Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi pembayaran klaim pasien covid-19 sebesar Rp20,3 triliun sampai dengan 17 Juni 2022. Realisasi ini termasuk dalam klaster kesehatan dalam program Penanganan Covid-19 Pemulihan Ekonomi Nasional (PC PEN).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan realisasi penanganan kesehatan dalam program PC PEN seluruhnya mencapai Rp27,6 triliun atau 22,5 persen dari pagu sebesar Rp122,5 triliun. Artinya, mayoritas anggaran digunakan untuk klaim pasien.

Namun demikian, anggaran kesehatan yang terkait dengan covid-19 tercatat mengalami penurunan. Hingga Mei 2022, realisasinya sebesar Rp22,3 triliun atau turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp31,8 triliun karena mulai terkendalinya pandemi.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan realisasi penanganan kesehatan dalam program PC PEN seluruhnya mencapai Rp27,6 triliun atau 22,5 persen dari pagu sebesar Rp122,5 triliun. Artinya, mayoritas anggaran digunakan untuk klaim pasien.
“Artinya ada penurunan 10 persen, terutama untuk penanganan covid-19 yang menjadi Rp22,3 triliun dibandingkan dengan tahun lalu yang Rp31 triliun,” kata dia, dalam video conference, Jumat, 24 Juni 2022.
Sementara itu, belanja kesehatan untuk non-covid tercatat naik dari Rp34,1 triliun pada Mei 2021 menjadi Rp36,9 triliun pada Mei tahun ini. Kenaikan realisasi ini dipengaruhi oleh belanja kementerian/lembaga (K/L), khususnya di bawah Kementerian Kesehatan.
 

Baca juga: Sri Mulyani Minta APBD Selaras dengan Program Prioritas Nasional

“Namun belanja untuk yang non-covid kesehatan justru mengalami kenaikan dari Rp34 triliun ke Rp36,9 triliun, ini kenaikan yang cukup signifikan. Kita akan tetap menjaga kebutuhan belanja kita, terutama untuk menjaga transisi dari pandemi ke endemi,” ungkapnya. Realisasi belanja kesehatan di Kementerian Kesehatan tercatat mencapai Rp44,28 triliun. Utamanya didukung penyaluran PBI JKN sebesar Rp44,3 triliun bagi 84,9 juta jiwa, dan Rp16,2 triliun untuk pelayanan kesehatan rujukan bagi masyarakat.

source