Wednesday, 9 Zulqaidah 1443 / 08 June 2022
Wednesday, 9 Zulqaidah 1443 / 08 June 2022
Selasa 07 Jun 2022 20:16 WIB
Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi tobat dari maksiat.Hendaknya orang-orang yang bermaksiat untuk bertobat kepada Allah SWT
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Di antara sebagian Muslim mungkin pernah berada dalam kondisi di mana dia selalu menjalankan ibadah, tetapi di sisi lain juga tetap melakukan maksiat. Bagaimana syariat Islam memandang hal tersebut, dan apa sikap seharusnya sebagai seorang Muslim?
Anggota Fatwa Dar al-Ifta Mesir, Syekh Muhammad Wissam mengingatkan, Allah SWT tidak pernah bosan menerima tobat hamba-Nya. Syekh Wissam menyarankan agar seorang Muslim senantiasa banyak bertobat, walaupun begitu besarnya hamba tersebut berbuat dosa dan bahkan mendurhakai Allah SWT karena, Allah SWT Mahapengampun dan Mahapenyayang.
“Orang yang bertobat dari dosa-dosanya itu seperti orang yang tidak melakukan dosa. Karena itu, seorang hamba haruslah banyak-banyak bertobat. Tidak peduli berapa kali dosa itu diulang, sampai Allah SWT menolongnya untuk menjauh dari dosa tersebut,” tutur Syekh Wissam, dilansir Elbalad, Selasa (7/6/2022).
Hal ini sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam Alquran Surat Al Ankabut ayat 69. Dia berfirman:
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.”
Syekh Wissam juga berpesan, orang yang melakukan perbuatan maksiat hendaknya meningkatkan permohonan ampunan agar keluar dari perbuatan dosa itu. “Mintalah ampunan dan bersholawatlah atas Nabi SAW, maka dengan demikian, akan memadamkan murka Allah SWT,” ucapnya.
Menjauhi perbuatan dosa, terang Syekh Wissam, merupakan salah satu hal yang mencerahkan hati dan mendekatkan seorang Muslim kepada Allah SWT. Tobat yang sebenar-benarnya adalah yang murni dan bebas dari sesuatu yang tercela atau merusak. Karena, hal tercela atau merusak yang ada dalam tobat adalah bentuk kerinduan terhadap dosa. Ini tanda kurangnya keikhlasan dalam tobat dan menjadi penyebab pengulangan dosa.
Sumber: elbalad
Dapatkan Update Berita Republika
Kemenperin: Pandemi Memaksa Global Restarting Aktivitas Ekonomi
ID Food: Distribusi Minyak Goreng Curah Tembus 52 Juta Liter
PLN Perkuat Sistem Kelistrikan Paiton-Situbondo Jelang G20
Pengembangan Kawasan Industri di Daerah Percepat Pertumbuhan Ekonomi
Ekspansi Pasar Petrokimia, PIS Beli Kapal Tanker “Precious”
Hikmah
Islam mengajarkan untuk hidup seimbang, tidak berlebih-lebihan, tidak pula meremeh-temehkan.
Jawa Tengah Diy
Pengelola destinasi wisata di Sleman harus menangkap peluang
Eduaction
Menanggung tenaga PPPK diakui Pemkot Bandar Lampung berat
Jabodetabek Nasional
Semua pihak bisa saling terbuka menambahkan atau mengkritik wacana tarif integrasi
Korporasi
Tercatat utilisasi sektor industri nasional telah mencapai 70,30 persen.
3 PHOTO
3 PHOTO
3 PHOTO
3 PHOTO
5 PHOTO
Rabu , 08 Jun 2022, 00:45 WIB
Selasa , 07 Jun 2022, 16:11 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved