Operasi Pekat, 177 Kasus Berhasil Diungkap Polres Malang
Selewengkan Dana Desa, Kades Kalipare Ditahan
Terbukti Miliki Sabu, Pemuda Asal Pakisaji Ditangkap Polisi
Akibat Pohon Tumbang, Lalu Lintas di Jalur Kepanjen – Blitar Macet
Warga Wagir Ditangkap Polisi, Diduga Transaksi Narkoba
Tingkatkan Sinergitas, Pemkot Batu dengan PPAT/PPATS
Verifikasi Lapangan, Wali Kota Optimis Kota Batu mendapat Predikat KLA
Peringati HLUN, Lansia Harus Mandiri, Sejahtera dan Bermartabat
Pelatihan SKKNI Digelar Diskoperindag Kota Malang
Jelang Porprov Jatim, E-Sport Kota Batu Seleksi Atlet
Hari Lahir Pancasila, Ribuan Pelajar Menyanyikan Indonesia Raya di Alun-Alun Tugu Malang
Hari Buku Nasional, Perpustakaan Kota Malang Tingkatkan Pelayanan
PPDB Online 2022 di Kota Malang
PPDB SD Kota Malang Jalur Zonasi
Jalur Afirmasi, PPDB SD di Kota Malang
Madu Lebah Trigona Diekspor ke Inggris
Pemilihan Puteri Heritage, 80 Designer Indonesia Hadir di Dinoyo Mall
Harga Telur Ayam di Malang Tetap Melambung
Toko Mainan, Sion Toys Termurah di Kota Batu
Keripik Lina Majaya, Oleh – oleh Khas Malang
Malang 108 Rise and Shine Kayutangan Heritage Bangkitkan Ekonomi Kreatif
Tunggakan Pajak, Satpol PP Menyasar Penginapan di Malang
Penanganan PMK, Dispangtan Kota Malang Bantu Pengobatan Hewan Ternak di Sukun
Gratisan, Keliling Kota Malang Naik Bus Macito
Bus Macito Malang Beroperasi, Berikut Ini Rutenya
Isoter Pandanwangi Dinonaktifkan, Nihil yang Dirawat
Pamor Keris Polres Malang Masih Temukan Warga Tidak Patuh Prokes
Ngaku Positif Covid-19, Pasutri Ini Malah Wisata Di Malang
Tim Gabungan Kota Malang Bubarkan Lomba Dance Di Matos
Pemkot Malang Terapkan Kebijakan PTM 50 Persen
Tingkatkan Sinergitas, Pemkot Batu dengan PPAT/PPATS
Verifikasi Lapangan, Wali Kota Optimis Kota Batu mendapat Predikat KLA
Jelang Porprov Jatim, E-Sport Kota Batu Seleksi Atlet
Wali Kota Batu Serahkan SK Pengangkatan PPPK Guru
Jawaban DPRD Terhadap Pendapat Wali Kota Batu Atas 3 Raperda
Diterbitkan
,
Oleh
KABARMALANG.COM – Puskesmas Janti Kota Malang merintis pengaduan berbasis braille.
Kepala Puskesmas Janti, Endang Listyowati, S.Kep.Ners, M.MKes, menyampaikan bahwa terobosan kanal pengaduan dengan huruf braille tersebut mulai dirintis tahun 2021 lalu.
“Kami coba hadirkan fitur ini agar menambah kemandirian penyandang disabilitas yang datang ke Puskesmas Janti,” ujarnya.
“Pendampingan disiapkan dan sejauh ini responnya baik,” sambung Endang.
Layanan tersebut sekaligus menjadi bentuk pengembangan dari inovasi Braille E-Ticket and Extraordinary Access for Visual Disabilities (BREXIT) yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2017 dan sempat meraih Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2020.
Endang menambahkan, dalam kurun 2019-2021 pihaknya juga terus memperkuat respons pengaduan via kanal media sosial bagi masyarakat umum.
Selain itu, pengaduan telah terintegrasi dengan sistem nasional SP4N LAPOR! sehingga lebih akuntabel dan terukur.
“Persentase penyelesaian pengaduan berhasil ditingkatkan dari 78 persen di tahun 2019 menjadi 100 persen di tahun 2020 dan 2021,” kata Endang.
