Pangandaran, LENSANUSANTARA.CO.ID – Telah diresmikan dan sekaligus pelaksanaan Gunting Pita serta penanda tanganan Prasasti Puskesmas Sindangwangi oleh Buati Pangandaran Jeje Wiradinata.
Dalam acara peresmian dihadiri oleh Ketua DPRD Kab.Pangandaran beserta Anggotanya,Kadis Kesehatan, Pimpinan CV Indah Savana, Camat Padaherang, Danrami dan Kapolsek Padaherang, serta para Kepala Puskesmas Se-Kabupaten Pangandaran, Kepala Labkesda, Kepala farmasi, Perwakilan Direktur RSUD Pandega, Ketua Tim Penggerak PKK, dan MUI Kec.Padaherang,
Jeje Wiradinata dalam sambutannya mengucapkan, “ syukur Alhamdulillah Puskesmas Sindangwangi Kec.Padaherang sudah selesai dibangun yang sangat luar biasa karena kelihatan dipinggir jalan sangat bagus, Puskesmas yang ada di Kabupaten Pangandaran sudah sebelas yang baru dibangun, dan insya Alloh di tahun 2023 sisanya akan di bangun, berarti tinggal tiga Puskesmas yang belum di bangun diantaranya Selasari, Sidamulih dan Jadikarya. Kamis, 23/06/2022.
Puskesmas Sindangwangi masih rawat jalan, mudah mudahan kedepannya Puskesmas Sindangwangi menyediakan Rawat Inap karena Kecamatan Padaherang ini jumlah penduduknya paling banyak, yang mana sebetulnya pembangunan Puskesmas yang ada di Kabupaten Pangandaran harus nya di tahun 2021 selesai semua, tiba tiba datang sebuah Virus yang namanya Corona sehingga pembangunan-pembangunan agak tersendat, dan tunjangan tunjangan/insentif kesehatan juga belum cair, tapi sekarang sudah bertahap sedang dicairkan, “Tuturnya”.

BACA JUGA :  Pemerintah Desa Cindogo dan Muspika Tapen Adakan Penyemprotan Disenfektan Kerumah Warga, Demi Antisipasi Penyebaran Virus Covid-19

Diantara puskesmah setiap kabupaten kota ternyata kita yang lebih baik, Kepala Puskesmah Padaherang dulu mempunyai konsep yaitu LUGIJA ( Lumbung Gizi Buruk) dan ALARM KELAHIRAN, dua program tersebut harus diterapkan oleh Puskesmas se-Kabupaten Pangandaran, karena program tersebut akan mencegah proses terjadinya Stunting.
Kita ingin pelayanan yang terbaik, gedung nya sudah bagus,layani masyarakat dengan sebaik – baiknya, saya tidak mau besok, gedungnya sudah bagus jam 12 perawatnya, dokternya, bidan-nya sudah tidak ada, Kepala puskesmas nya entah kemana, jam tiga sore sudah pulang, diatur juga Piket/jaga malamnya. karena ini adalah tempat pelayanan Publik yang paling utama, yang paling prinsip sehingga kedisiplinan, jam kerja, diatur dengan baik,
insya Alloh saya akan terus meningkatkan pelayanan Puskesmas kesehatan pada masyarakat, terutama penyediaan penerapan tersentral alat Oksigen di masing masing Puskesmas, insya Alloh dalam anggaran perubahan alat oksigen bisa terpasang/tersentral dengan baik,m itu semua merupaka upaya kita,

BACA JUGA :  Membawa 15 Kg Sabu dan 60 Ribu Pil Ekstasi, Kurir NarkobaDitembak Mati Polrestabes Medan

kepada semua kepala Puskesmas se-Kabupaten Pangandaran mohon diperhatikan ini adalah pelayanan kesehatan masyarakat dasar, saya mohon tidak ada lagi persoalan yang licik mengenai pelayanan,”tutupnya’
Kepala Puskesmas Sindangwangi, Suharto ketika di wawancara memberikan tanggapan, merasa bahagia karena gedung ini sudah di resmikan dengan sebegitu antusiasnya , terutama mungkin puskesmas ini pinggir jalan, terima kasih pula kepada pak Bupati, dan kepada temen temen awak media, tokoh masyarakat, kepala para kepala Desa, kita mempunyai wilayah kerja sejumlah lima Desa,
yang jelas mohon dukungannya, karena kita ngga bisa kerja sendiri, tidak bisa bekerja tanpa masukan, ataupun koreksi, karena kalau tidak ada masukan ataupun koreksi bekerja kita tidak akan lebih baik kedepannya. hari ini cukup bahagia karena acara ini sukses,
untuk pelayanan insya Alloh kedepan kita dengan siap pelayanan terdepan, peralatan kita sudah mumpuni, USG ada dua, dokter ada tiga, dokter gigi ada satu, jadi ada empat dokter, ruang PONED sudah ada, dan mudah mudahan rawat inap di reaisasi,” Tutupnya”

BACA JUGA :  Ibu Muda di Pangandaran Diduga Terpincut Janji Manis Oknum PNS Hingga Hamil

Suharto juga memberikan tanggapan mengeni kedispilinan yang di bicarakan oleh Bupati, kita juga sudah menerapkan aturan kedisiplinan internal, yang terlambat absen, disinih ada PJ ( penanggung jawannya, diantanranya itu ada pengawasan internal, semua itu ada keterkaitannya dengan mutu layanan, mutu itu adalah salah satu kontrol kita sejauh mana baik atau tidaknya, kita mempunyai enam PJ ( Penanggung Jawab, PJ mutu, PJ pejaring pelayanan, PJ administrasi, PJ UKM, UKP kesehatan perorangan,
yang melangar kedisiplinan tentunya ada sangsi, ada rewad dan punishment, karena ada aturan -aturannya. Target capaian kita SPM ( standar Pelayanan Minimal ) peraturan yang dikeluarkan pemerintah indikasinya harus tercapai, kalau tidak tercapai tentunya kita di kompres oleh pak Bupati. SPM ( standar Pelayanan Minimal ) menjadi patokan kita merupaka menjadi harga mati, “ ungkapnya”. ( N.Nurhadi )


LENSA NUSANTARA OFFICIAL
https://www.youtube.com/channel/UCw6bnEbI9V4WTqVGH-LcwVg

 
 

source