KLATEN – Simulasi penggunaan Jalan Bali, Kecamatan Klaten Tengah sebagai tempat berjualan pedagang kaki lima (PKL) kuliner pindahan dari Alun-Alun Klaten dilakukan, Kamis (16/6). Hasilnya, tidak seluruh PKL kuliner tertampung. Hanya 70 pedagang dari total 136 PKL.
Ketua Paguyuban PKL Sekar Manunggal Mulyo Alun-Alun Klaten Agus Sumanto menuturkan, kondisi tersebut disebabkan ada beberapa titik tidak boleh digunakan untuk berjualan. Di antaranya di depan Puskesmas Klaten Tengah dan pintu masuk SMP Maria Assumpta Klaten.
“Kami belum ada solusi. Kan kami hanya pindahan. Tapi ternyata tempatnya tidak cukup, sehingga menjadi kesulitan bagi kami,” jelasnya, Jumat (17/6).
Bagaimana dengan solusi pemkab? Agus mengatakan, masih dalam upaya mencari formulasi baru. Harapannya, seluruh PKL kuliner pindahan dari Alun-alun Klaten tetap terakomodasi.
“Ini membuat kami justru mempertanyakan terkait maksud dan tujuan (simulasi). Saya justru kasihan dengan pedagang lainnya yang belum kebagian tempat,” tuturnya.
Diketahui, tahun ini, pemkab melakukan revitalisasi Alun-Alun Klaten dengan anggaran sekitar Rp 9 miliar. PKL kuliner dan nonkuliner, serta wahana permainan anak harus direlokasi. Khusus PKL kuliner direlokasi ke Jalan Bali yang jaraknya sekitar 100 meter dari alun-alun.
Pantauan Jawa Pos Radar Solo, di Alun-alun Klaten telah terpasang spanduk yang bertuliskan himbauan mulai 18 Juni, lokasi setempat dilarang digunakan untuk kegiatan perdagangan. Mengingat penataan pusat kota segera dimulai.
Satimin, 55, pedagang bakso malang menuturkan, PKL kuliner yang bisa berjualan di Jalan Bali adalah mereka yang masuk paguyuban dan berjualan di kawasan alun-alun. “Saya di pinggir, tidak termasuk,” ucapnya.
Sebab itu, Satimin memilih bergeser di sisi taman kota. Ketika ada penertiban, dia mengaku bersedia ditata.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten Jajang Prihono meminta, mulai 17 Juni, PKL kuliner digeser dari Alun-Alun Klaten ke Jalan Bali. Mengingat 18 Juni alun-alun harus steril PKL.
“Sampai hari ini tidak ada masalah, termasuk pemenuhan sarana-prasarana. Kami kembalikan sebagai ruang terbuka hijau (RTH) dilengkapi fasilitas penunjang,” pungkasnya. (ren/wa/dam)
KLATEN – Simulasi penggunaan Jalan Bali, Kecamatan Klaten Tengah sebagai tempat berjualan pedagang kaki lima (PKL) kuliner pindahan dari Alun-Alun Klaten dilakukan, Kamis (16/6). Hasilnya, tidak seluruh PKL kuliner tertampung. Hanya 70 pedagang dari total 136 PKL.
Ketua Paguyuban PKL Sekar Manunggal Mulyo Alun-Alun Klaten Agus Sumanto menuturkan, kondisi tersebut disebabkan ada beberapa titik tidak boleh digunakan untuk berjualan. Di antaranya di depan Puskesmas Klaten Tengah dan pintu masuk SMP Maria Assumpta Klaten.
“Kami belum ada solusi. Kan kami hanya pindahan. Tapi ternyata tempatnya tidak cukup, sehingga menjadi kesulitan bagi kami,” jelasnya, Jumat (17/6).
Bagaimana dengan solusi pemkab? Agus mengatakan, masih dalam upaya mencari formulasi baru. Harapannya, seluruh PKL kuliner pindahan dari Alun-alun Klaten tetap terakomodasi.
“Ini membuat kami justru mempertanyakan terkait maksud dan tujuan (simulasi). Saya justru kasihan dengan pedagang lainnya yang belum kebagian tempat,” tuturnya.
Diketahui, tahun ini, pemkab melakukan revitalisasi Alun-Alun Klaten dengan anggaran sekitar Rp 9 miliar. PKL kuliner dan nonkuliner, serta wahana permainan anak harus direlokasi. Khusus PKL kuliner direlokasi ke Jalan Bali yang jaraknya sekitar 100 meter dari alun-alun.
Pantauan Jawa Pos Radar Solo, di Alun-alun Klaten telah terpasang spanduk yang bertuliskan himbauan mulai 18 Juni, lokasi setempat dilarang digunakan untuk kegiatan perdagangan. Mengingat penataan pusat kota segera dimulai.
Satimin, 55, pedagang bakso malang menuturkan, PKL kuliner yang bisa berjualan di Jalan Bali adalah mereka yang masuk paguyuban dan berjualan di kawasan alun-alun. “Saya di pinggir, tidak termasuk,” ucapnya.
Sebab itu, Satimin memilih bergeser di sisi taman kota. Ketika ada penertiban, dia mengaku bersedia ditata.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten Jajang Prihono meminta, mulai 17 Juni, PKL kuliner digeser dari Alun-Alun Klaten ke Jalan Bali. Mengingat 18 Juni alun-alun harus steril PKL.
“Sampai hari ini tidak ada masalah, termasuk pemenuhan sarana-prasarana. Kami kembalikan sebagai ruang terbuka hijau (RTH) dilengkapi fasilitas penunjang,” pungkasnya. (ren/wa/dam)
Penerbit : PT Surakarta Intermedia Pers
Alamat : Jalan Kebangkitan Nasional Nomor 37 Surakarta