Anda belum login
Anda belum login
Sign InorSign Up
Email
Password
Nama
Email
Password
Ulangi Password
Email
Password
Nama
Email
Password
Ulangi Password
Pencarian
INVESTOR.id
Scenaider Siahaan, Foto: kemenkeu.go.id
JAKARTA, investor.id – Pemerintah menargetkan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dalam APBN 2023 sebesar Rp 182,3 triliun. Jumlah ini terbagi atas DAK Nonfisik sebesar Rp 129,7 triliun dan  DAK Fisik sebesar Rp 50,5 triliun. Pemerintah daerah diharapkan bisa menggunakan DAK secara tepat sasaran, sehingga bisa mendorong perekonomian daerah.
Rencana anggaran DAK 2023 itu lebih rendah dari tahun 2022. “Indikasi total pagu DAK Fisik 2023 turun Rp 10,4 triliun, atau turun 17% dibanding tahun 2022. Ini memang anggarannya lebih sedikit dari 2022,” ucap Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas Scenaider Clasein Siahaan dalam acara Sosialisasi Arah Kebijakan DAK Tahun 2023, pada Senin (6/6).
Oleh karena itu, penggunaan DAK harus lebih fokus dengan menajamkan lokasi prioritas.
"Ini agar alokasi tidak tipis merata, namun fokus dan tuntas. Menu/rincian kegiatan harus diarahkan pada tahapan penuntasan. Rencana pemanfaatan DAK agar diupayakan dapat secara optimal mendukung pencapaian prioritas,” tutur Scenaider.
Ia mengatakan, DAK 2023 akan fokus mengutamakan penyelesaian isu secara bertahap, untuk mempercepat pencapaian prioritas arah kebijakan Rencana Kerja Pemerintah (RKP). RKP yang didukung DAK adalah percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem; peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesehatan, dan pendidikan; mendorong pemulihan usaha; serta percepatan pengembangan infrastruktur dasar seperti air bersih dan sanitasi.
“Ini mempertimbangkan alokasi agar tipis tidak merata, namun diarahkan untuk memastikan tahapan penuntasan,” ucapnya.
Penggunaan DAK juga memperhatikan keterkaitan kegiatan antara bidang/tematik dalam DAK Fisik dan antara DAK Fisik dengan DAK Nonfisik. Pemerintah daerah didorong untuk memperhatikan kesiapan pengusulan dan kapasitas pelaksanaan di daerah untuk eksekusi di 2023, agar penyerapan anggaran bisa optimal.
"Mempertimbangkan pula integrasi DAK dengan belanja K/L, APBD Non-DAK dan sumber pendanaan lainnya termasuk swasta. Ini yang perlu dikembangkan, bagaimana bisa menyinergikan kegiatan dengan sumber pendanaan yang ada, bukan hanya dari pusat tetapi juga daerah dan swasta,” kata Scenaider.
DAK untuk Tingkatkan PAD
Pemerintah pusat berharap agar pemerintah daerah bisa lebih independen dalam kebijakan fiskal. Pemda jangan bergantung pada pemerintah pusat, namun bisa mencari sumber pendanaan tersendiri. Scenaider mengatakan, pihaknya berharap agar pemerintah daerah bisa menggunakan DAK untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
“Supaya Bapak dan Ibu Kepala Daerah bisa mendapatkan tambahan PAD di APBD-nya, dari integrasi kegiatan. Sehingga, ketergantungan terhadap pusat itu semakin berkurang,” ucapnya.
Dalam mengusulkan DAK 2023, pemda diharapkan menyusun perencanaan untuk mendukung pencapaian sasaran prioritas. Pengusulan daerah diharapkan dapat lebih berkualitas, fokus, terarah, dan terintegrasi, baik antartematik maupun antarbidang
“Menyinegikan dengan fokus daerah dan potensi ekonomi di daerah, supaya sinergi lebih baik,” imbuh Scenaider.
Dia mengatakan, pengusulan DAK setidaknya dapat mencakup urgensi dan tujuan pengusulan DAK. Pemerintah daerah juga harus memperhatikan keterkaitan usulan dengan prioritas nasional dan daerah.
"Dalam pengusulan DAK 2023 juga diperlukan dukungan APBD dan integrasi dengan sumber pendanaan lain, serta data pendukung yang memadai. Misalnya studi kelayakan dan analisis mengenai dampak lingkungan, usulan DAK disampaikan melalui aplikasi KRISNA pada 6 Juni-6 Juli 2022. Kami sangat berharap proses pengusulan DAK dalam satu bulan ke depan bisa lancar, dan semakin mempertajam penyelenggaraan DAK di 2023,” ucapnya. 
Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)
Sumber : Investor Daily
Terpopuler
01
Harga Saham Meroket 674%, Samudera Indonesia (SMDR) Mau Stock Split 1:10
Senin, 6 Juni 2022 | 15:13 WIB
02
95 Emiten Dapat ‘Cap’ Khusus BEI Gara-gara Belum Kirim Laporan Keuangan, Ini Daftarnya!
Senin, 6 Juni 2022 | 08:32 WIB
03
Lo Kheng Hong Koleksi Saham Blue Chip?
Senin, 6 Juni 2022 | 17:22 WIB
04
Saham Allo Bank (BBHI) Anjlok 42% ke Level Terendah Tahun Ini, Apa Pemicunya?
Senin, 6 Juni 2022 | 18:39 WIB
05
Saham GOTO dan BUKA Kompak ARB, Apa penyebabnya?
Senin, 6 Juni 2022 | 15:35 WIB
Terkini
Potensi Peningkatan Minyak Rusia Menuju Asia Buat Harga Ikut Tergelincir
Selasa, 7 Juni 2022 | 11:00 WIB
Lo Kheng Hong Tambah Saham Petrosea (PTRO)
Selasa, 7 Juni 2022 | 10:50 WIB
Ini Prediksi Harga Ethereum Menurut Mantan Bos BitMex…
Selasa, 7 Juni 2022 | 10:41 WIB
Keren! PKT akan Produksi Amoniak Ramah Lingkungan Berbahan Baku Sawit
Selasa, 7 Juni 2022 | 10:21 WIB
PINTU, Platform Investasi Aset Kripto Raih Pendanaan Seri B Rp 1,6 Triliun
Selasa, 7 Juni 2022 | 10:20 WIB
Copyright ©2022 Investor Daily. All Rights Reserved

source