Kemenkes: 30 Kasus Dugaan Hepatitis Akut di Indonesia Tersebar di 17 Provinsi
JAKARTA, KOMPAS.com – Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril mengatakan, hingga saat ini ada 30 kasus dugaan hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya di Indonesia.
Ia mengatakan, 30 kasus itu terdiri dari 16 kasus berstatus probable dan 14 kasus dengan status pending classification.
“16 yang probabel, 14 yang pending classification, dan 40 discarded sudah diketahui bukan dugaan hepatitis akut,” kata Syahril dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (24/6/2022).
Syahril mengatakan, 30 kasus dugaan hepatitis akut ini tersebar di 17 provinsi.
Baca juga: Hepatitis Akut Misterius pada Anak, Kapan Anak Harus Dibawa Segera ke Rumah Sakit?
Empat belas provinsi itu yakni Sumatera Utara (1 probable), Riau (1 probable), Jambi (1 probable), Bangka Belitung (1 pending classification), Sumatera Barat (1 probable, 1 pending classification).
Banten (1 pending classification), DKI Jakarta (5 probable, 2 pending classification), Jawa Barat (1 pending classification), DI Yogyakarta (1 probable), Jawa Tengah (1 probable), Jawa Timur (1 pending classification).
Bali (2 probable, 1 pending classification), Sulawesi Tenggara (1 pending classification), Sulawesi Utara (1 probable), Sulawesi Tengah (1 probable), Kalimantan Timur (1 pending classification), Kalimantan Barat (1 probable, 2 pending classification).
Baca juga: [HOAKS] Vaksin AstraZeneca Menyebabkan Cacar Monyet dan Hepatitis Akut
“Untuk 16 kasus probable terdiri dari 9 laki-laki dan 7 perempuan, usia paling banyak 0-5 tahun (8 orang), usia 6-10 (6 orang), usia 11-16 tahun (2 orang),” ujarnya.
Lebih lanjut, Syahril mengatakan, dari 16 kasus probable tersebut, sebanyak 6 pasien meninggal dunia dan 7 pasien di antaranya sembuh.
“2 orang rawat jalan dan 1 orang masih dirawat,” ucap dia.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Kunjungi kanal-kanal Sonora.id
Motivasi
Fengshui
Tips Bisnis
Kesehatan
Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi Kompas.com
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

source