Ini Imbauan Kemenkes Hadapi Dugaan Hepatitis Akut Misterius Pada Anak
KOMPAS.com – Kasus penyakit hepatitis akut misterius mulai menyebar di sejumlah wilayah di Indonesia yang juga dikabarkan tengah melanda dunia baru-baru ini.
Pemerintah mengumumkan bahwa semua kasus terkait penambahan infeksi hepatitis akut dilaporkan beberapa wilayah di Indonesia.
Kendati terdapat dugaan penambahan jumlah hepatitis akut pada anak, belum ada kasus yang dikonfirmasi secara resmi oleh Kemenkes.
“Memang ada penambahan jumlah kasus tetapi belum kasus confirmed, karena perlu dilakukan pemeriksaan genome sequencing untuk mengetahui secara pasti bukan merupakan hepatitis A hingga hepatitis E,” ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi, M.Epid dalam konferensi pers yang ditayangkan di kanal YouTube Kemenkes, Kamis (5/5/2022).
Dikutip dari laman resminya, Minggu, (1/5/2022) Kemenkes menyebut telah meningkatkan kewaspadaan setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kejadian luar biasa (KLB), pada kasus hepatitis akut misterius yang menyerang anak-anak di Eropa, Amerika Serikat, dan Asia.
Hal itu juga dikarenakan adanya tiga pasien anak yang dirawat di RSCM dengan dugaan hepatitis akut berat, meninggal dunia dalam kurun waktu yang berbeda dengan rentang dua pekan terakhir hingga 30 April 2022.
Ketiga pasien tersebut merupakan rujukan dari rumah sakit yang berada di Jakarta Timur, serta Jakarta Barat.
Baca juga: IDAI: Kasus Hepatitis Akut Tidak Terkait Vaksin Covid-19
Hepatitis akut adalah penyakit yang sejauh ini masih belum diketahui etiologi atau penyebabnya.
Menurut beberapa laporan di banyak negara, kasus hepatitis akut misterius cenderung dialami pada anak usia di bawah 16 tahun.
Sementara di Inggris, kasus yang diduga disebabkan oleh hepatitis akut lebih banyak terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Prof Dr dr Hanifah Oswari, Sp.A(K), mengungkapkan hal yang senada tentang kasus hepatitis akut misterius pada anak.
Ia menyampaikan, sudah ada sejumlah laporan yang diduga merupakan kasus hepatitis akut pada anak. Salah satu wilayah yang melaporkan ialah DKI Jakarta.
“Saya kira pada saat ini memang sudah ada laporan-laporan baik dari Jakarta maupun dari luar kota sudah ada laporan dugaan untuk penambahan kasusnya (hepatitis akut misterius),” ujar Hanifah.
“Tetapi, hal ini masih dalam investigasi apakah betul termasuk kriteria hepatitis akut berat atau bukan. Tentu akan didapatkan informasi yang lebih rinci,” lanjut dia.
Kini, Kemenkes tengah melakukan investigasi lebih dalam untuk mengumpulkan data secara menyeluruh terkait dugaan kasus penyakit hepatitis akut misterius pada anak yang belum diketahui penyebabnya.
Dalam beberapa hari ke depan, pihaknya kemungkinan baru bisa mendapatkan laporan yang lebih lengkap terkait kasus-kasus hepatitis akut anak.
Baca juga: CDC Belum Yakin Penyebab Hepatitis Anak, Tetap Sarankan Jaga Kebersihan
Prof Hanifah membeberkan sejumlah gejala awal penyakit hepatitis akut misterius pada anak, yakni:
Ia mengimbau agar masyarakat jangan menunggu gejalanya sampai kuning.
“Jangan menunggu sampai gejalanya lebih berat. Karena kalau lebih berat kita (dokter) menjadi kehilangan momentum untuk bisa menolong lebih cepat,” imbuhnya.
Baca juga: Kasus Diduga Hepatitis Akut Misterius di Indonesia Kemungkinan Bertambah, Ini Kata Kemenkes

Adapun tindakan pencegahan hepatitis akut misterius pada anak dapat dilakukan dengan beberapa hal, di antaranya:
Saat ini, Kemenkes bersama dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta sedang melakukan investigasi kontak terhadap tiga pasien anak yang meninggal dunia itu.
Selama masa investigasi, pemerintah mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tetap tenang.
Sumber: Kompas.com (Penulis: Zintan Prihatini | Editor: Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas)

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Kunjungi kanal-kanal Sonora.id
Motivasi
Fengshui
Tips Bisnis
Kesehatan
Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi Kompas.com
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

source