TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN – Bupati Klaten, Sri Mulyani meminta posyandu dan imunisasi yang sempat tak aktif akibat pandemi Covid-19 untuk diaktifkan lagi demi penurunan stunting di daerah itu.
Hal itu disampaikan Mulyani saat menghadiri rapat koordinasi daerah (rakorda) menumbuhkan komitmen percepatan penurunan angka stunting di Pendopo Pemkab Klaten, Jumat (3/6/2022).
“Kepada semua tim percepatan penurunan stunting dan semua stakeholder untuk bergotong royong menurunkan angka stunting,” ucapnya.
Baca juga: Naik ke Candi Borobudur Dibatasi Jadi 1.200 Orang per Hari, Harga Tiket Melambung Jadi Rp 750 Ribu
Menurut Mulyani, pemerintah desa juga harus gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakatnya.
Hal itu, agar Kabupaten Klaten bisa mencetak generasi penerus yang hebat, cerdas, sehat, dan bisa mengisi kemerdekaan dengan baik.
“Dengan ikrar dalam rangka penurunan angka stunting dan tanda tangan sebagai komitmen bersama. Semoga bisa meneguhkan bersama keyakinan kita, menambah semangat kita untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat,” tambahnya.
Kepala Dinas Sosial dan P3AKB, Much Nasir mengatakan tujuan diadakan rakorda percepatan penurunan stunting di Kabupaten Klaten adalah sebagai penguatan komitmen.
Ia juga melaporkan angka stunting nasional saat ini di angka dari 27,7 persen dan harus turun di tahun 2024 menjadi 14 persen.
“Penurunan angka stunting merupakan program prioritas nasional,” katanya.
Baca juga: Karnaval Budaya Cinta Pancasila Dibuka Djarot Saiful Hidayat, Antusiasme Peserta & Warga Menggelora
Ia memaparkan, kondisi Kabupaten Klaten berdasarkan penimbangan serentak di Kabupaten Klaten 2017 hingga tahun 2021 mencapai 8,86 persen, kendalanya saat pandemi penimbangan serentak belum optimal.
Menurut Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kabupaten Klaten di angka 15,8 persen atau berada di urutan ke enam terendah se-Jawa Tengah dan juga di bawah rata-rata angka Jawa Tengah yaitu 20,9 persen.
“Namun karena ini merupakan skala prioritas nasional maka Kabupaten Klaten terus berkomitmen menekan angka stunting hingga di titik paling rendah,” pungkasnya. (Mur)