“Untuk kecepatan waktu respons, 72,2 persen dituntaskan dalam waktu maksimal dua hari kerja,” lanjutnya.
Dalam kompetisi P4 Tahun 2022, dua Unit Pelayanan Publik (UPP) dari Kota Malang, yakni Puskesmas Janti dan Perumda Tugu Tirta lolos ke tahap evaluasi lanjutan bagi 51 besar peserta dari seluruh Indonesia.
Sederet pakar berintegritas dari berbagai bidang keilmuan turut menjadi juri dalam kompetisi ini.
Di antaranya, Gita Wirjawan, Meuthia Gani Rochman, Taufiq Rahman, Eva Kusuma Sundari, dan Sad Dian Utomo. (carep01/fir)
Jalan Rusak di Kabupaten Malang Akan Diperbaiki
Inovasi, Puskesmas Janti Rintis Pengaduan Berbasis Braille
Peringati HLUN, Lansia Harus Mandiri, Sejahtera dan Bermartabat
Pelatihan SKKNI Digelar Diskoperindag Kota Malang
Operasi Pekat, 177 Kasus Berhasil Diungkap Polres Malang
Selewengkan Dana Desa, Kades Kalipare Ditahan
Pemkot Malang Akan Gelar Event Bulanan di Kayutangan
Malang 108 Rise and Shine Kayutangan Heritage Bangkitkan Ekonomi Kreatif
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.
Diterbitkan
,
Oleh
KABARBATU.COM – Pemerintah Kota Batu melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menyelenggarakan Gathering Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dan Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara (PPATS).
Selasa (7/6/2022). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Singhasari Resort.
Wali Kota Batu, Hj. Dewanti Rumpoko, memberikan sambutan dan arahan terkait dengan optimalisasi PAD dan pemungutan BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan).
Perolehan BPHTB meningkat dalam 3 tahun ini setelah mengimplementasikan teknologi digital melalui E-BPHTB.
Yaitu sistem online secara host to host yang menghubungkan antara Bapenda, KPP Pratama, Badan Pertanahan Nasional dan Bank Jatim Kota Batu.
Hasilnya, Tahun 2021 BPHTB Kota Batu meningkat 39,7 miliar dibanding Tahun 2020.
“Pencapaian yang sangat membanggakan ini tidak lain karena adanya sinergitas yang baik antar pemangku kepentingan yaitu Pemerintah Kota Batu, KPP Pratama Kota Batu, Badan Pertanahan Nasional Kota Batu, Bank Jatim Kota Batu dan juga Pejabat Pembuat Akta Tanah,” ujar Dewanti.
Ketua IPPAT, Novitasari Dian Phra Harini, menjelaskan bahwa masih banyak permasalahan terkait hukum dan kelancaran tugas PPAT dan PPATS.
Karena itu, ia meminta arahan dan petunjuk dari Wali Kota Batu dan Kajari Kota Batu.
Sementara itu Kajari Kota Batu, Agus Rujito, dalam sambutannya menjelaskan tentang perlindungan hukum dan peraturan mengenai BPHTB.
Acara lalu dilanjutkan dengan Sharing Session antara Pemkot Batu, IPPAT, KPP Pratama dan stakeholder yang terkait untuk menyelesaikan permasalahan pemungutan BPHTB. (carep01/fir)
Diterbitkan
,
Oleh
KABARBATU.COM – Tim Verifikasi Kota Layak Anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI melakukan Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) evaluasi KLA Kota Batu.
Verifikasi lapangan ini dilaksanakan secara virtual di Ruang Rapat Utama Balai Kota Among Tani, Selasa (7/6/2022) pagi.
Wali Kota Batu, Hj. Dewanti Rumpoko, mengatakan, Pemerintah Kota Batu terus berkomitmen mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) melalui berbagai regulasi dan kebijakan.
Harapannya, penilaian tahun ini bisa lebih baik dari tahun sebelumnya.
“Kami terus bersinergi dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah dan stakeholder terkait untuk mewujudkan Kota Layak Anak dalam memenuhi hak-hak anak yang terdiri dari lima kluster,” kata Wali Kota.
