Friday, 4 Zulqaidah 1443 / 03 June 2022
Friday, 4 Zulqaidah 1443 / 03 June 2022

Kamis 02 Jun 2022 05:25 WIB
Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah
Mural bertema Pancasila di tembok Dusun Karangwatu, Muntilan, Jawa Tengah,. Nilai-nilai Islam diserap dalam setiap sila-sila Pancasila
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pancasila adalah konsensus tertinggi para bapak bangsa tahun 1945 tentang dasar falsafah negara Republik Indonesia.  
“Pancasila mempertemukan dan merekat semua aspirasi, terutama aspirasi kebangsaan dan Islam menjelang kemerdekaan. Karena itu lima sila dalam Pancasila dan pengamalan nilai-nilai Islam saling memperkuat,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Sesditjen Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag), Muhammad Fuad Nasar, melalui pesan tertulis kepada Republika.co.id, Rabu (1/6/2022).
Fuad mengingatkan amanat Bung Hatta tentang Sila Ketuhanan Yang Maha-Esa, yaitu tidak hanya dasar hormat menghormati agama masing-masing, melainkan menjadi dasar yang memimpin ke jalan kebenaran, keadilan, kebaikan, kejujuran, dan persaudaraan. 
Dalam kumpulan pidato Bung Hatta jilid III bahwa sila Ketuhanan Yang Maha Esa yaitu bangsa Indonesia mengakui adanya kekuasaan yang memberi petunjuk kepada manusia supaya memegang kebenaran, keadilan, dan kebaikan. 
Dengan percaya kepada Tuhan Yang Maha-Esa seperti tersebut dalam sila pertama Pancasila, rakyat Indonesia menempatkan politik nasional di atas dasar moral. 
Fuad mengungkapan, generasi -muda Indonesia yang memahami cita-cita perjuangan bangsa dan konsisten melaksanakan nilai-nilai Pancasila diharapkan mampu mengubah kondisi bangsa menjadi lebih baik. 
“Kalau kita semua konsisten dengan Pancasila dan amanat Pembukaan UUD 1945 yang memuat tujuan bernegara, niscaya kecenderungan neo liberalisme dan sikap-sikap intoleran sesama anak bangsa tidak akan muncul,” ujar Fuad. 
Fuad berpesan kepada seluruh elemen bangsa, mari membumikan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Sehingga proses legislasi dan kebijakan eksekutif bisa dipertanggungjawabkan dari aspek kesesuaian dengan Pancasila. 
“Jadikan nilai-nilai Pancasila sebagai spirit dan penuntun dalam tata kelola negara dan pemerintahan atau birokrasi agar terwujud pelayanan publik yang bersih, profesional, modern serta berwibawa. Kita perlu mentransformasikan Pancasila dari idealitas menjadi realitas berbangsa dan bernegara,” ujarnya.      
Dapatkan Update Berita Republika
Penjabat Mundur Setelah Dilantik
Partai Ummat: Pemilu E-Voting Hemat Rp 90 Triliun
Surya Paloh: Bung Erick Rising Star
Usul Pileg Digelar Lebih Dulu Sebelum Pilpres, Ini Penjelasan Anis Matta
Golkar Daerah Solid Dukung Airlangga Sebagai Capres 2024
Teh Anget

Layak Disimak, Gaji 13 2022 PNS Cair Juli, Berapa Nominalnya?
Teh Anget

Link Download eFootball PES 2022 Mobile for Android
Arena Olahraga

Espargaro juga mendedikasikan balapan untuk tim dokter yang menolong putrinya Mia.
Asia

Efek ruam pada kulit wanita lebih banyak dibandingkan pria setelah vaksinasi Moderna
Teh Anget

Sekurang-Kurangnya terdapat lima pokok ajaran Islam
3 PHOTO
6 PHOTO
5 PHOTO
5 PHOTO
6 PHOTO
Jumat , 03 Jun 2022, 02:31 WIB
Kamis , 02 Jun 2022, 18:00 WIB
Phone: 021 780 3747
Fax: 021 799 7903
Email:
newsroom@rol.republika.co.id (Redaksi)
sekretariat@republika.co.id (Redaksi)
marketing@republika.co.id (Marketing)
Copyright © 2018 republika.co.id, All right reserved

source