Saturday, 5 Zulqaidah 1443 / 04 June 2022
Saturday, 5 Zulqaidah 1443 / 04 June 2022
Jumat 03 Jun 2022 21:22 WIB
Red: Ratna Puspita
Ilustrasi hepatitis akut. Kementerian Kesehatan RI melaporkan jumlah dugaan kasus Hepatitis akut misterius pada anak di bawah usia 16 tahun di Indonesia hingga Kamis (2/6/2022) pukul 16.00 WIB berjumlah 24 pasien.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Kesehatan RI melaporkan jumlah dugaan kasus Hepatitis akut misterius pada anak di bawah usia 16 tahun di Indonesia hingga Kamis (2/6/2022) pukul 16.00 WIB berjumlah 24 pasien. Dari 24 pasien tersebut, tujuh berkriteria probable, 17 pending classification, dan nol epi-linked.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahril mengatakan, sebanyak tujuh pasien di antaranya dilaporkan meninggal dunia terdiri atas tiga probable, dan empat pending classification. “Yang masih dirawat berjumlah 13 pasien terdiri atas tiga probable, sepuluh pending classification,” katanya melalui pernyataan tertulis yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (3/6/2022).
Sedangkan angka kesembuhan pasien hingga saat ini berjumlah empat orang yang terdiri atas satu probable dan toga pending classification. “Seluruhnya telah dipulangkan,” katanya.
Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organizatio/WHO) telah memberikan panduan terkait definisi kasus Hepatitis akut misterius pada anak. Discarded, yakni virus hepatitis A, B, C, D dan E terdeteksi atau muncul etiologi lain yang terdeteksi.
Definisi kasus lainnya adalah pending classification, karena sedang menunggu hasil laboratorium untuk hepatitis A-E. SGOT/SGPT (radang hati) di atas 500 IU/L, pasien berusia di bawah 16 tahun.
Selanjutnya definisi Epi-linked, yakni virus non-hepatitis A-E, segala usia, atau kontak erat dengan kasus probable sejak 1 Oktober 2021. Definisi yang paling mendekati hepatitis akut misterius saat ini adalah probable yang dibuktikan dengan hasil laboratorium non-hepatitis A-E, SGOT/SGPT di atas 500 IU/L, usia di bawah 16 tahun dan kasus terjadi sejak 1 Oktober 2021.
Untuk definisi kasus konfirmasi hingga kini sedang diteliti oleh para pakar kesehatan. Namun, mayoritas temuan kasus di sejumlah negara mengarah pada hipotesa Adenovirus yang menjadi penyebab batuk dan pilek.
Dapatkan Update Berita Republika
Ronaldo Percaya Ten Hag akan Membawa MU Meraih Sukses
Nicolo Zaniolo Tolak Tawaran Newcastle
Ronaldo Akui Masih Bahagia di MU
Sadio Mane: 70 Persen Rakyat Senegal Ingin Saya Tinggalkan Liverpool
Arteta Kirim Salam Perpisahan untuk Alexandre Lacazette
Eropa
Menurut Putin, solusi terbaik untuk mengirim komoditas itu adalah melalui Belarusia.
Olahraga Inpicture
Jean Eric Vergne mengalahkan rekan satu timnya Antonia Felix da Costa
Kajian Alquran
Alquran mempunyai sejumlah faedah untuk umat manusia
Sumatra
Samsat Wisata akan menyasar masyarakat di lokasi wisata.
Sumatra
Gubernur menyinggung kunjungan wisatawan dalam rangka Visit Beautiful West Sumatera
7 PHOTO
6 PHOTO
5 PHOTO
5 PHOTO
3 PHOTO
Sabtu , 04 Jun 2022, 15:23 WIB
Sabtu , 04 Jun 2022, 11:02 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved