SOLO – Status level Kota Surakarta masih bertahan di PPKM Level 2 sesuai dengan status aglomerasi di wilayah eks Karesidenan Surakarta. Oleh sebab itu, meski angka kasus Covid-19 makin terkendali penerapan prokes tetap harus optimal.
Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa mengatakan, status level PPKM Kota Surakarta masih di level 2 mengikuti status Aglomerasi di wilayah eks Karesidenan Surakarta. Dengan status tersebut, penerapan aturan publik tidak jauh berbeda dengan pekan sebelumnya.
“Tidak banyak perubahan, levelnya sama. Kalau menimbang status kotanya kita sebetulnya di level 1 bersama Sragen, tapi karena aglomerasi jadi tetap di Lecel 2,” kata dia usai rakor Penanganan Covid-19 di Balaikota Senin (6/6).
Berdasarkan Data Covid-19 Kota Surakarta di laman surakarta.go.id menunjukkan jumlah kasus aktif bertahan di lima orang. Tiga orang merupakan pasien isolasi mandiri sementara dua orang lainnya pasien dalam perawatan. Meski kasus aktif terkendali, Pemkot Surakarta tegas menyatakan penerapan protokol kesehatan tetap harus dilakukan dengan maksimal.
“Minggu lalu masih ada pasien lansia meninggal karena komorbid. Prokes harus ketat, kebijakan bermasker masih,” kata Teguh.
Untuk memaksimalkan pencegahan Covid-19, Pemkot berupaya memaksimalkan vaksinasi booster pada masyarakat. Ini penting dilakukan mengingat capaian vaksinasi booster baru mencapai 58 persen. “Seluruh faskes kita siap vaksinasi. Kebijakan pusat masih sama, selama belum dicabut kita wajib selesaikan. Kita intervensi ke wilayah mana saja yang perlu booster,” tegas Wawali.
Terpisah, untuk meningkatkan capaian vaksinasi booster Dinas Kesehatan Kota Surakarta menetapkan Juni sebagai Bulan Vaksinasi Covid-19. Untuk memaksimalkan itu kader posyandu akan jadi andalan untuk mempercepat penyaluran vaksinasi dosis ketiga itu.
“Juli besok kan sudah masuk Bulan Imunisasi Anak Nasional, makanya Juni ini kita kebut. Saya minta semua puskesmas basisnya posyandu,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Siti Wahyuningsih belum lama ini. (ves/dam)
SOLO – Status level Kota Surakarta masih bertahan di PPKM Level 2 sesuai dengan status aglomerasi di wilayah eks Karesidenan Surakarta. Oleh sebab itu, meski angka kasus Covid-19 makin terkendali penerapan prokes tetap harus optimal.
Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa mengatakan, status level PPKM Kota Surakarta masih di level 2 mengikuti status Aglomerasi di wilayah eks Karesidenan Surakarta. Dengan status tersebut, penerapan aturan publik tidak jauh berbeda dengan pekan sebelumnya.
“Tidak banyak perubahan, levelnya sama. Kalau menimbang status kotanya kita sebetulnya di level 1 bersama Sragen, tapi karena aglomerasi jadi tetap di Lecel 2,” kata dia usai rakor Penanganan Covid-19 di Balaikota Senin (6/6).
Berdasarkan Data Covid-19 Kota Surakarta di laman surakarta.go.id menunjukkan jumlah kasus aktif bertahan di lima orang. Tiga orang merupakan pasien isolasi mandiri sementara dua orang lainnya pasien dalam perawatan. Meski kasus aktif terkendali, Pemkot Surakarta tegas menyatakan penerapan protokol kesehatan tetap harus dilakukan dengan maksimal.
“Minggu lalu masih ada pasien lansia meninggal karena komorbid. Prokes harus ketat, kebijakan bermasker masih,” kata Teguh.
Untuk memaksimalkan pencegahan Covid-19, Pemkot berupaya memaksimalkan vaksinasi booster pada masyarakat. Ini penting dilakukan mengingat capaian vaksinasi booster baru mencapai 58 persen. “Seluruh faskes kita siap vaksinasi. Kebijakan pusat masih sama, selama belum dicabut kita wajib selesaikan. Kita intervensi ke wilayah mana saja yang perlu booster,” tegas Wawali.
Terpisah, untuk meningkatkan capaian vaksinasi booster Dinas Kesehatan Kota Surakarta menetapkan Juni sebagai Bulan Vaksinasi Covid-19. Untuk memaksimalkan itu kader posyandu akan jadi andalan untuk mempercepat penyaluran vaksinasi dosis ketiga itu.
“Juli besok kan sudah masuk Bulan Imunisasi Anak Nasional, makanya Juni ini kita kebut. Saya minta semua puskesmas basisnya posyandu,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Siti Wahyuningsih belum lama ini. (ves/dam)
Penerbit : PT Surakarta Intermedia Pers
Alamat : Jalan Kebangkitan Nasional Nomor 37 Surakarta

source