Bagikan:
Gejala-gejala itu berbeda dengan yang ditunjukan pasien terduga hepatitis misterius di Inggris.
Jumat, 24 Jun 2022 17:32 WIB
Muthia Kusuma
Seorang dokter memeriksa kesehatan sejumlah anak dalam rangka pencegahan penyakit hepatitis akut di Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (14/5/2022). ANTARA/Dedhez
KBR, Jakarta – Kementerian Kesehatan mencatat ada 70 laporan kasus diduga penyakit hepatitis akut misterius di Indonesia. Juru bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengatakan, sebanyak 40 pasien di antaranya dinyatakan discarded atau dikeluarkan dari dugaan kasus tersebut karena terkonfirmasi bukan masuk kelompok hepatitis.

Sementara 16 kasus lainnya termasuk diduga hepatitis misterius, sedangkan 14 kasus masih belum terkonfirmasi atau pending.
“Sebaran provinsinya ada 21 provinsi. Sekali lagi yang terbanyak di Jakarta. Di sebaran 21 provinsi ini ada probable, pending, dan discarded. Demografinya, dapat kami sampaikan dari 16 yang probable, 56 persen, kemudian kelompok usianya ada di bawah 5 (tahun) ada 8 (anak), berarti 50 persen,” ucap Syahril dalam siaran pers daring, Jumat (24/6/2022).
Baca juga:
Syahril menambahkan, gejala klinis yang paling banyak dialami pasien adalah demam, yakni 76 persen. Lalu diikuti mual, muntah, kemudian jaundice atau penyakit kuning.
Menurutnya, gejala-gejala itu berbeda dengan yang ditunjukan pasien terduga hepatitis misterius di Inggris. Sebab di Inggris, warna kekuningan pada kulit atau bagian putih mata menjadi gejala utama. Baru kemudian diikuti muntah, disertai lethargy atau rasa lelah yang parah dan diare.
Editor: Wahyu S.
Kirim pesan ke kami
Berita Terkait
KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!




Recent KBR Prime Podcast
Kabar Baru Jam 11
Kabar Baru Jam 10
Kabar Baru Jam 8
Kabar Baru Jam 7
Jalan Berliku Warga Ibu Kota Dapatkan Udara Bersih

source