TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Pengadilan Tinggi (PT) Medan menguatkan hukuman penjara 7 tahun terhadap oknum ASN Puskesmas Mandrehe Utara, Kabupaten Nias Barat, Waristo Nduru.
Hal tersebut dikatakan Humas Pengadilan Tinggi Medan, John Pantas Lumban Tobing saat dikonfirasi tribunmedan.com, Sabtu (25/6/2022).
Baca juga: BOCAH 14 Tahun Sayat Kakak Beradik Pakai Pisau, Korban Sempat Dibawa ke Ladang Ubi
“Sudah putus, putusannya menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Medan yakni 7 tahun penjara, denda Rp 800 juta, subsidar 6 bulan kurungan,” katanya.
Ia mengatakan Majelis Hakim banding yang diketuai John Diamond Tambunan, menyatakan Warsito terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya.
“Memenuhi unsur bersalah dalam Pasal 81 Ayat (2) UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya bahwa Majelis Hakim PN Medan yang diketuai Donald Panggabean memvonis terdakwa Warsito dengan pidana penjara selama 7 tahun, denda Rp 800 juta, subsidar 6 bulan kurungan.
Majelis Hakim dalam amarnya mengatakan, adapun hal memberatkan perbuatan terdakwa meresahkan dan merugikan anak yang berhadapan dengan hukum atau saksi korban.
“Hal meringankan terdakwa bersikap sopan di persidangan dan mengakui perbuatannya, terdakwa belum pernah dihukum,” ujar hakim
Vonis tersebut, lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Julita Rismayadi Purba yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana 10 tahun penjara, denda Rp 800 juta subsider 6 bulan kurungan.
Diberitakan sebelumnya bahwa, Waristo Nduru ditangkap petugas Unit PPA Polrestabes Medan di tempat kerjanya pada Selasa 27 September 2021.

source