logo
Selamat
Logo
twitter
facebook
instagram
youtube
Jumat, 3 Juni 2022
14 Mei 2022
08:00 WIB
Editor: Rikando Somba
JAKARTA – Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi memastikan fasilitas kesehatan (faskes) pada tingkat pusat hingga daerah siap untuk melayani pasien penderita hepatitis akut. Terhadap orang tua, dia juga berpesan agar tidak meremehkan gejala yang timbul pada anak. Jika ada anak mual, diare, dan muntah, dia menyerukan agar membawanya ke Puskesmas. 
 “Kita dianjurkan untuk segera mendapatkan vaksinasi hepatitis B pada anak dan yang paling penting adalah deteksi dini. Oleh karena itu, kalau orang tua melihat ada anak dengan keluhan mual, muntah atau mengalami diare, segera bawa ke Puskesmas. Jangan menunggu anak terkena kuning dulu,” ujar Nadia dalam webinar bertajuk Jaga Anak dari Hepatitis Akut yang diikuti di Jakarta, Jumat (13/5).
Dia menguraikan, Kemenkes sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyiapkan rumah sakit umum daerah sebagai rujukan dari penanganan kasus hepatitis akut di wilayahnya masing-masing. Di sisi lain, pemerintah di tingkat pusat sudah menyiapkan RSPI Sulianti Saroso sebagai rumah sakit rujukan nasional.
Sementara untuk melakukan tata laksana pada kasus-kasus hepatitis akut bergejala berat, Kemenkes menyediakan pemeriksaan melalui empat laboratorium yang dapat dijadikan rujukan yakni RSPI Sulianti Saroso, Laboratorium Nasional di Litbangkes Kemenkes, Laboratorium Nasional Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sri Oemijati dan laboratorium di Nusantik.
Menurut Nadia, hepatitis akut tidak bisa diremehkan. Apalagi, hingga kini penyebab ataupun jenis virus yang membuat hepatitis akut muncul masih belum diketahui. Salah satu yang utama adalah penerapan hidup sehat dan bersih untuk mencegah. Rajin mencuci tangan, memakan dan meminum makanan yang sudah matang, melengkapi imunisasi anak dengan vaksinasi hepatitis B termasuk memakai masker karena penularan diduga berasal dari udara, adalah diantara protokol yang seharusnya dilakukan.
Transplantasi Hati
Untuk pencegahan meluasnya penyakit ini,  Kemenkes juga telah menjalin kerja sama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan jaringan spesialis anak di seluruh kabupaten/kota. Semua pihak ini ikut memantau dan mengikuti secara lebih lanjut perkembangan penyebaran hepatitis akut.
Terhadap pasien penderitanya, Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Mohammad Syahril menyampaikan, terbuka kemungkinan mendapatkan terapi transplantasi hati.
Ia mengatakan, di Indonesia sudah dilakukan transplatansi hati untuk kasus-kasus hepatitis dan kasus-kasus lainnya.
 "Ada kemungkinan kelak pasien hepatitis akut juga akan mendapatkan terapi transplantasi hati," ujarnya dalam konferensi pers terpisah.
Seperti Nadia, dia juga berpesan agar masyarakat untuk waspada dan segera membawa anak atau anggota keluarga yang mengalami gejala hepatitis akut seperti demam, mual, muntah, hilang nafsu makan, diare akut, lemas lesu.
Ada juga gejala lain, yaini nyeri bagian perut, kembung perut, nyeri otot dan sendi, kuning di mata, urine seperti warna teh, serta perubahan pada warna feses.
Di kesempatan berbeda, Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menilai pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100% harus mempertimbangkan juga ancaman penularan penyakit selain covid-19.
"Munculnya indikasi kasus hepatitis akut yang menyerang anak-anak harus menjadi perhatian serius para pemangku kepentingan dalam penerapan PTM 100%," kata Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat.
Lestari menilai sejumlah faktor pendukung untuk memastikan keamanan para pendidik dan peserta didik dari penularan sejumlah penyakit saat  penerapan PTM dilakukan.   
Lestari menyerukan, menghidupkan kembali berbagai kegiatan pos layanan terpadu (Posyandu) di setiap RW dan desa untuk memantau kesehatan setiap balita, bisa menjadi salah satu cara untuk memperkuat kembali sejumlah faktor pendukung untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Bagikan ke:
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on LinkedIn
Share on Whatsapp
Silahkan login untuk memberikan komentar

Login atau Daftar
Tentang kami
Redaksi
Pedoman dan Siber
Disclaimer
Privacy Policy
Kontak
©Validnews 2022 All rights reserved.

source