Wednesday, 23 Zulqaidah 1443 / 22 June 2022
Wednesday, 23 Zulqaidah 1443 / 22 June 2022
Selasa 21 Jun 2022 21:16 WIB
Rep: Meiliza Laveda/ Red: Nashih Nashrullah
Masjid Ghausia di Lancashire, Inggris (ilustrasi). Kasus Islamofobia di Inggris banyak yang tidak ditangani pihak berwajib
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Ketua Masjid Finsbury Park di London utara, Mohammad Kozbar, memperingatkan Islamofobia telah meningkat sejak serangan 2017.
Kala itu, pria Muslim bernama Makram Ali (51 tahun) terwas pada 19 Juni 2017 ketika Darren Osborne mengendari mobil van sewaan ke para jamaah yang berkumpul di luar Rumah Kesejahteraan Muslim setelah sholat pada Ramadhan.
Akibat peristiwa itu, 12 korban lainnya terluka. Ketua Masjid, Mohammed Kozbar, mengatakan umat Islam masih merasa tidak aman di Inggris. “Masalah yang kami hadapi adalah sejak serangan ini terjadi, tidak banyak yang berubah dalam mengatasi Islamofobia,” kata Kozbar, dilansir ABNA, Selasa (21/6/2022).
Kozbar mengingat perdana menteri pada saat itu, Theresa May berjanji untuk mengambil tindakan serius dalam menangani Islamofobia. Namun, lima tahun kemudian, Islamofobia masih terjadi, bahkan, semakin meningkat.
Dia mengungkapkan situasi Muslim di Inggris semakin buruk. “Kami sebagai Muslim masih merasakan dampak dari serangan ini dan kami tidak akan merasa aman sampai Islamofobia ditanggapi secara serius oleh pihak berwenang dan polisi,” ujarnya.
Para jamaah berkumpul mengenang serangan Islamofobia yang menimpa Ali. Di antara jamaah yang hadir termasuk putri Ali bernama Ruzina Akhtar. Dia mengatakan sebagai wanita Muslim, dia ingin semua orang menyuarakan kasus Islamofobia apa pun sehingga itu bisa segera ditangani.
Dia mengingat ayahnya sebagai sosok yang penyayang. Semasa hidup, Ali sering tersenyum dan sering membuat lelucon agar orang lain tertawa. “Kematiannya telah meninggalkan kenangan pahit, tetapi mengingat senyum dan tawanya, kami mengenangnya dengan lebih banyak cinta satu sama lain, seperti yang dia inginkan,” ujarnya.
Plakat yang bertuliskan “Makram Ali, seorang suami, ayah, dan kakek tercinta” dikelilinga oleh bunga yang dibawa para jamaah.
Setelah serangan terjadi, sang pelaku Osborne dijatuhi hukuman seumur hidup pada tahun 2018 atas pembunuhan Ali dan percobaan pembunuhan orang lain.
Hakim Cheema-Grubb mengatakan pilihan Osborne yang menargetkan kelompok yang mengenakan pakaian tradisional Islam mencerminkan ideologi kebenciannya terhadap Muslim.
Sumber: abna24
Dapatkan Update Berita Republika
Volume Angkutan Kargo di Bandara AP I Naik 9,8 Persen Selama Mei 2022
Bea Cukai RI Gandeng Singapore Police Coast Guard khusus Patroli Perbatasan
Lembaga Riset: Industri Rokok Targetkan Anak-Anak Jadi Sasaran Pasar
Sandiaga Uno Minta Investor Dukung Subsektor Kuliner Melalui FSI 2022
Pengamat: Garuda Indonesia Bisa Operasikan Penerbangan yang Lebih Efisien
Bisnis Global
Harga gas telah mencapai tingkat rekor dan mendorong lonjakan inflasi.
Asia
Restoran di masa kejayaan Stanley Ho ini menjadi ikon bersejarah bagi Hong Kong.
Ruzka
Penggunaan nama tokoh betawi merupakan apresiasi atas peran para tokoh tersebut dalam perjalanan Kota Jakarta yang saat ini memasuki usia yang ke 495 tahun
Ruzka
Wujudkan Indonesia Bebas Dengue dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan 3M Plus yakni menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali barang bekas
Aplikasi
Meta memperluas program monetisasi Facebook Stars dan bonus Reels Play.
4 PHOTO
3 PHOTO
5 PHOTO
3 PHOTO
4 PHOTO
Rabu , 22 Jun 2022, 00:30 WIB
Selasa , 21 Jun 2022, 22:32 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved