PEKANBARU – Selama dua hari, dimulai tanggal 30-31 Mei 2022, Provinsi Riau menggelar penilaian kinerja kabupaten/kota yang dibuka oleh Gubernur Riau diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Joni Irwan didampingi oleh Kabid Yankes Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan Kabid Pemerintahaan dan Pembangunan Manusia selaku Ketua Tim Penilai Kinerja Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Provinsi Riau di Hotel Furaya Pekanbaru, Senin (30/5/2022).
Penilaian kinerja pelaksanaan intervensi stunting ini diikuti oleh 10 kabupaten/kota yakni, Kampar, Inhu, Inhil, Rohul, Rohil, Siak, Bengkalis, Pelalawan, Kepulauan Meranti dan Kota Pekanbaru.
Dalam sambutan Gubernur Riau yang disampaikan oleh Joni Irwan menyebutkan bahwa upaya pencegahan dan percepatan penurunan Stunting membutuhkan keterpaduan penyelenggaraan intervensi gizi pada lokasi dan kelompok sasaran prioritas yaitu Rumah Tangga 1.000 Hari Pertama Kehidupan untuk itu diperlukan penyelarasan pada perencanaan, pengganggaran, pelaksanaan dan pengendalian kegiatan lintas sektor.
“Penilaian kinerja yang akan kita laksanakan hari ini sangat penting sebagai evaluasi hasil kinerja dari pembinaan dan pengawasan serta komitmen kepala daerah” jelas Joni Irwan.
Kegiatan penilaian kinerja stunting pada tahun ini berjalan meriah dan peserta juga antusias dalam mempersiapkan dokumen dan atribut pendukung untuk mempresentasikan inovasi 8 aksi konvergensi penurunan stunting di daerah masing-masing.
Tak kurang semangat para kepala daerah kabupaten/kota bersedia untuk hadir dalam mendukung tim penanganan stunting daerah masing-masing, bahkan langsung jadi presenter pada presentasi aksi daerah masing-masing.
Pada kegiatan penilaian kinerja stunting ini juga diadakan pameran inovasi daerah dalam konvergensi penurunan stunting kab/kota dan ini juga termasuk dalam penilaian aksi inovasi daerah.
Masing-masing tim dari 10 kabupaten/kota kompak dan semangat dalam berkompetisi menampilkan yang terbaik dalam pameran yang dilaksanakan. Semangat ini kemungkinan karena sudah beberapa tahun tidak ada event yang boleh dilaksanakan karena PPKM.
Sebagaimana diketahui, semenjak adanya pandemi Covid-19 penilaian kinerja stunting setelah selama dua tahun terakhir dilakukan secara daring, baru tahun ini dapat dilaksanakan secara offline.
Hadir dalam pembukaan Bupati Rohil, Wakil Bupati Inhu, Wakil Bupati Siak, Sekda Kampar, Asisten I Kota Pekanbaru, Asisten I Pelalawan, Sekda Kep. Meranti, Sekda Bengkalis beserta tim TPPS kabupaten/kota masing-masing.
Angka Stunting Prov. Riau saat ini masih 22,3%. Sesuai dengan komitmen daerah, ditargetkan menjadi 14% pada tahun 2024 atau harus diturunkan sebesar 3% per tahun.
Untuk itu pada akhir pidatonya gubernur berharap agar penilaian kinerja ini dapat memberikan gambaran umpan balik dan pembelajaran upaya konvergensi intervensi stunting dan dapat memotivasi kabupaten/kota untuk meningkatkan kinerjanya melalui inovasi-inovasi terbaik. (Rz)