Pemenuhan hak-hak anak meliputi, kluster 1 tentang hak sipil dan kebebasan. Kluster 2 tentang lingkungan keluarga dan pengasuhan pengganti.
Kluster 3 tentang kesehatan dasar dan kesejahteraan.
Kluster 4 tentang pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan seni budaya dan kluster 5 mengenai perlindungan khusus.
Hj. Dewanti Rumpoko, menjelaskan, Pemerintah Kota Batu telah menyediakan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga dan Infrastruktur Fasilitas Ramah Anak.
Selain itu, Kota Batu telah berinovasi dalam hal pelayanan public untuk mewujudkan Kota Layak Anak.
“Melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, kami memiliki pelayanan Jebol Pak Bahir atau Jemput Bola Pelayanan Akta Baru Lahir,” ucapnya.
Dimana bayi yang baru lahir mendapatkan pelayanan pembuatan akta.
“Selain itu terdapat pelayanan PKK Penak (PKK Pelayanan Akta Kelahiran Kolektif), dimana petugas bekerja sama dengan PKK dan langsung turun ke desa,” kata Wali Kota.
Sebelumnya, komitmen Pemerintah Kota Batu untuk mewujudkan lingkungan ramah bagi tumbuh kembang anak dan pemenuhan hak serta perlindungan anak, mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat.
Dengan meraih predikat Kota Layak Anak (KLA) tahun 2021 tingkat Madya. (carep01/fir)
Diterbitkan
,
Oleh
KABARMALANG.COM – Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Kota Malang Tahun 2022, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Sosial P3AP2KB menggelar Senam Bersama dan Sarasehan.
Senin (6/6/2022). Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Pertamina SMKN 2 Malang.
Pada kesempatan tersebut disematkan gelar Bunda Lansia pada istri Wali Kota Malang yang juga Ketua TP PKK Kota Malang, Hj. Widayati Sutiaji.
Wali Kota Malang, H. Sutiaji mengatakan bahwa perlindungan dan pemberdayaan lansia jadi bagian komitmen misi ketiga pembangunan di Kota Malang.
“Momentum baik pemulihan pandemi harus dimanfaatkan dengan sinergi seluruh stakeholder,” ujarnya.
“Sudah bukan zamannya lagi bersaing, pun demikian dengan perlindungan dan pemberdayaan lansia juga akan menjadi tanggung jawab kita bersama,” sambung Wali Kota Sutiaji.
Pemkot Malang bersama berbagai lembaga dan pemangku kepentingan penyelenggara lanjut usia terus berupaya membenahi aspek-aspek kota ramah lansia.
Penguatan regulasi dan kelembagaan, peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan, penguatan kemitraan pelayanan dan pemberdayaan lansia.
Serta peningkatan akurasi dan cakupan perlindungan sosial, peningkatan kapasitas kemandirian lansia, serta infrastruktur ramah lansia.
Ke enam aspek tersebut akan terus menjadi perhatian Pemkot Malang.
Lebih lanjut, Wali Kota Sutiaji menegaskan melalui peningkatan langkah strategis tersebut maka diharapkan lansia di Kota Malang harus lebih mandiri, sejahtera dan bermartabat.
Sejalan dengan komitmen Wali Kota Sutiaji, Wawali Malang yang juga ketua Komda Lansia Kota Malang, H. Sofyan Edi Jarwoko juga mendukung penuh komitmen Wali Kota Sutiaji.
Untuk terus meningkatkan kualitas kemandirian dan kesehatan lansia di Kota Malang. (carep01/fir)
Server Ujian Down, Mahasiswa UT Sambat
Server Ujian UT Disoroti DPR RI
Pancasila Sebagai Landasan Dasar Negara
Merampok dan Memperkosa, Pria Donomulyo Didor
Sumber Gentong Buat Ngadem, WSG Pilihan Kuliner
Kereta Tanpa Lokomotif Jalan Sendiri Dari Stasiun Malang Kota Baru
Penundaan Ujian UT, Ini Kata Warek 3
Komisi X Minta UT Perbaiki Kualitas Server
Copyright © 2020 KabarMalang.com