selama dua hari. “Air naik dengan sangat cepat kami tidak bisa membawa barang-barang kami dan bagaimana Anda memasak ketika semuanya terendam,” katanya.
Polisi menerangkan petir yang dipicu badai menewaskan sedikitnya 21 orang di negara Asia Selatan itu. Kepala polisi Kota Nandail Mizanur Rahman mengatakan tiga orang anak-anak yang berusia 12 hingga 14 tahun tewas tersambar petir Jumat lalu.
Inspektur Polisi Kota Chittagong Nurul Islam mengatakan empat orang tewas ketika rumah mereka tertimpa longsor. Sementara di Twitter Kepala Menteri Negara Bagian Meghalaya India, Conrad Sangma, mengatakan sejak Kamis (16/6/2022) sudah 16 orang dinyatakan meninggal dunia karena longsor dan meluapnya air sungai ke jalan.
Di Assam, negara bagian tetangga, lebih dari 1,8 juta orang terdampak banjir setelah hujan tidak berhenti selama lima hari. Kepala Menteri Assam Himanta Biswa Sarma mengatakan ia telah memerintahkan pejabat distrik untuk menyediakan semua bantuan yang diperlukan pada warga yang terjebak banjir.
Banjir di Bangladesh semakin parah pada Sabtu (18/6/2022) pagi setelah hujan sempat berhenti pada Jumat sore. “Situasinya buruk, lebih dari empat juta orang terjebak banjir,” kata Kepala Pemerintah Daerah Sylhet Mosharraf Hossain.
Ia mengatakan seluruh daerah itu tidak teraliri listrik. Banjir juga memaksa bandara internasional terbesar di Bangladesh tutup. Ramalan cuaca mengatakan banjir akan memburuk dalam dua hari ke depan dengan hujan lebat di Bangladesh dan arus deras dari India.
Dapatkan Update Berita Republika
SBY: Melukis Hidupkan Hobi Lama Saya
Diundang Keluarga SBY, Zulhas Hadiri Acara Mengenang Ani Yudhoyono
Ketua Komisi I DPR Minta Kemenlu Kawal Kasus Penghinaan Islam di India
Pengamat: Pertemuan Prabowo-Cak Imin respons terbentuknya KIB
Peneliti: Parpol Bakal Pusing Dengan Ketentuan Ambang Batas 20 Persen
Sulawesi

PAKINTA masuk mal mudahkan layanan pajak warga Makassar.
Berita Foto Ihram

Sebanyak 34 calon jamaah haji ini akan diberangkatkan ke tanah Suci pada 2 Juli.
Jawa Tengah Diy

Tim gabungan menjaring sembilan pasangan tidak resmi di kos-kosan Purwokerto.
Sains Trendtek

Ini adalah peristiwa ketiga dalam 10 tahun terakhir penguin mati massal.
Politik

Bagi SBY, melukis mendatangkan kedamaian dan ketenangan hati.
5 PHOTO
5 PHOTO
3 PHOTO
10 PHOTO
9 PHOTO
Ahad , 19 Jun 2022, 16:58 WIB
Ahad , 19 Jun 2022, 14:50 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved

source