DISEBABKAN penangan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tidak selalu ada di setiap harinya, layaknya layanan pasien umumnya, maka Klinik ODGJ di Puskesmas Bojong Nangka selalu siaga layanan, tanpa mengenal hari khusus buka operasi.
Bila ada laporan masuk yang mengabarkan ada pasien ODGJ yang perlu penangan, maka petugas klinik yang memiliki wilayah kerja di Kecamatan Kelapa Dua ini langsung mendatangi lokasi secara langsung untuk penanganannya.
Kepala Puskesmas Bojong Nangka, dr Salmawati, kemarin, mengutarakan biasanya petugas mendapat laporan dari pengurus RT/RW, kader kesehatan, tetangga atau keluarga pasien, bahwa ada ODGJ yang perlu penangan.
Dari hasil laporan tersebut, maka petugas puskesmas yang bertugas di klinik ODGJ langsung mendatangi lokasi. Petugas pun segera menangani pasien yang dilaporkan, yang dilanjutkan dengan pemeriksaan medisnya.
"Dalam kondisi ini, petugas akan memutuskan apakah pasien itu masih bisa ditangani petugas atau harus dirujuk ke rumah sakit jiwa," terang dr Salmawati.
Dijelaskan pasien yang diputuskan mendapat penanganan puskesmas, mereka selanjutnya akan mendapat kunjungan rumah di setiap bulannya, di antaranya untuk pemantauan kesehatannya dan kedispliman meminum obat.
Obat yang disediakan puskesmas diambil sendiri keluarga pasien bila obatnya sudah mau habis. Ini penting karena minum obat tidak boleh putus bagi kesembuhan pasien.
Sedangkan bagi pasien ODGJ yang cukup berat, "langsung kita minta persetujuan keluarga untuk dirujuk ke RSJ, yang sudah bekerja-sama dengan puskesmas."
Ditambahkan dr Salmawati, bila sudah diperbolehkan pulang dari RSJ, pihak puskesmas akan menindak-lanjuti penangannya. Di antara dengan pemeriksaan kesehatan kunjungan rumah pasien 2 pekan atau sebulan sekali dan pemantauan kedisiplinan minum obat.
03-Jun-2022
03-Jun-2022
03-Jun-2022
03-Jun-2022
03-Jun-2022
03-Jun-2022
03-Jun-2022
03-Jun-2022
03-Jun-2022
03-Jun-2022

source