Sunday, 20 Zulqaidah 1443 / 19 June 2022
Sunday, 20 Zulqaidah 1443 / 19 June 2022
Sabtu 18 Jun 2022 23:01 WIB
Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerima tamu dari Rusia yang dipimpin Grand Mufti Rusia, Mr Albir Krganov bersilaturahim dengan jajaran penguru MUI. MUI jembatani peluang kerja sama dengan pengusaha Muslikm Rusia
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerima tamu dari Rusia yang dipimpin Grand Mufti Rusia, Mr Albir Krganov. Dalam pertemuan tersebut, MUI membuka peluang kerjasama dalam bidang usaha atau ekonomi dengan para pengusaha Rusia.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (Waketum MUI), KH Marsudi Syuhud, mengatakan, kedatangan Grand Mufti Rusia beserta rombongannya yakni para pengusaha, tujuan utamanya silaturahim. Insya Allah dari silaturrhim akan menjadi shilatul fikri, kemudian menjadi shilatul amal.
“Saya sendiri sudah beberapa kali datang ke Rusia, saya diminta untuk berbicara tentang ekonomi Islam di Rusia, saya sudah kelilingi Rusia,” kata Kiai Marsudi saat menyambut kedatangan Grand Mufti Rusia di kantor MUI Pusat, Jumat (17/6/2022).
Ia mengatakan, yang kebetulan membuat MUI dan rombongan Grand Mufti Rusia bertemu adalah Induk Koperasi Pondok Pesantren (Inkopontren). Insya Allah, pengusaha Rusia bisa kerjasama dengan Inkopontren dan Komisi Ekonomi MUI.
Kiai Marsudi mengaku sangat bahagia jika usaha dan kerjasama tersebut dapat terwujud. Untuk itu, ia mengucapkan terimakasih kepada Grand Mufti Rusia dan rombongannya yang telah datang ke MUI dengan maksud baik.
Tokoh Nahdlatul Ulama ini menambahkan, MUI adalah tempat atau rumah besar dari seluruh organisasi keislaman di Indonesia. MUI mempunyai kantor dari pusat sampai daerah, kantornya ada di provinsi, kabupaten/ kota sampai kecamatan.
“Itu menurut saya memudahkan untuk bisa kerjasama ekonomi di pusat dan masing-masing daerah, jika pengembangan ekonominya di satu daerah maka bisa terkoneksi dengan MUI di daerah tersebut,” ujar Kiai Marsudi.
Di tempat yang sama, Ketua Umum Inkopontren, Mohamad Sukri, mengatakan, pihaknya ingin membangun komunitas kerja sama dengan pengusaha-pengusaha Muslim di Rusia. Kerjasama tersebut bisa dilakukan di bidang perdagangan, pertambangan, pengembangan sumber daya manusia dan lain sebagainya.
“Paling penting adalah kita ingin memanfaatkan momentum yang terjadi di sana dari sisi ekonominya, kita tidak usah terjebak politik dalam negeri mereka Rusia-Ukraina, itu bukan urusan kami, kita urusannya bisnis,” ujar Sukri.
Krganov dalam pertemuannya dengan MUI menjelaskan kondisi umat Islam di Rusia. Ia mengatakan, struktur dari organisasi Islam di Rusia cukup mirip dengan yang ada di Indonesia. Di Indonesia ada Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, di Rusia juga ada organisasi Islam seperti itu, mereka semua digabungkan di tiga organisasi regional.
“Mereka semua (organisasi Islam di Ruasia) kerjasama melaksanakan kegiatan mengenai pendidikan dan kegiatan keislaman yang lain,” kata Krganov.
Dapatkan Update Berita Republika
Alasan Islam Bisa Jadi Solusi Problem Spiritual Dunia Modern Menurut Ulama Iran
Tujuan Tasawuf untuk Era Modern Menurut Pemikir Muslim Asal Iran
Ketentuan Warisan dari Istri untuk Suami
Bolehkah Memperbarui Nikah karena Ingin Memperbaiki Mahar?
Masjid Raya Aljazair, Terbesar Ketiga Sedunia
Bandung24jam
Sebelumnya Nick mencetak gol ke gawang Persebaya di Piala Menpora 2021.
Sumatra
Pengembangan Bandara Karimun jadi sebuah keharusan yang tidak bisa ditunda.
Kartu Merah
Di pentas La Liga Spanyol, Karim Benzema menjadi topskorer dengan torehan 27 gol.
Umum
Warga yang mengetahui Nadiem adalah pendiri Gojek ada 28,9 persen.
Politik
Suka atau tidak suka maka setiap partai politik harus berkoalisi.
5 PHOTO
3 PHOTO
10 PHOTO
9 PHOTO
5 PHOTO
Ahad , 19 Jun 2022, 08:30 WIB
Ahad , 19 Jun 2022, 14:50 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved