TIMES HAJI, JAKARTA – Juru Bicara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Akhmad Fauzin menyampaikan akan membadalhajikan seluruh Jemaah Calon Haji Indonesia (JCH Indonesia) yang wafat saat pelaksanaan ibadah haji tahun 1443H/2022M.
“Kami tegaskan kembali bahwa Pemerintah akan membadalhajikan seluruh jemaah haji yang wafat sebelum pelaksanaan wukuf,“ ucap Akhmad Fauzin saat konferensi pers di Media Center Haji (MCH) Asrama Haji Jakarta, Pondok Gede, Jumat (10/6/2022).
Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Fauzin ini juga mengungkapkan kondisi cuaca di Arab Saudi dengan suhu tertinggi mencapai 44°C dan suhu terendah mencapai 33°C pada dini hari.
“Bahwa suhu tertinggi 44°C namun terasa lebih panas seperti suhu 46°C pada siang hari,“ ungkap Fauzin yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (Karo HDI Setjen Kemenag).
Karena cuaca yang panas, terang Fauzin, JCH Indonesia diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, apabila mau keluar ruangan agar melengkapi alat pelindung diri.
“Dan memakai alas kaki karena terdapat jemaah haji yang telapak kakinya mengelupas akibat berjalan di sekitar Masjid Nabawi yang cuacanya begitu panas,“ terangnya.
Selain itu Fauzin juga meminta seluruh JCH Indonesia jangan menunggu haus untuk minum, mengonsumsi vitamin, dan menjaga kesehatan dengan makan tepat waktu serta istirahat yang cukup.
Fauzin mengungkapkan, saat ini terdapat 2 JCH Indonesia yang saat ini dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah dan 1 JCH Indonesia yang wafat dari embarkasi JKG-1 atas nama Suhati Rahmat Ali Binti H. Rahmat.
“Kita doakan bersama semoga jemaah haji yang sedang sakit segera diberikan kesembuhan, dan jemaah yang wafat mendapatkan ampunan dan diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta diterima hajinya menjadi haji mabrur,“ ucap Juru Bicara PPIH Akhmad Fauzin dalam laporan perkembangan JCH Indonesia pada pelaksanaan ibadah haji tahun 1443H/2022M. (*)

source