Jakarta, InfoPublik – Kampung Keluarga Berkualitas (KB) di tingkat desa menjadi ujung tombak dalam percepatan penurunan stunting.
Hal itu disampaikan Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Bonivasius Prasetya Ichtiarto, dalam webinar Diskusi Asik Pendidikan Kependudukan (Dakdikduk) “Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Bebas Stunting”, Kamis (16/6/2022).
Menurutnya, jika Kampung KB digarap maksimal maka angka stunting bisa turun dengan cepat dan target penurunan stunting hingga 14 persen pada 2024 bisa tercapai.
“Untuk itu penguatan tim percepatan penurunan stunting di tingkat desa dalam wadah Kampung KB yang melibatkan nakes, PLKB, PKK, PPKS dan unsur masyarakat menjadi sangat krusial,” katanya.
Tim ini harus mampu mengidentifikasi penyebab stunting yang dominan di wilayahnya, sehingga bisa melakukan upaya pencegahan. “Kalau berbicara stunting maka harus dilihat dahulu sumber penyebabnya dari mana,” lanjutnya.
Penyebab stunting misalnya karena ibu hamil yang anemia, bayi berat lahir rendah dan panjang bayi di bawah 48 cm, masih terdapat bayi prematur, perempuan menikah usia dini yakni (10-19 tahun), dan kehamilan dengan jarak kurang dari 24 bulan. “Kalau sudah dilihat sumber penyebabnya dari mana maka bisa masuk pada poin-poin pencegahan,” ujarnya.
Tujuan strategis Kampung KB adalah meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat dengan mendekatkan pelayanan program bangga kencana dan pelayanan dasar, penguatan 8 fungsi keluarga, partisipasi aktif masyarakat dan pembangunan yang terintegrasi lintas sektor.
“Tak hanya penurunan stunting, diharapkan melalui wadah Kampung KB, pemberdayaan masyarakat dan pelaksanaan program-program pembangunan lainnya dapat berjalan secara terpadu dan bersamaan sehingga dapat mewujudkan keluarga dan masyarakat Indonesia yang berkualitas,” tutup deputi.
72 Kali
Copyright © 2018 InfoPublik. All rights reserved.