JOMBANG  – Pemkab Jombang mulai fokus menyusun rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2023. Saat ini sudah masuk tahapan penyusunan RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) 2023.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jombang Muhammad Nasrulloh mengatakan, saat ini tahapan penyusunan APBD 2023 sudah berjalan. ”Memang sudah berjalan, RKPD 2023 sudah disusun,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jombang, (27/5).
Nasrulloh menambahkan, setelah RKPD 2023 sudah ditetapkan dalam perbup, baru dituangkan dalam KUP-PPAS. ”Setelah itu baru dibawa ke DPRD untuk dibahas,” terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pelaksanaan APBD 2021 patut mendapat perhatian. Setidaknya terlihat dari jumlah SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) yang jumlahnya ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Jombang Muhammad Nashrulloh tak menampik dari perhitungan sementara, tercatat jumlah SILPA pelaksanaan APBD 2021 mencapai ratusan miliar rupiah. ”Kalau itu, SILPA kan memang ratusan miliar, tapi ada dana yang bersifat specific grant (hibah khusus) yang nantinya akan dialokasikan kembali sesuai rekening atau kegiatan berkenaan,” terangnya, Jumat (27/5).
Dia mencontohkan, misal dana BOS (bantuan operasional sekolah), BLUD (badan layanan umum daerah) RSUD Jombang, RSUD Ploso termasuk puskesmas-puskesmas yang jadi BLUD. ”Kalau dana block grant tidak banyak. Yang banyak specifik grant yang nanti akan dialokasikan kembali sesuai rekening berkenaan atau kegiatan berkenaan,” imbuhnya.
Meski begitu, Nasrulloh menegaskan, kepastian besaran SILPA menunggu laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2021. ”Nanti lebih jelas Insya Allah dalam waktu dekat kami sampaikan nota pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2021 ke DPRD. Di situlah nanti ketemu SILPA definitinya, kalau sekarang belum definit karena belum ditetapkan perdanya,” tandas Nasrulloh. (yan/naz/riz)
JOMBANG  – Pemkab Jombang mulai fokus menyusun rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2023. Saat ini sudah masuk tahapan penyusunan RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) 2023.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jombang Muhammad Nasrulloh mengatakan, saat ini tahapan penyusunan APBD 2023 sudah berjalan. ”Memang sudah berjalan, RKPD 2023 sudah disusun,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jombang, (27/5).
Nasrulloh menambahkan, setelah RKPD 2023 sudah ditetapkan dalam perbup, baru dituangkan dalam KUP-PPAS. ”Setelah itu baru dibawa ke DPRD untuk dibahas,” terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pelaksanaan APBD 2021 patut mendapat perhatian. Setidaknya terlihat dari jumlah SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) yang jumlahnya ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Jombang Muhammad Nashrulloh tak menampik dari perhitungan sementara, tercatat jumlah SILPA pelaksanaan APBD 2021 mencapai ratusan miliar rupiah. ”Kalau itu, SILPA kan memang ratusan miliar, tapi ada dana yang bersifat specific grant (hibah khusus) yang nantinya akan dialokasikan kembali sesuai rekening atau kegiatan berkenaan,” terangnya, Jumat (27/5).
Dia mencontohkan, misal dana BOS (bantuan operasional sekolah), BLUD (badan layanan umum daerah) RSUD Jombang, RSUD Ploso termasuk puskesmas-puskesmas yang jadi BLUD. ”Kalau dana block grant tidak banyak. Yang banyak specifik grant yang nanti akan dialokasikan kembali sesuai rekening berkenaan atau kegiatan berkenaan,” imbuhnya.
Meski begitu, Nasrulloh menegaskan, kepastian besaran SILPA menunggu laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2021. ”Nanti lebih jelas Insya Allah dalam waktu dekat kami sampaikan nota pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2021 ke DPRD. Di situlah nanti ketemu SILPA definitinya, kalau sekarang belum definit karena belum ditetapkan perdanya,” tandas Nasrulloh. (yan/naz/riz)
PT JOMBANG INTERMEDIA PERS
JALAN AIRLANGGA NOMOR 10,
KEPANJEN, JOMBANG
TELEPON / FAX / WHATSAPP: (0321) 875137/081336610001

source